Headlines News :
Home » » Tim Wakil Ketua DPRD Inhu Tinjau Aset Pemda Terbengkalai

Tim Wakil Ketua DPRD Inhu Tinjau Aset Pemda Terbengkalai

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, March 4, 2020 | 3:45:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Sejumlah aset milik Pemerintah daerah Indragiri Hulu (Inhu) Mangkrak kondisinya sangat prihatin dan membuat sejumlah anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) turun gunung.

Pasalnya, tim Wakil ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten indragiri hulu (inhu) H. Suwardi Ritonga SE didampingi dengan sekretaris komisi II Martimbang Simbolon bersama anggota Komisi II DPRD Inhu meninjau aset milik Pemerintah daerah Inhu yang berada di Kecamatan rengat barat tepatnya bersebelahan dengan Mapolsek Rengat, dimana bangunannya menjadi sarang pocong.

Tinjauan itu untuk memastikan mondisi bangunan yang sering diadukan masyarakat. Menindaklanjuti pengaduan itu tim anggota DPRD Inhu itu turun gunung pada senin (02/03/20).

Alhasil, di sejumlah lokasi bangunan yang direncanakan untuk badan pelaksana penyuluhan pertanian kehutanan dan perikanan (BP4KP) dibangun dari uang rakyat melalui APBD tahun 2013 sebesar Rp.6,9 milliyar, namun, hingga kini belum difungsikan, sehingga terkesan membanjir.

Beberapa aset daerah yang telah dibangun di era kepemimpinan bupati inhu H. Yopi Arianto SE masih banyak yang mangkrak dan terbengkalai seperti yang tersebar di beberapa desa dan kecamatan hingga ke ibu kota hingga sampai kini belum di manfaatkan dengan baik dan terkesan mubazir dan ada pembiaran.

Bahkan bebarapa aset daerah yang dibangun menggunakan uang rakyat puluhan milyar tersebut, saat ini kondisi bangunan-nya banyak yang rusak, karena terbengkalai dan tidak adanya kejelasan kelanjutan penyelesaian pekerjaan fisiknya.

Wakil Ketua II DPRD inhu H. Suwardi SE ketika menyikapi permasalahan itu justru akan mempertanyakan kepada Pemerintah daerah (pemda) apa alasan dibangunnya beberapa aset daerah tersebut. Mengingat jika kondisi sekarang beberapa aset daerah itu lebih cendrung bersifat pembiaran, di duga pembangunannya tanpa ada konsep atau perencanaan yang matang.

“Kami akan pertanyakan alasan dibangunnya beberapa aset daerah yang terbengkalai tersebut kepada Pemda inhu. Apakah itu dibangun karena murni pemikiran kepemimpinan atau memang ada alasan keinginan masyarakat ataupun kemauan lainnya, seperti untuk pembangunan BP4KP ini ungkapnya,

Selain itu Anggota DPRD kabupaten inhu dari Fraksi Gerindra ini juga menyarankan, jika Pemerintah Daerah ingin membangun sebuah gedung hendaknya mempertimbangkan banyak hal, seperti aspek sejarahnya dan asas manfaatnya.
Pasalnya biasanya masyarakat luar datang ke suatu daerah bukan semata-mata hanya ingin melihat bangunan megah. Tetapi biasanya memprioritaskan hal-hal yang bersifat kedaerahan dan nilai sejarah serta asas manfaatnya tutur Ritonga.

Kita sangat menyayangkan kinerja daripada pemerintah ini sambung Ritonga, dimana kita sebagai anggota DPRD melaksanakan pungsi kontrol dan menindaklanjuti laporan daripada masyarakat inhu memang benar menemukan gedung yang terbengkalai dimana anggaran tersebut tahun 2013 sebesar 6,9 milliyar namun nyaris tak berfungsi. Heran, bangunan ini tidak bertuan dan tidak berfungsi dan juga tidak bermanfaat, tukas Ritonga dengan nada kesal sembari menunjuk bangunan tersebut. 

Uang pembangunan gedung ini kan uang rakyat.?" idealnya harusnya dibelanjakan, tentunya harus bermanfaat untuk rakyat., namun hari ini betapa sedihnya kita melihat hasil dari uang rakyat dibelanjakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat seperti ini. Saya yakin tahun 2013 dulu ini masuk dalam argumentasi prioritas, tapi ternyata prioritas tersebut hanya seperti ini. Artinya pelaksanaan pembangunan ini tidak selesai sebagaimana mestinya.

Kita juga tidak tau dan tidak pernah dijelaskan kenapa bangunan ini dibiarkan seperti ini menjadi hutan, jangan kan manusia, saya yakin hantu pun takut untuk tinggal disini. Ini tentu harus kita pertanggung jawabkan kepada masyarakat, karena ini uangnya bersumber dari rakyat. Uang rakyat kita sita dan kita paksa hanya untuk kepentingan pribadi, kami tidak akan pernah bosan dan akan melaksanakan pungsi DPR ujar Ritonga.

Disamping itu, sekretaris komisi II DPRD inhu fraksi perindo dari Dapil 4  Martimbang Simbolon juga menyarankan, beberapa aset daerah yang dilaksanakan dikepemimpinan Sdr. Yopi Arianto melalui mega proyek multiyear, mau tidak mau harus diselesaikan pembangunannya pada kepemimpinan sekarang sebelum berakhir jika memang masih terbengkalai.

“Saya sangat mendukung dan setuju dengan program prioritas kepemimpinan sekarang untuk membangun gedung BP4KP ini jelas Martimbang, akan tetapi apabila uang rakyat yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan rakyat secara umum, akan tetapi saya tidak tau ini untuk kepentingan siapa.?" uang yang begitu besar hingga milliyaran rupiah dibuang begitu saja, saya rasa ini mubazir dan ada pembiaran. Jikalau satu tahun tertunda kita mungkin masih bisa memahami, namun pembangunan ini mulai 2013 dan sudah berjalan tuju tahun, dimana perhatian pemerintah dengan alikasi anggaran yang begitu tinggi dibiarkan begitu saja, saya khawatir jika ini dibiarkan terus ini tidak bisa dimanfaatkan lagi. 

Untuk apa nggaran dan uang yang dialokasikan sebesar ini tanpa ada manfaatnya sambung Martimbang, sementara masih banyak kebutuhan-kebutuhan masyarakat  secara umum dikabupaten inhu ini yang haru di prioritaskan baik di desa dan dijecamatan. Namun saya melihat ini ada pembiaran dan pemborosan dana anggaran dari uang rakyat yang dilakukan oleh pemerintah daerah dikabupaten indragiri hulu ini cetus Martimbang. aset daerah yang terbengkalai dan belum termanfaatkan juga harus diperhatikan oleh pemerintah, jika belum selesai segera diambil kebijakan agar keberadaan aset-aset daerah itu bisa dipakai sesuai peruntukannya,” tutup Martimbang simbolon. (S.Barat)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas