Headlines News :
Home » » Kepsek SMKN 3 Lahewa Resmi di Laporkan ke Polres Nias

Kepsek SMKN 3 Lahewa Resmi di Laporkan ke Polres Nias

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, March 12, 2020 | 8:30:00 AM

HARIANBERANTAS, NIAS UTARA- Setelah Viral beberapa hari belakangan ini, yang di media sosial (Medsos) salah satu Siswa Tidak di izinkan untuk mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) tahun pelajaran (TP) 2019 -2020 gara-gara tak mampu bayar Uang Ujian atau dana UNBK/UKK. 

Atas informasittersebut sejumlah awak Media melakuakn Konfirmasi ke pihak Kepala sekolah kejuruan negeri (SMKN) 3 lahewa, Kabupaten Nias Utara di ruang kerjanya, alhasil pihak kepsek membenarkan informasi tersebut.

"Benar memang ada salah seorang siswi yang tidak di perbolehkan mengikuti UAS (Ujian Akhir Sekolah) karena tidak mampu membayarkan uang UAS sebesar Rp. 750.000 Ribu per/siswa" Kata Kepsek.

Setelah ditelusuri dana UAS tersebut ternyata ada anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) setiap tahunnya. Namun masih saja pihak SMKN 3 Lahewa ini memungut dana dari sisiwanya yang mengarah pada Pungutan Liar  (Pungli).

Menyikapi hal tersebut membuat Lembaga DPD Gemantara Raya Kep.nias, mengambil langkah untuk melayangkan laporan resmi ke Polres Nias pada Selasa, 10-03-2020, guna pengusutan secara hukum dengan dugaan Penyalah Gunaan Dan BOS dan Pungutan Liar dan ada beberapa poin lagi dalam laporan seperti dana PIP tahun 2018 yang diduga digelapkankan oleh oknum kapala sekolah an MW (MASALI WARUWU S.pd, red). 

Alasan LSM Gementara Raya melaporkan Kepsek SMKN 3 Lahewa ini ke polisi, berdasarkan informasi dan laporan dari masyarakat yang menyebutkan selama dua tahun pihak SMKN 3 Lahewa memungut uang dari muridnya untuk dana UNBK/ UKK/dan UAS.

"Para sisiwa selalu di  pungut dana dari sejak TP 2018-2019 Sebesar Rp. 800.000 ribu per SiSWA dan Pada TP 2019-2020 sebesar Rp. 750.000 ribu persiswa. 

Sesuai  RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) Tahun 2019 ternyata ada anggaran khusus dari Dana BOS kurang lebih Rp. 22.000.000.

Pada TP 2017-2018 ada beberapa lagi Siswa/I, yang ada nama dalam daftar sebagai penerima Dana PIP (Program Indonesia Pinter) tapi sampai saat ini belum di bayarkan oleh kepala sekolah. Setelah orangtua Siswa/i mempertanyakan di BNI Gunungsitoli ternyata Dana tersebut telah di tarik semua secara kolektif oleh kepala sekolah An. MW

Sekjen DPP Lembaga Gemantara Raya AM.Rudy S sangat mendukung langkah Ketua DPD Gemantara Raya Kepulauan Nias Febeanus Zalukhu untuk melaporkan berbagai Pengutan Liar dan penyalah gunaan dana Bos di setiap sekolah dan Dana PIP tersebut ke Polisi.

Perbuatan para pelaku sangat bertentangan dengan Peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan No 44 tahun 2012 tentang larangan pungutan dan sumbangan kepada murid. 

Rudi mendesak polres Nias agar menindaklanjuti dan di proses laporan DPD gemantara raya kepulauan Nias tanpa memandang siapa pelakunya.

"Kita harapkan profesional dan Proposal Polres Nias dalam menangani masalah tersebut". Ungkap Rudy

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Polres Nias dan telapor belum terkonfirmasi. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas