Headlines News :
Home » » Pemda Inhu Nungkak Pajak Kendaraan 30%, Diduga Kerugian Negara Mencapai Puluhan Miliar

Pemda Inhu Nungkak Pajak Kendaraan 30%, Diduga Kerugian Negara Mencapai Puluhan Miliar

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, June 24, 2020 | 8:43:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Pajak merupakan urat nadi kehidupan sebuah bangsa. Tanpa ada pajak, sendi sendi kehidupan negara tersebut akan lemah dan tak berdaya. Demikian peran vitalnya pajak untuk memacu perekonomian negara baik pusat, provinsi hingga kedaerah.

 Satu Sen rupiah pajak yang disetor akan dipergunakan serta dimanfaatkan demi kesejahteraan bersama khususnya kesejahteraan daerah.

Uang yang dikumpulkan melalui pajak akan dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur, sekolah gratis, kesehatan gratis, terutama mengentaskan kemiskinan dan juga kegiatan produktif lainnnya.

Setiap warga negara Indonesia yang memiliki kendaraan wajib memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Menurut UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkatan Jalan, STNK merupakan tanda bukti registrasi Kendaraan Bermotor.

Sebagai bukti bahwa Kendaraan Bermotor telah diregistrasi, pemilik diberi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor," demikian bunyi UU Nomor 22 Tahun 2009.

Setiap tahun, STNK ini harus disahkan oleh polisi di bagian samsat pada pos dispemda dengan  tujuan untuk mengecek apakah STNK masih dipegang pemilik yang sah atau tidak dan terutama menarik pendapatan daerah/negara.

Selain menekankan pendapatan daerah juga memastikan keabsahan kepemilikan kendaraan agar tidak terlibat pencurian, penggelapan, dan lain-lain yang bersifat Kriminal.

Pada STNK tersebut termuat pajak yang wajib dibayar oleh pemilik kendaraan setiap tahunnya dan lima tahun.

Pemerintah daerah kabupaten indragiri hulu (inhu) terus mendengungkan dan menghimbau seluruh masyarakat agar taat dan patuh untuk membayar pajak. Namun pada kenyataannya pemda inhu sendiri tidak patuh pada himbauannya sendiri dalamhal membayar pajak.

Hal ini dibuktikan dengan adanya sekitar 30 persen dari 220 unit kendaraan dinas roda dua khusus untuk honda KLX yang dikumpulkan didepan kantor bupati Inhu rabu (24/06/20) yang mati pajak atau belum membayarkan pajak kendaraan dinas bahkan masa berlaku lima tahun berakhir.

Kepala BPKAD (badan pengelolaan keuangan dan aset daerah) kabupaten inhu, Ibrahim alimin mengatakan, Sesuai instruksi setda pengecekan ini dilakukan guna menyisir kendaraan/aset diseluruh bagian perangkat daerah yang berada diseluruh sekretariat daerah (sekda) kabupaten inhu dan juga bertujuan untuk pengecekan kesehatan mesin, nomor rangka dan nomor mesin.

Ya, ada sekitar 30 persen kendaraan dinas khususnya motor dinas  KLX  yang belum membayar pajak ungkapnya. Nanti kita akan kumpulkan dan cek lagi kendaraan roda dua umum dan juga roda empat tukas Ibrahim. Ketika ditanya kenapa pajak motor dinas tersebut belum dibayarkan sementara anggaran untuk membayar pajak bagi kendaraan dinas tersebut terus dianggarkan pada APBD disetiap tahun anggarannya, Ibrahim mengatakan bahwa untuk penanggungan pajak kendaraan dibebankan untuk pemegang unit masing masing. "biaya pajak dibebankan untuk pemegang unit masing masing", dan mungkin juga terlambat bayar pajak dikarenakan unit tersebut berpindah pindah tangan jelasnya.

Hendrizal, sekretaris daerah (setda) inhu ketika dikonfirmasi melalui selulernya hanya mengatakan nocoment dengan singkat. Semua sudah saya serahkan kepada BPKAD dan tanya aja sama beliau tutupnya.

Sisi lain, ketua komisi II Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) inhu Dodi irawan SHi ketika dikonfirmasi mengatakan akan memeriksa ulang terkait anggaran untuk biaya pembayaran pajak kendaraan dinas kabupaten inhu. "saya tidak tau persisnya apakah itu dianggarkan atau tidak, karna saya masih baru di DPRD", nanti saya akan cek dulu ya, singkat  dodi. (S.Barat)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas