Headlines News :
Home » » Tak Terima di Beritakan, Oknum Sekdes Sipang Diduga Ancam Wartawan

Tak Terima di Beritakan, Oknum Sekdes Sipang Diduga Ancam Wartawan

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, December 11, 2019 | 3:37:00 PM

HARIANBRANTAS-INHU- Pekerjaan Pers yang ditekuni wartawan merupakan profesi yang sangat mulia. Wartawan memilih profesi sebagai kuli tinta bukan karena mengharapkan imbalan yang sangat fantastis dari pemerintah / swasta, akan tetapi karena memiliki rasa tanggung jawab.

Wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dilindungi oleh undang undang. Namun undangan undang perlindungan wartawan tersebut seakan tidak berlaku bagi oknum pejabat Sekretatis Desa Sipang, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu. Pasalnya, oknum Sekdes Sipang ini tidak terima di beritakan terkait realisasi anggaran dana desa (ADD) yang bersumber dari APBN 2018 lalu.

Sejumlah kegiatan di Desa Sipang diduga menyimpang sehingga sejumlah pihak mengutuk oknum desa yang memanfaatkan nama masyarakat desa.

Perbuatan para oknum pengurus desa tersebut membuat sejumlah awak media di Inhu turun gunung dan memberitakan melalui media masing-masing.

Akibat dari pemberitaan media massa tersebut membuat oknum sekdes kebakaran jenggot dan mengundang sejumlah preman untuk mencoba menganiaya wartawan. Sejumlah ancamanpun dilontarkan oknum Sekdes Sipang kepada wartawan.

 "Iya, oknum Sekdes Sipang itu pukul meja pada saat pertemuan di Kantor Camat" Kata Frestia.


Kejadian ini berlangsung Senin,(9/12) di ruangan Camat Batang Cenaku hingga membuat nyaris mengeroyok kami wartawan.

Parahnya, Sekdes yang dikabarkan merangkap Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK ) saat itu, membawa sejumlah preman, dan diantaranya salah satu pemenang calon kepala Desa Sipang yang baru terpilih beberapa waktu lalu. Padahal oknum Kades terpilih tersebut tidak ada hubungannya dengan pemberitaan kami.

Ketika disinggung ancaman sejumlah preman tersebu dibenarkan ' Frasetia ' dari korban penyerangan rombangan Sekdes Sipang .

“Benar ada penyerangan itu. Para oknum elit desa ini salah sasaran. Pasalnya mereka tuding kita pernah konfirmasi dengan salah satu kepala dusun soal sumur, sedangkan kita hubungi saja tidak pernah begitu juga sebaliknya. Memang pernah kita menghubungi Yusmilar ( Sekdes.red ) dan Pj.Kades Sipang beberapa waktu lalu karena mereka lah yang mempunyai kewenangan sesungguhnya.

Adapunttujuan dan maksud pertemuan kita kemaren di kantor Camat Kuala Cenaku yakni untuk klarifikasi sejumlah kegiatan dan realisasi anggaran Dana Desa ( DD ) Tahun 2018 lalu. Namun, bukannya memberikan klarifikasi tapi upaya pengeroyokan dan pengacaman terhadap kami wartawan. Sekdes itu meninju meja Camat diruangan pak Camat. Bahkan seketika rombangannya ikut serta ingin menyerang wartawan, beruntung tidak terjadi perkelahian.”ucapnya dengan nada kesal.

Dijelaskan lagi, pertemuan tersebut langsung dipimpin oleh Kasi Pembangunan Kecamatan Batang Cenaku dan Pj.Kades Sipang.

Camat Batang Cinaku "Sarman" ketika dikonfirmasi awak media ini membenarkan kejadian tersebut.

"Betul pak, memang ada keributan di Kantor saya antara Sekdes dengan watawan. Masalahnya terkait berita realisasi ADD dari APBN untuk pekerjaan sejumlah pembangunan di desa pada tahun 2018 lalu diantaranya tentang pembuatan tower air untuk masyarakat.

Memang dalam berita dari media onlen menyerap dana Rp. 480.000.000.-. Didalam pemberitaan mark up. Hal itu saya tidak mau cerita, soalnya saya menjabat sebagai Camat tahun 2019 ini. Langsung saja ke desa di cek ujarnya.

Sukirman Pjs Kades Sipang ketika dikompirmasi awak media melalui selularnya mengatakan" betul ada keributan di Kantor Camat,diruangan Camat biasalah tentang pekerjaan pisik desa yang diberitakan. Kalau Sekdes mengambil sesuatu dari pinggang untuk menganiaya wartawan tidak betul ujarnya. 10/12/19. (Pinten S).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas