Headlines News :
Home » » Sidak Komisi III DPRD Inhu Makin Panas, KLHK RI Ambil Sampel Limbah Pabrik PT. BBF

Sidak Komisi III DPRD Inhu Makin Panas, KLHK RI Ambil Sampel Limbah Pabrik PT. BBF

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, February 11, 2020 | 10:26:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Mencuatnya polemik PT. Bayas Biofules (BBF) ketika anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) kabupaten indragiri hulu dari komisi III bersama-sama dengan pemerintah kecamatan kuala cinaku menerima laporan dari masyarakat. Begitu menerima laporan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada bulan silam tepat pada hari rabu (28/01/2020).

Hasil dari laporan tanggap darurat yang diterima dari wakil rakyat tersebut membuahkan hasil, sebab rombongan dari komisi III DPRD Inhu itu menemukan dan menangkap tangan pembuangan limbah cair berbahaya yang sengaja dibuang secara brutal tanpa beraturan oleh pihak perusahaan tangan besi ini berserakan dan bertebaran didalam dan luar area perusahaan hingga mengalir sampai ke sungai indragiri.

Ya, kala itu limbahnya sangat parah, berserakan dan bertebaran kemana-kemana. Mereka ini membuang limbah dengan seenak perutnya saja dan tidak melalui proses dan mengangakangi UU, hal ini la yang menjadi atensi kita dalam memberikan pengawasan kepada perusahaan-perusahaan "nakal" dan tidak peduli lingkungan, ujar Ketua Komisi III DPRD Inhu, Taufik Hendri kepada harianberantas.co.id.

Bahkan Taufik mengatakan sikap kekecewaan dan kemurkaannya terhadap menejemen dan para petinggi-petinggi Perusahaan tangan besi daripada anak Darmexs ini yang tidak mengindahkan dan mengargai panggilan hearing atau rapat dengar pandapat (RDP) dari badan Legislatif, (03/02) silam.

Mereka boleh saja bermain-main pada panggillan itu, Tapi perlu diingat bahwa kita berjuang tidak hanya dusitu saja. Kita juga berhak menganggkat kasus ini dan menyuratinya, karena kita dilingkungan undang-undang, dan nyatanya kerja keras kita demi memperjuangkan masyarakat kan membuahkan hasil, dan satu lagi yang perlu diingat bahwa kita DPRD bukan hanya gertak sambal saja rutuk Taufik dengan muka merah.

Ala halnya benar, senin (10/02/20) Balai Wilayah II Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, telah Menyegel PT Bayas Biofules (BBF).
Penyegelan itu tepat diareal lokasi pengelolaan Cruide Palm Oil (CPO) yang berada didesa bayas kecamatan kempas jaya berbatasan dengan kecamatan kuala cinaku Inhu-Inhil.
Penyegelan yang dilakukan oleh KLHK RI ini lantaran diduga kuat PT BBF melakukan praktek pembuangan limbah sembarangan juga non prosedural dalam pengelolaan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3).

Kepala Balai Wilayah II Sumatera KLHK RI, Edward Hutapea mengatakan pihaknya selain sudah memasangi garis line disegel pihaknya juga sudah mengambil sampel dugaan limbah B3 milik PT BBF.
Kita sudah pasang garis line, dan mengambil sampelnya untuk diuji laboratorium, jelas Hutapea.

Ditambahkannya, bukti sampel yang diambilnya itu memang kini telah tertutup dengan tanah, lantaran kolam penampungan limbah tersebut sudah ditutup oleh pihak perusahaan menggunakan tanah timbunan urukan galian. Namun, lanjut Edward, walaupun mereka licik dalam hal ini kita (DLHK-red) lebih pintar dari mereka dan tidak segampang itu mereka bodoh-bodohin.

Kami DLHK juga meminta agar pihak perusahaan menghentikan segala bentuk kegiatan di areal lokasi penampungan limbah yang kini telah ditutup hingga penyelidikan usai.
Untuk sanksi bisa saja administrasi untuk perusahaan, ataupun sanksi pidana untuk pimpinan koorporasi,” tutup Edward hutapea. (S.Barat)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas