Headlines News :
Home » » Insan Pers Ajukan Banding Melalui Kuasa Hukumnya Terhadap Putusan PN Maumere

Insan Pers Ajukan Banding Melalui Kuasa Hukumnya Terhadap Putusan PN Maumere

Written By HARIANBERANTAS on Saturday, February 22, 2020 | 4:59:00 PM

HARIANBERANTAS, NTT– Putusan Pengadilan Negeri Maumere Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap gugatan perdata terkait pemberitaan Proyek Pembangunan Rumah Le Tansca Obor Mas Permai milik Kopdit Obor Mas Maumere berjudul Pengawas Ungkap Dugaan Kebohongan yang dipublikasikan tahun lalu.

Tuntutan penggugat antara lain Rp3 M untuk ganti kerugian Materil dan 15 M untuk ganti kerugian in materil dengan jumlah keseluruhan tuntutan penggugat adalah sebesar Rp.18 Miliar.

Sementara putusan Majelis Hakim menghukum para tergugat untuk membayar materiil kepada penggugat sebesar Rp100 juta secara bersama-sama.

Sedangkan untuk materil para tergugat membayar dengan menyampaikan permintaan maaf melalui media cetak.

Media Pers yang membayar ganti kerugia penggugat adalah Tergugat 2 dan tergugat 3. Atas putusan tersebut para tergugat melalui Kuasa Hukum Alfonsius Hilarius Ase, SH.MH bersama Laurens Weling, SH menyatakan Banding.

Hal itu disampaikan oleh Kuasa Hukum tergugat kepada awak media usai putusan pengadilan Maumere yang diterima Redaksi LN Focus Indonesia News. Sabtu, (22/2/2020).

Dalam keterangan pers para tergugat melalui Kuasa Hukumnya mengatakan, Putusan PN Maumere itu tidak mendasar dan mencenderai UU Pers Nomor 40 / 1999.

Menurut kuasa hukum para tergugat, dalam putusan PN Maumere pihaknya menilai UU Pers telah dicederai dalam penanganan perkara ini, sebab mekanisme UU Pers tidak ditempuh dengan sungguh-sungguh oleh penggugat. Diaman terkait perkara karya jurnalistik dalam pemberitaan yang mana UU Pers lah pondasi dan payung hukumnya”, ungkap Kuasa Hukum, Alfonsius Hilarius, SH.MH.

Dia mengungkapkan, produk pemberitaan yang diperkarakan, yakni sebuah media yang memberitakan proyek.

Selanjutnya terhadap lansiran itu redaksi menerima surat tanggapan dari penggugat untuk meminta para tergugat agar berita yang sudah dinaikan tersebut harus dicabut.

Lebih lanjut, pihak Tergugat atau Redaksi telah memberikan tanggapan dan telah melakukan pencabutan dan penghapusan berita sesuai permintaan tersebut.

Fenomena ini, lanjut Alfonsius Hilarius, refrensi Saksi Ahli dalam fakta persidangan menerangkan, jika pencabutan pemberitaan telah dilakukan, maka berikutnya bisa disusul dengan melansir Hak Jawab pada pojok pemberitaan media tersebut.

Namun faktanya menerangkan meskipun pihak media (tergugat) telah memberikan ruang kepada penggugat untuk menggunakan Hak Jawabnya, namun hal itu tidak ditempuh oleh pihak yang merasa dirugikan dan perkara sehingga perkaranya terus berproses.

Alfonsius Hilarius menegaskan dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, sangat jelas dan terang benderang telah diatur adanya Hak Jawab atas sebuah karya Jurnalistik. 

Terhadap putusan perkara ini di PN Maumere, Kuasa Hukum tergugat, Alfonsius Hilarius Ase, SH.MH bersama Laurens Weling, SH akan berupaya mengajukanbanding. (Tim)

Sumber : https://larantuka.com dengan judul "Kuasa-hukum-ajukan-banding-putusan-pn-maumere-terhadap-insan-wartawan"
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas