Headlines News :
Home » » Proyek Box Culvert Jalan Seminai Inhu Menelan Korban

Proyek Box Culvert Jalan Seminai Inhu Menelan Korban

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, December 5, 2019 | 7:42:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Pembangunan infrastruktur di suatu daerah memang sangat dibutuhkan, namun jika pembangunan infrastruktur tersebut berhubungan dengan jalan lalu lintas tentunya si kontraktor harus memperhatikan bahkan harus membuat rambu-rambu jalan atau amdal lalu lintas agar sipengguna jalan mengetahui ada perbaikan jalan sehingga terhindar dari maut.

Seperti yang terjadi di jalan Seminai Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dimana jalan tersebut sedang ada pekerjaan pembangunan box culvert dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab. Inhu.

Hari Rabu 4/12/2019 sekira pukul 07.00 wib, warga Pematang Reba khususnya warga jalan Seminai dihebohkan atas penemuan sesosok mayat berjenis kelamin pria sudah mengapung di atas air di lokasi galian proyek pembuatan box culvert.

Setelah ditemukan identitasnya, ternyata pria naas itu bernama Supriadi (47) merupakan warga Desa Sido Mulyo Kecamatan Lirik Kab. Inhu. Supriadi yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha merek Spin terjungkal kecelakaan tunggal masuk ke dalam galian box culvert diduga kuat akibat tidak adanya rambu-rambu pada proyek box culvert tersebut.

Mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada penemuan sesosok mayat berjenis kelamin di jalan Seminai, personil Polsek Rengat Barat langsung terjun kelokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mencari tahu keluarga korban. Diperkirakan mayat Supriadi membengkak dan mengapung sudah dua hari di dalam air galian box culvert tersebut.

Diketahui, proyek pembangunan box culvert yang memakan korban jiwa tersebut dikerjakan oleh CV. Alif Sania beralamat di jalan Jend. Sudirman Air Molek II Kecamatan Pasir Penyu dengan NPWP : 02.075.940.3-213.000 sebagai konsultan pengawas adalah PT. Baliga Permata Indah beralamat di jalan Seminai.

Kapolres Inhu, AKBP Efrizal Sik, melalui Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran menjelaskan bahwa penemuan mayat itu sekira pukul 07.00 wib pada Rabu (4/12/19) dengan sepeda motor Yamaha merek Spin. Selanjutnya mayat Supriadi dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Pematang Reba guna dilakukan VER.

Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga mengalami kecelakaan tunggal di lokasi proyek pembangunan gorong-gorong yang saat ini masih tahap pekerjaan. Sebab korban hanya mengalami luka lebam di kepala bagian kening.

Namun saat di visum tak ditemukan bekas kekerasan lainya. Sementara, kendaraan roda dua yang ditumpangi Supriadi mengalami rusak cukup parah.

Dari insiden kejadian meninggalnya Supriadi, banyak kecaman dari masyarakat. Sebab, pekerjaan yang dilaksakan oleh CV. Alif Sania tersebut tidak sesuai dengan safety. salah satunya proyek galian tersebut tidak dilengkapi dengan rambu-rambu.

Karna pembangunan tersebut di jalan besar, Salah satunya tidak membuat palang dan pagar pembatas hingga menimbulkan dan menelan korban jiwa, "ucap Meli warga tempatan saat dikonfirmasi, Kamis (5/12).

Raflan sitompul, konsultan pengawas saat dikonfrmasi mengatakan sudah membuat rambu-rambu berupa plang sejauh seratus meter dari lokasi galian. Namun pagar pembatas di lokasi galian gorong-gorong baru kita benahi lagi semalam sore setelah kejadian, "paparnya.

Terpisah, Andre salah satu pengawas dari pihak kontraktor mengatakan bahwa SOP dan safety dari pekerjaan tersebut sudah memenuhi standar, dan hal ini kita sampaikan kepada pihak yang berwajib, "tutupnya.

Haryono selaku Direktur CV. Alif Sania sudah berkali kali di hubungi via selulernya 0813-6530-xxxx tidak aktif sehingga belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini di turunkan. (S.barat)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas