Headlines News :
Home » , » Pelaku Tambang Emas Ilegal Berhasil di Tangkap Tim Reskrim Polres Inhu

Pelaku Tambang Emas Ilegal Berhasil di Tangkap Tim Reskrim Polres Inhu

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, March 4, 2020 | 11:44:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Tambang ilegal tanpa izin makin hari semakin menjamur bahkan kegiatan haram itu merusak lingkungan hidup.
DST (33) Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Inhu

Hal itu terbukti setelah tim Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) kepolisian resort indragiri hulu (Polres Inhu) berhasil mengungkap dan menangkap seorang terduga pelaku tindak pidana tambang emas ilegal diwilayah kecamatan batang peranap kabupaten inhu senin (02/03/20). 

Kini warga desa selunak jln. Dwi Marta kecamatan batang peranap berisial DST (33) ini terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Pelaku dan sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolres inhu guna penyelidikan lebih lanjut.

DST pelaku pemurnian emas ini ditangkap Tim Opsnal Sat Reskrim polres inhu dalam perkara dugaan tindak pidana setiap orang dilarang melakukan kegiatan pengolahan dan pemurnian emas tanpa izin dari pihak berwenang yang dipimpin oleh kanit I Pidum Ipda Dahniel SP. S.Sos  beserta anggota dirumah tersangka yang berada dijalan Dwi Marta.

Penangkapan tersebut bermula dari informasi yang diterima dari masyarakat bahwa dirumah tersangka sering melakukan kegiatan pengolahan dan pemurnian emas tanpa memiliki izin, ujar kapolres inhu AKBP Efrizal S.Ik MH melalui PS Paur humas Aipda Misran. Setelah mendapat informasi tersebut, lanjut Misran. Petugas langsung menuju lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Alahasilnya dilokasi TKP sekitar pukul 19.00 wib  petugas menemukan bahwa ada benar kegiatan ilegal. mendapat temuan tersebut, petugas menanyakan legalitas tersebut. Namun saudara DST tidak dapat nenunjukkannya,  yang kemudian anggota Satreskrim langsung melakukan tindakan kepolisian yang mengarah kepada penangkapan terhadap DST.

Selain menangkap pelaku, tim opsnal reskrim juga menyita barang bukti dari lokasi pemurnian emas ilegal diantaranya satu set alat bakar yang terdiri dari pompa kayu, tabung minyak dan kepala pompa. Satu bungkus serbuk pijar warna putih, dua buah sanam/penjepit, dua buah mangkok seng ukuran kecil warna hijau, satu buah jerigen yang berisi air
Aki, satu set kompor gas tanpa tabung, satu unit panci kecil yang sudah dimodifikasi, satu unit timbangan digital, satu unit kalkulator dan tiga buah pentolan emas warna kuning.

Atas perbuatannya itu, papar Misran pelaku DST dijerat dengan pasal 161 jo pasal 158 undang-undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara. Dimana bunyi pasal setiap orang atau pemegang IUP operasi produksi atau PUPK operasi produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengelolaan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batu bara yang bukan pemegang IUP dan IUPK dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupaiah).

Kita sudah mengamankan dan melakukan penyitaan terhadap barang bukti, melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, menyiapkan administrasi penyelidikan dan penyidikan. Kita juga akan berencana melakukan koordinasi dan meminta pendapat ahli dari dinas energi dan sumberdaya mineral dari provinsi riau, melakukan koordinasi dan dan mendampingi ahli untuk melakukan pengambilan titik koordinat TKP. Dan saat ini kita mengamankan tersangka di mapolres guna untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tutup Misran. (S.Barat)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas