Headlines News :
Home » » Kayu Ilog Bebas Melintas, Polisi & PJR Diduga Tutup Mata

Kayu Ilog Bebas Melintas, Polisi & PJR Diduga Tutup Mata

Written By HARIANBERANTAS on Sunday, March 1, 2020 | 1:17:00 PM

Kayu Iog Bebas Melintas Depan Kantor Polsek dan PJR, Benarkah Aparat Hukum Main Mata?




HARIANBERANTAS, KAMPAR- Kantor Polisi Sektor (Polsek) Kampar Kiri yang berada di tengah-tengah perkebunan terluas bagian perbatasan dari berbagai jenis usaha yang mengasilkan puih-puih materi di Kampar terbilang jauh dari pusat kota dan pantau kontrol.

Menurut pantauan awak media bahwa Polsek ini sangat banyak kasusu yang tidak tuntas dengan  berbagai alasan yang sangat meyakinkan publik.

Hal ini terungkap dalam rangkuman investigasi awak media yang menemukan berbagai kasus yang masih berjalan ditempat, seperti kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur. Hingga kini kasus tersebut tak diketahui rimbanya.

Kemudian, awak media juga kembali memergoki 9 unit Mobil Coldisel Cunter bak membumbung tinggi bertutupkan terpal biru roda 6, tidak bernopol (Nomor Polisi/BM), yang diduga mengakut kayu hasil olahan dari hutan dan melintas di depan kantor Polsek Kampar Kiri. Kuat dugaan  kayu yang diameter raksasa itu tidak mengatongi dokumen (Illegal Logging) berkisaran lebih 6 ton.

Setelah dibntuti oleh awak media, ternyata pada saat melintas tak satupun Polisi memeriksanya dan bebas lenggang kangkung tanpa hambatan melintasi jalan lintas Lipat Kain menuju Pekanbaru Provinsi Riau dini hari Jum'at (28/02/2019) pukul 05.00 wib

Pantauan awak media ini terlihat Kantor Polsek itu terbuka dan terang dari cahaya lampu, namun tak satupun Polisi terlihat di depan, sehingga kayu-kayu itu tak di stop.

Bebasnya 9 Unit Mobil bak Siluman tak bernopol (BM), yang diduga bermuatan Illog (Illegal Logging) berkisaran bertonase kurang lebih 6 ton membuat team media heran dan memacu ke 9 unit mobil tersebut dan berhenti menunggu di Mapolsek Perhentian Raja untuk mengambil video visual ke 9 unit mobil siluman melintasi Mapolsek Perhentian Raja.

Penantian yang dilakukan team awak media di Mapolsek Perhentian Raja, beberapa anggota Mapolsek yang melihat awak media menghampiri team media." Dari mana dan ada apa berhenti disini bang ?," tanya beberapa anggota Mapolsek yang salah seorang anggotanya membawa senja api (Senpi) Laras panjang yang akrab dipanggil dengan nama Tinjak menggunakan pakai kemeja putih.

"Kami mau mengambil bukti visual, 9 unit mobil siluman yang diduga bermuatan Illog, Dan berapa orang anggota yang piket Ndan ?." jawab dan tanya salah seorang team media sembari menunjukan surat tugas

"10 orang , Tak minta izin dulu sama Kapolsek?, dan apa yakin lewat ?." kembali tanya salah seorang anggota piket Mapolsek Perhentian Raja, yang menghampiri dan bergegas meninggalkan setelah menjawab dan bertanya serta mengetahui maksud team media yang berhenti didepan Mapolsek.

1 Jam lebih menunggu di Mapolsek Perhentian Raja, ke 9 unit mobil siluman yang diikuti oleh team media tidak kunjung melintasi Mapolsek. Haltersebut menjadi pertanyaan besar bagi team media, hingga team kembali menuju ke arah awal dimana ke 9 unit mobil siluman tersebut melangkah yakni kembali menuju ke Lipat Kain melewati Mapolsek Kampar kiri dan Pos PJR, guna melihat ke 9 unit yang diikuti team media dan mencari jawaban kenapa ke 9 unit mobil siluman tersebut tidak melintasi Mapolsek Perhentian Raja.

Dari penulusuran yang dilakukan oleh media, diperoleh Informasi yang dapat dipercaya. Dimana ke 9 Unit  Mobil Coldisel yang diduga siluman tersebut tidak melintasi Mapolsek Perhentian Raja melainkan diduga merubah jalurnya ke jalan menuju desa rantau kasih kecamatan Kampar Kiri Hilir. Hal tersebut dilakukan oleh ke 9 unit mobil Coldisel, diduga dikarenakan mereka mencium telah diikuti dan diduga telah mengetahui team media mengambil visual video perjalannya ( 9 Unit Mobil Coldisel tak bernopol)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas