Headlines News :
Home » » Komisi III DPRD Inhu Tutup PT. BBF Setelah Memergoki Membuang Limbah Cair Kimia Industri Berbahaya Ke Sungai

Komisi III DPRD Inhu Tutup PT. BBF Setelah Memergoki Membuang Limbah Cair Kimia Industri Berbahaya Ke Sungai

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, January 28, 2020 | 10:14:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Komisi III Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten indragiri hulu (inhu) bersama dengan pemerintah kecamatan kuala cinaku melakukan sidak (Inspeksi Mendadak) ke PT. Bayas Bio Fule (BBF), Senin (27/02/2020).

Rombongan Komisi III bersama pemerintah kecamatan tiba dilokasi, kaget bak mimpi disiang bolong ketika memergoki anak perusahaan PT. Darmexs yakni PT. BBF membuang limbah cair industri yang beracun kesungai.

Manajemen PT BBF ini pun tidak bisa berkutik saat tim memergokinya. Pasalnya limbah dari hasil minyak olahan PT. BBF berceceran hingga menuju ke anak sungai yang berada disekitar pabrik tersebut.

Taufik Hendri ketua komisi III dilokasi perusahaan mengatakan, wah " Limbahnya parah dan berceceran dilokasi perusahaan hingga mengalir sampai ke anak sungai" kalau kondisi ini masih tetap seperti ini dampaknya kepada masyarakat kuala cinaku yang terus menerus mengeluh dan tidak nyaman, maka perusahaan ini akan kita tutup dulu untuk sementara waktu tukasnya.

Kalau seperti ini bisa membahayakan kepada ekosistem air terlebih-lebih kepada masyarakat. Apalagi ini limbah, berarti kotor kan.? Baunya saja juga sudah begitu bau dan menyengat, apa lagi limbah nya ini sudah mengapung dikawasan pinggiran perusahaan. Sayangnya, kita kelokasi namun kita tidak bisa berjumpa dan tidak menemukan jawaban dari pihak manejemen perusahaan. Dengan demikian, kita akan agendakan hearing senin depan ujarnya dengan nada kesal.

Ditempat yang bersamaan, camat kuala cinaku muhammad arif mengesalkan sikap daripada PT.BBF ini, sebab sikap dari perusahaan ini tidak rama lingkungan dan tidak mematuhi aturan yang berlaku. Dalam hal ini yang dirugikan kan masyarakat tempatan, baunya aja sperti ini. Tentu mengancam bagi kesehatan masyarakat ungkap nya.

Ditambahkan Arif, kita sangat menyayangkan perusahaan ini yang sewenang-wenangnya membuang limbah dengan sembarangan sehingga mengalir kekanal hingga kepemukiman warga. "Perusahaan ini kan perusahaan besar.? Jadi mereka harusnya sudah tau aturan donk", sebutnya. 
Bahkan akibat adanya limbah yang mengalir hingga saat ini, tidak satupun dari pihak perusahaan yang melakukan pembersihan dilokasi.

Kita dari pihak pemerintah kecamatan agar masalah ini capat ditanggulangi, sebab ini akan berdampak luas. Nanti kita akan mempelajari dan berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup tentang Amdal atau pun mereka sudah mempunyai amdal tersebut apa belum tutup camat Arif.

Sebagai perusahaan PT BBF sendiri beroperasi sebagai penampung minyak CPO dari berbagai kecamatan di kabupaten Inhu, dan serta kabupaten tetangga, minyak CPO itu selain diolah oleh perusahaan mereka juga mengirim keberbagai provinsi menggunakan kapal tongkang. namun sayang nya ketika wartawan berulang kali mencoba konfirmasi dan menghubungi humas joko, tidak pernah berhasil. Begitu pulak dengan manager perusahaan. informasinya sedang diluar kota hingga berita ini diturunkan. (S.Barat)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas