Headlines News :
Home » » GERMIB "PANCASILA HARGA MATI"

GERMIB "PANCASILA HARGA MATI"

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, June 23, 2020 | 6:29:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Gerakan Masyarakat Indragiri Hulu Bersatu (GERMIB), Provinsi Riau mendatangi kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten indragiri hulu (inhu) selasa (23/06/20). Mereka menyampaikan aspirasi dan menolak keras terhadap Rancangan Undang-undang Haluan Idiologi Pancasila (RUU HIP).

Kepada anggota perwakilan Fraksi yang ada di DPRD Inhu, ada lima (V) poin dari isi surat pernyataan secara tertulis yang disampaikan GERMIB.

Masnur, salah seorang dari perwakilan GERMIB membacakan tentang penolakan sepenuhnya terhadap rancangan undang-undang Haluan Idiologi Pancasila (RUU HIP) agar tidak disahkan menjadi produk hukum (Menjadi Undang-undang), hal ini didasari oleh :

Terdapat Pasal dalam RUU HIP yang mengkerdilkan Pancasila (Lima Dasar) Negara di peras menjadi Tri Sila (Tiga Sila) dan di Kristalisasi menjadi Eka Sila (Satu Dasar) yakni Gotong royong. Hal ini sangat bertentangan dan bahkan menjatuhkan harkat dan martabat UUD 1945 yang sebagai dasar hukum tertinggi

Haluan Idiologi Pancasila (HIP) sudah semestinya tidak dibutuhkan, hal ini dikarenakan MPR-RI sebagai penjelmaan dari kedaulatan rakyat telah menyepakati adanya 4 (empat ) pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ujarnya. 

Lanjut Masnur, bahwa menolak keras upaya rekonsiliasi, Rehabilitasi atau ganti rugi kepada keluarga para pemberontak, penghianat, dan pelaku Kudeta Peristiwa Madiun 1948, dan peristiwa G 30 S/PKI/1965. Dalam hal ini Partai Komunis Indonesia (PKI) telah dinyatakan sebagai organisasi atau partai politik terlarang berdasarkan TAP/MPRS/XXV/1966, dan UU No. 27 Tahun 1997 tentang kejahatan terhadap Kemanan Negara.

Kita (GERMIB-red), mengajak seluruh insan bangsa khususnya Masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu agar bersatu untuk tetap waspada terhadap bahaya laten komunis gaya baru dan juga mengingatkan penyelenggara Negara Baik Eksekutif, Legeslatif, maupun yudikatif agar tidak membuat kebijakan yang mengikutsertakan dan memasukan Idiologi Komunisme, Marxisme dan Lenimisme karena bertentangan dengan PANCASILA sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Dan poin selanjutnya ia bacakan adalah Pancasila Harga Mati, Gerakan masyarakat Indragiri hulu siap mempertahankan pancasila dan menolak sepenuhnya terhadap RUU HIP

"Gerakan masyarakat Indragiri Hulu bersatu Siap berjuang dan mati untuk mempertahankan Pancasila dan NKRI dari Kebangkitan Neo PKI," tegasnya. 

Masyrullah selaku Wakil Ketua I DPRD Inhu menerima pernyataan tertulis tentang penolakan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dari Gerakan Masyarakat Indragiri Bersatu (GMIB). (S.Barat)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas