Headlines News :
Home » » Diduga Tim Penindakan KPK Ditangkap Polisi Saat Buntuti Sekjen PDI-P di PTIK

Diduga Tim Penindakan KPK Ditangkap Polisi Saat Buntuti Sekjen PDI-P di PTIK

Written By HARIANBERANTAS on Friday, January 10, 2020 | 8:07:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono angkat bicara terkait ditangkapnya tim penindakan KPK.

Saat itu, tim lembaga antirasuah tersebut diamankan petugas keamanan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Tim tersebut tengah membuntuti dan mengamati aktivitas Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Argo menjelaskan, PTIK merupakan satu kesatrian yang dimiliki institusi Kepolisian.

Karena itu, PTIK juga memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) penjagaan yang berlaku.

Hal itu dilakukan guna menghindari orang tak berkepentingan dan tidak bertanggung jawab masuk ke area PTIK.

Demikian disampaikan Argo usai penanaman 2020 pohon di Pusat Pendidikan Brimob, Cikeas, Bogor, Jabar, Jumat (10/1/2020).

“Tentunya orang yang masuk ke PTIK akan diperiksa semua oleh yang jaga di, sana karena merupakan suatu kesatrian,” jelasnya.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menyebut, maka wajar bila kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap orang tak dikenal.

Apalagi, saat diperiksa, tim penindakan KPK yang diamankan tidak membawa tanda pengenal anggota kepolisian.

“Setelah kita tanya itu anggota KPK, dan sudah dijemput oleh Direktur Penyidikan. Sekarang sudah kembali ke KPK,”

Kendati terjadi salah paham, Argo menyebut bahwa hal itu tidak menjadi masalah antara Polri dan KPK.

“Namanya orang tidak dikenal masuk, kita cek, nggak masalah,” pungkas Argo.

Sebelumnya, tim penindakan KPK mendapat perlakuan tak menyenangkan saat memantau aktivitas Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di PTIK, Rabu (8/1/2020) malam

Tim tersebut sempat ditangkap anggota Polri pihak keamanan PTIK. Mereka diintrogasi dan dipaksa untuk menajalani tes urine.

Plt Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan bahwa insiden dimaksud adalah murni salah paham.

“Saya sudah jelaskan tadi ke pimpinan (KPK) karena hanya kesalahpahaman saja,” ucap Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (9/1).

Ia menceritakan, saat itu tim penindakan tengah menunaikan shalat di masjid.

“Kemudian di sana ada pengamanan sterilisasi tempat,” sambung Ali.

Ali tak menjelaskan maksud keberadaan tim lidik KPK di PTIK. Namun Ali tak membantah saat dikaitkan kehadiran KPK berkenaan dengan keberadaan Hasto Kristiyanto di PTIK.

“Di sana petugas sempat dicegat dan dicari identitasnya. Betul sampai kemudian diproses di situ, ditanya, tes urine, dan lain-lain seolah ada orang yang ingin berbuat (sesuatu),” jelasnya.

Akan tetapi, setelah diberikan penjelasan, tim tersebut dilepaskan.

“Tentunya ada kesalahpahaman di sana. Dan kemudian diberitahukan petugas KPK lalu kemudian dikeluarkan,” beber Ali.

Sementara, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menambahkan bahwa pihak keamanan PTIK yang juga anggota Polri tidak mengetahui bahwa beberapa orang yang dicurigai itu merupakan tim lidik KPK.

“Memang tidak diketahui oleh teman-teman (Polri) bahwa ini adalah petugas KPK dan kebetulan di sana lagi ada acara. Ada pengamanan tempat,” tambah Lili.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka.

Yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina sebagai pihak penerima suap.

Sedangkan pihak pemberi suap, yakni Harun Masiku dan Saeful Bahri yang merupakan orang dekat Hasto Kristianto.***(rls/rud)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas