Headlines News :
Home » » Pascaterbongkar Buat Laporan Palsu, Oknum Mantan Karyawan Hotel Satria Karimun Menghilang

Pascaterbongkar Buat Laporan Palsu, Oknum Mantan Karyawan Hotel Satria Karimun Menghilang

Written By HARIANBERANTAS on Monday, June 8, 2020 | 8:05:00 PM

HARIANBERANTAS, KARIMUN- Setelah kebohongan dan laporan palsunya terbongkar, Ricardo alias Asiong (26) mantan karyawan Hotel Satria Karimun yang mengaku dianiaya dan diancam akan dibunuh oleh mantan bosnya bersama rekan-rekan, Billy CS, menghilang bak ditelan bumi. 

Bahkan nomor handphone seluler milik Ricardo pun sudah tidak bisa dihubungi. Hal itu disampaikan oleh Kuasa Hukum Ricardo alias Asiong, James Sibarani saat dihubungkan awak media baru-baru ini di Kantornya di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

James menjelaskan bahwa hingga  sampai saat ini, dirinya belum tau kabar dan keberadaan klienya Ricardo alias Asiong. 

Pasalnya, sudah 2 bulan terakhir ini, Ia tidak dapat berkomunikasi dengan Ricardo alias Asiong dikarenakan nomor kontaknya sudah tidak bisa dihubungi alias diluar jangkauan.

"Terakhir saya hubungi untuk menanyakan kabar dan keberadaan beliau (Ricardo_red) seminggu sebelum nomornya tidak aktif 2 bulan terakhir, beliau bilang lagi diluar kota," terangnya.

Ia menyebutkan, kasus ini meninggalkan kekecewaan yang mendalam buat kliennya karena melihat penegakan hukum di Kejaksaan Negeri Karimun yang dinilai tidak adil dan Jaksanya dinilai mengada-ada. 

Bagaimana tidak, Jaksa meminta supaya menghadirkan saksi yang melihat kejadian. Bagaimana bisa, yang melakukan itu mereka (Billy CS_red), klien saya dibawa ke kamar Hotel lalu disekap dan dipukuli. Yang namanya disekap, bagaimana orang mau melihat. Itukan sudah mengada-ada Jaksanya, tambah James.

"Ya kalau saksi yang melihat kejadiannya, ya ngak ada, kan klien saya disekap di kamar Hotel. Pada saat dipukuli, trus klien saya bisa meloloskan diri dan lari ke Hotel yang ada di dekat situ, dia masih dikejar Michael dan Billy CS," tukasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Kasus laporan dugaan penganiayaan dan ancaman akan dibunuh dengan mengunakan senjata tajam jenis pisau sepanjang satu meter (Samurai) oleh pengusaha Hotel Satria Karimun, Billy Bravomack bersama teman-temanya (Billy Cs_red) ke Mapolres Karimun setahun lalu itu, sudah dihentikan oleh pihak Polres Karimun dengan mengeluarkan SP3.

Dalam gelar perkara yang dilakukan oleh pihak penyidik Kepolisian Resor (Polres) Karimun, tidak di temukan alat bukti yang kuat dan saksi-saksi. Sehingga  pihaknya mengeluarkan Surat Ketetapan Nomor, S.Tap/40/V/2020/Reskrim tentang Penghentian Penyidikan Perkara (SP3), tertanggal 9 Mei 2020 lalu.

Laporan palsu dugaan penganiayaan, dan ancaman akan dibunuh itu pun sempat membuat gempar ditengah-tengah masyarakat maupun beberapa media online, cetak maupun elektronik kala itu. Namun kini, Ricardo alias Asiong, menghilang tidak tau dimana rimbanya. 'Bak Hilang Ditelan Bumi'. (Rini)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas