Headlines News :
Home » , » Rencana Pemprov Kumpulkan Massa Di Stadion Mendapat Kecamaan Dari DPRD Jabar

Rencana Pemprov Kumpulkan Massa Di Stadion Mendapat Kecamaan Dari DPRD Jabar

Written By HARIANBERANTAS on Monday, March 23, 2020 | 11:29:00 PM

BANDUNG, HARIAN BERANTAS - Tes cepat atau rapid test virus corona Covid-19 yang sedianya akan dilaksanakan Pemprov Jawa Barat antara Selasa 24 Maret 2020 atau lusa nanti mendapat kritikan dari sejumlah pihak. Banyak pandangan yang menilai tes massal ini malah akan membuat penyebaran virus semakin meluas.
Sebagaimana diketahui, menurut rencana, rapid test covid-19 akan dilakukan di tiga stadion besar yang ada di Jawa Barat, Stadion Patriot Bekasi, Stadion Pakansari Bogor dan Stadion Jalakharupat Bandung.
Beberapa kalangan berujar, gagasan Pemprov Jabar terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19, terlalu riskan untuk dilakukan. Alih-alih menekan jumlah penderita, tes ini justru dinilai hanya akan menimbulkan masalah baru karena semakin memudahkan penularan virus.
Diantaranya kritikan datang dari  Wakil Ketua Fraksi Gerindra Persatuan DPRD Prov Jabar, Daddy Rohanady, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/3/2020).
Langkah tersebut bisa fatal akibatnya. Jangan-jangan masyarakat yang ketika berangkat masih sehat walafiat, justru setelah pulang malah jadi positif tertular corona. Hal itu bukan tidak mungkin. Bisa jadi di antara mereka yang berkumpul itu adalah/carier/sehingga lantas menularkan kepada mereka yang awalnya sehat,” ungkapnya.
Menurut Daddy, langkah pengumpulan masa dalam jumlah banyak, sangat berpotensi menyebabkan terjadinya penularan.
Logikanya, dengan jumlah orang sekian banyak, tidak mungkin orang bisa menjaga jarak minimal satu meter. Padahal, pemerintah sudah menegaskan bahwa salah satu cara untuk meminimalisir penularan Covid-19 adalah dengan cara menjaga jarak (social distancing).
Apakah ketika ada begitu banyak orang di sebuah stadion, masyarakan masih bisa menjaga jarak?” kata Daddy.
Pengumpulan orang di stadion, menurut Daddy, juga merupakan langkah paradoks dengan kebijakan pemerintah. Bahkan, langkah tersebut juga bertentangan dengan langkah di berbagai negara yang justru menempuh/lockdown/ seperti yang dilakukan di sebagian Italia dan terakhir di New York.
Jadi, menurut saya, mengumpulkan masyarakat di stadion merupakan langkah yang sangat kontra produktif dengan penanggulangan Covid-19. Risikonya terlalu berat,” ucap Daddy. [***
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas