Headlines News :
Home » » Oknum Pengusaha Pelaku Pembalakan Hutan di Bengkalis Diduga Tak Tersentuh Hukum, Akhirnya Kapolda Riau Turun Tangan

Oknum Pengusaha Pelaku Pembalakan Hutan di Bengkalis Diduga Tak Tersentuh Hukum, Akhirnya Kapolda Riau Turun Tangan

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, January 28, 2020 | 5:22:00 PM

HARIANBRANTAS, Riau- Aktivitas oknum pengusaha sebagai pelaku penebangan kayu / ilegal loging (ilog) atau pembalakan Hutan disertai pembakaran hutan untuk dijadikan kebun kelapa sawit selama ini diduga tak tersentuh hukum. Akibatnya, membuat Kapolda Riau Irjen Polisi Agung Setya Imam Effendi Turun langsung.

Hal itu terbukti ketika Kapolda Riau Irjen Polisi Agung Setya Imam Effendi turun ke lokasi kejadian tepatnya di Desa Titik Akar, Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis,Senin (27/01/2020).

Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memantau dari langit menggunakan Helikopter. Begitu tiba di titik koodunat tepatnya di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, terlihat dari atas aktivitas pelaku pembalakan liar (illegal logging) di kawasan hutan. Melihat hal tersebut Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi langsung turun dan memerintahkan anggotanya untuk mengamankan lokasi.

Dilokasi tempat kejadian perkara (TKP) Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, mendapati pohon dan kayu yang masih utuh tersebut telah ditebang secara ilegal, setelah rata dengan tanah,  lalu dibakar dan ditanami kelapa sawit.

"Setelah dijarah kayunya, dibakar hutannya, dirambah kawasan, kemudian dijadikan kebun sawit oleh oknum pengusaha yang tidak bertanggung jawab. Ini keblinger. Ayo Kita Lawan!!," ajak Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Senin, 27 Januari 2020, dengan nada geram.

Pola-pola seperti inilah yang memicu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama ini. Penjarahan kayu di kawasan hutan tersebut dilakukan secara sistematis. 

"Kayu diambil untuk bawa keluar kawasan hutan kemudian dijual setelah diolah. Sementara hutannya setelah gundul dibakar untuk ditanami kelapa sawit," jelasnya. 

Melihat fakta-fakta tersebut, Kapolda Irjen Agung akan lakukan proses penegakan hukum dengan mengusut kasus tersebut. 

Langkah pertama, sebutnya, akan menurunkan saksi ahli ke lokasi di Desa Titi Akar, sebelum menetapkan tersangka. 

"Kita akan turunkan saksi ahli ke lokasi untuk proses penegakkan hukumnya sebelum ditetapkan tersangka," ungkap Agung. 

Kapolda Riau bersama dengan Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Kombes Pol Rahmat Hidayat, Dansat Brimob Kombes Abdul Hasyim, naik Helikopter menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Titi Akar, Pulau Rupat. 

Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau juga ikut memadamkan api dilahan gambut  yang terbakar sehingga baju dan celana Dinas Lapangan (PDL)  digunakan ikut  basah oleh keringat serta air. 

Bukan hanya itu saja, Kapolda Irjen Agung juga ikut makan nasi bungkus dengan Tim Pemadam Karhutla di lokasi bekas kebakaran hutan tersebut. 

Sudah 17 hari terakhir, Tim Pemadam Karhutla dipimpin Kapolres Bengkalis, AKBP Sigit Adiwuryanto berupaya keras memadamkan api di Pulau Rupat dan Bengkalis. 

Usaha tersebut mulai terbantu dengan inovasi Polda Riau dengan membuat aplikasi dashboard Lancang Kuning. Di dalam aplikasi tersebut memuat titik api, personel, peralatan, virtual account, dan lainnya. Hingga kini tim masih berupaya menyelidiki perkara tersebut. (Pinten S).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas