Headlines News :
Home » » Diduga Backing Usaha Gelper, di Minta Denpom I/3 Tindak Oknum Anggota TNI-AD Inhu Jika Terlibat

Diduga Backing Usaha Gelper, di Minta Denpom I/3 Tindak Oknum Anggota TNI-AD Inhu Jika Terlibat

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, January 7, 2020 | 12:04:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU- Dugaan keterlibatan oknum anggota TNI-AD Inhu dalam lingkaran usaha haram yang di kenal "Judi Gelper/Golden Zone" berkedok permainan anak-anak yang menjamur di Desa Kepayang Sari Lubuk kandis, Kecamatan Batang Cinaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), masyarakat setempat minta Detasemen Polisi Militer (Denpom) di Kota Pekanbaru, Riau segera bertindak.
Sembiring Dindong, Diduga Pelaksana Usaha Judi Gelper

Pasalnya, keberadaan sejumlah arena judi gelper ini sangat meresahkan masyarakat setempat.

Menurut informasi yang berhasil dirangkum dilapangan kuat dugaan oknum TNI-AD Inhu terlibat untuk backing usaha haram tersebut agar bebas dari razia pihak terkait serta keberatan masyarakat. Sehingga dengan kehadiran oknum anggota TNI-AD Inhu ini membuat masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya pasrah saja bila anak mereka terjerumus dalam kejahatan akibat judi tersebut.

Konon kabarnya, oknum yang notabenya  bertugas sebagai pertahanan negara itu berisial AS malah beralih fungsi menjadi alat oknum pengusaha haram agar bebas hambatan.

Lebih sadisnya lagi, oknum TNI berisial AS itu disebut sebut sebagai kaki tangan oknum pengusaha untuk menghubungkan ke pihak aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya agar usaha judi ini bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Kehadiran, oknum alat negara itu di usaha haram tersebut membuat masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa. Karena masyarakat mengenal kesatuan alat negara satu ini terbilang sadis tanpa pandang bulu.

Pantauan awak media ini dilapangan ada sekitaran 6 (enam) titik tempat judi Gelper tersebut yang terpusat di Pasar Lubuk kandis kecamatan batang cinaku Kabupaten Inhu yang dikelola oleh seorang warga bermarga "Sembiring alias keling" warga asal sumatra utara yang berdomisili di belias pangkalan kasai.

Keberadaan usaha haram  tersebut yang awalnya hanya permainan anak anak berubah menjadi perjudian. Pasalnya, pemain didalamnya adalah orang dewasa bahkan beroperasi hingga subuh.

"Mana ada permainan anak anak beroperasi hingga subuh". Kata warga setempat.

Ungkapan itu diutarakan oleh Khaidir, salah seorang warga tempatan saat berbincang-bincang dengan harianberantas.co.id. 

Menurut Khaidir, "bila desa kami sudah dijadikan sebagai wahana judi, pasti kami masyarakat pun tak rela. Sebab sudah jelas merusak dan melanggar hukum terlebih hukum agama, kesalnya.

Lanjut Khaidir, kami warga sangat berharap sekiranya pihak seperti kepolisian, TNI dan dinas terkait sampai pemerintah daerah selaku penguasa dapat terjun langsung kelapangan dan menangkap para pengusaha judi dan memberantasnya. Sebab hal ini dapat meracuni masyarakat terutama merusak para generasi muda kedepa,  paparnya.

Ditempat terpisah salah seorang warga yang enggan disebut namanya juga mengatakan, kami bersama element masyarakat rencananya akan mendiskusikan keberadaan judi tembak ikan (Golden Zone) ini bersama tokoh agama dan lainnya untuk mendesak pihak kepolisian dan pemerintah supaya dapat mengkaji hal ini. Bila perlu polisi dan pemerintah menutup paksa tempat judi maksiat itu sebutnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian sektor batang cinaku dan Dandim Kodim 0302 Inhu serta Denpom I/3 Pekanbaru belum terkonfirmasi. (Tim/Red).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas