Headlines News :
Home » » Dewan Etik PERADI Pekanbaru Parkir Muslim Amir 1 Tahun Secara Profesi

Dewan Etik PERADI Pekanbaru Parkir Muslim Amir 1 Tahun Secara Profesi

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, January 22, 2020 | 9:30:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Majelis Dewan Kehormatan Daerah (MDKD) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru, parkirkan oknum Advokat berisial MA (Muslim Amir, red) selama 1 (satu) tahun secara hukum atau profesi.

MA tidak boleh menjalankan profesinya sebagai Advokat selama 1 tahun kedepan. Artinya terhitung tanggal 22 januari 2020 s/d 22 januari 2021 mendatang.

"Iya oknum advokat MA (Muslim Amir, red) dilarang atau tidak boleh menjalankan profesi sebagai Pengacara/Advokat selama setahun, baik di Pengadilan maupun di luar Pengadilan, terhitung tanggal putusan ini," kata ketua Majelis.

Putusan hasil musyawarah dewan kehormatan etik Peradi yangidang dibacakan majelis di Ruang sidang PERADI Pekanbaru secara terbuka untuk umum pada Rabu (22/1/2020).

Majelis berpendapat bahwa oknum advokat Muslim Amir terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran Kode Etik Advokat (KEA) dan UU Advokat. Maka, kepada yang bersangkutan diberhentikan selama 1 (satu) tahun tidak boleh menangani perkara atau konsultan hukum baik didalam pengadilan maupun diluar pengadilan.

Majelis yang menyidangkan kasus yakni, Firdaus Basyir, M.H., Drs.Wahyudi El Panggabean, M.H., Wismar Harianto, S.H., M.H., Rahmad Zaini, M.H., dan Ardian Faridi, M.H..

Kasus ini, kata majelis bermula saat Pengadu (Dr. Yudi Krismen,SH.,MH) bertindak sebagai Kuasa/Pengacara keluarga korban yang meninggal dunia akibat dugaan mal-praktek di RS Aulia Hospital, Pekanbaru pada awal tahun lalu.

Masrizal ayah kandung korban, meminta Doktor Yudi Krismen selaku Advokat/Pengacara untuk memperjuangkan hak-hak hukum bagi Masrizal akibat kematian anaknya.

Sebagai Pengacara (Keluarga korban) Dr. Yudi Krismen, lantas memperjuangkan kilennya. Hingga ada rencana menggugat pihak RS Aulia Hospital.

Dalam perjalanan perjuangan yang masih alot, tiba-tiba muncul oknum advokat bernama Muslim Amir yang bertindak sebagai Pengacara/Advokatppihak RS Aulia Hospital.

Dalam kasus tersebut sempat terjadi pertemuan sebanyak 3 (tiga) kali antara Dr. Yudi Krismen selaku kuasa hukum korban dengan Muslim Amir selaku kuasa pihak RS Aulia Hospital. Namun tidak menemui titik kesepakatan damai.

Kemudian tidak lama setelah pertemuan itu, justru yang diterima oleh pengadu Dr. Yudi Krismen surat pemutusan kuasa sepihak dari pihak keluarga Masrizal. Kuat dugaan pemutusan kuasa tersebut diduga di inisiator oleh teradu MA.

Dugaan kejanggalan awal ketika Dr. Yudi Krismen menerima surat pemutusan Kuasa dari kliennya itu melalui via ojek ke kantor Law Firm Yudi Krismen di Jalan Kartama, Pekanbaru. Dalam tanggal surat tersebut sehari lebih terlambat dari tanggal perdamaian.

"Anehnya, surat perdamaian antara Masrizal dan pihak RS Hospital mendahului penerimaan surat pemutusan kuasa kepada Yudi Krismen," kata Majelis.

Sesuai amar purusan yang dibacakan bergantian oleh para Majelis, terungkap Muslim Amir melanggar kode etik, yakni Muslim Amir tidak menghormati teman sejawat sesama Advokat, serta tidak menempatkan Profesi Advokat sebagai profesi terhormat alias Officium Nobile.

"Saudara Teradu juga berposisi sebagai karyawan RS Hospital. Tetapi, di bagian lain juga terus aktif berpraktek sebagai Advokat," kata majelis.

Menurut majelis, unsur yang memberatkan Muslim Amir selaku Teradu, sering tidak bersikap sopan dalam persidangan.

Sedangkan unsur yang meringankan teradu belum pernah dihukum dan/atau masih baru 5 tahun menjadi Advokat. Sehingga masih bisa dibina untuk menjadi advokat yang baik kedepan".

Ketua Majelis, Firdaus Basyir, M.H., usai sidang, kepada Pers mengatakan, putusan itu sudah sesuai dengan peraturan Kode Etik dan Undang-undang Advokat.

"Majelis sepakat bahwa Teradu memang bersalah dan melanggar Kode Etik Advokat, tetapi majelis berpendapat terpadu masih bisa di bina, tandasnya. (Sumber Yudi Krismen) ***
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas