Headlines News :
Home » » Pembangunan Rumah Tapak Datuk Laksamana, Didugaan tidak sesuai Spesifikasi Teknis, Iyon Setuawan: Itu Tanggung Jawab Dinas

Pembangunan Rumah Tapak Datuk Laksamana, Didugaan tidak sesuai Spesifikasi Teknis, Iyon Setuawan: Itu Tanggung Jawab Dinas

Written By HARIANBERANTAS on Friday, December 20, 2019 | 11:12:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Pembangunan Rumah Tapak Laksamana di Desa Muntai Kecamatan Bantan bersumber Dana APBD Bengkalis, Tahun anggaran 2017, senilai Rp. 942.936.000.00,- dan Pembanguan Revitalisasi Datuk Laksamana Kecamatan Bukit Batu Bersumber Dana APBD Bengkalis Rp. 883.688.000.00,-Tahun anggaran 2017, diduga berbaur korupsi. 

Pasalnya, dalam pelaksanaan proyek ini diduga tidak sesuai standarisasi/spesifikasi teknis pekerjaan sebagaimana yang disepakati bersama dari awal. Dugaan korupsi itu mendapat sorotan dari aktivis dan media masa. Hal itu disebabkan kedua paket tersebut diduga telah dijadikan sebagai lahan empuk oleh oknum-oknum tertentu demi kepentingan peribadi atau kelompok tertentu.

Berdasarkan pantauan awak media ini dilapangan khususnya dilokasi proyek Pembangunan Rumah Tapak Datuk Laksamana, di Muntai Kecamatan Bantan, diduga bahan material tidak sesuai standarisasi (SNI) atau tidak mengacu pada sepesifikasi teknis pekerjaan yang telah disepakati dari awal. Kuat dugaan telah terjadi pengurangi volume pekerjaan.


Tim Investigasi dilapangan menemukan bahan material berupa kayu yang diguna diduga tidak sesuai  RAB, berikut rincian bahan material yakni:

1). Dalam RAB kayu untuk Dinding, Lantai, Lambrisiring, seharusnya menggunakan kayu berkalitas (kelas I) sebagaimana yang dipersyaratkan dalam teknis kerja. 

Sementara yang dilaksanakan dilapangan diduga menggunakan kayu yang berkwalitas rendah (Kelas III)

2). DalamRAB, Papan dinding dan lantai harus melalui proses pengeringan, ternyata pelaksanaannya dilapangan sama sekali tidak dilakukan pengeringan. 

Akibat tidak dilakukan pengeringan terlebih dahulu sebagaimana yang dipersyaratkan dalam teknis pekerjaan, kondisi lantai papan bangunan saat ini sangat memprihatinkan dan terlihat berspasi + 1 Cm.

3). Kayu Balok Lantai Dalam RAB harus  menggunakan kayu Kelas I.

Sementara yang terealisasi dilapangan hanya menggunakan jenis kayu kelas II/ Kualitas Rendah. Bahkan saat ini sudah mulai terlihat Retak-Retak dan Pecah.

4). Kusen Pintu/ Jendela serta Daun Pintu/Jendela menggukan kayu kelas II berkualitas rendah.

5). Aksesories Kunci Pintu/Jendela, pemasangannya tidak sesuai teknis pekerjaan sebagaimana mestinya.

6). Pekerjaan Tangga sudah mulai Kropos/Pecah.

7). Menghilangkan Profil Beton pada kolom Tiang.

8). Pekerjaan Lantai Beton Dasar, sudah mulai Retak-Retak dan kasar Akibat Campuran Beton tidak sesuai campuran analisa Beton pada pekerjaan Lantai tersebut.

9). Finishing Pekerjaan Masih Banyak yang belum dikerjakan, seperti Finishing dinding samping tangga, Lantai Beton Dasar, Cat DSB nya.

Menurut informasi dari sumber yang mengetahui proses pelaksanaan proyek pembangunan Rumah Tapak Laksamana di Desa Muntai Kecamatan Bantan tersebut, mengaku bahwa proyek tersebut diduga mark up akibat dari ketidak sesuai angka dengan bangunnya. Harga tinggi kali, angka satuanya asal-asal itu, anggaran proyek itu paling palingmmenghabiskan dana sebesar Rp. 500 juta baru masuk akal
Ditempat terpisah, salah seorang nara sumber yang juga pegawai dinas pariwisata yang layak dipercaya yang tidak disebut namanya kepada media ini mengatakan, kegiatan itu diduga untuk kepentingan para oknum tertentu saja.

Pasalny, anggaran  hampir 1 miliar. Padahal bahan yang digunakan hanya kayu merah. Sebenarnya paket itu di inisiator oleh MS.

MS itu pernah ketemu, tapi setahu saya dia bukan pegawai, bukan anggota dewan, tapi dia ngakunya dia orang dekat bupati atau tim nya bupati, jadi dia yang ngontot memasukan kegiatan itu, alasannya dulu Datuk laksamana telah pernah singgah disitu, maka dibuatlah tapak sejarah, lebih lanjut sumber ini menjelaskan, dulu awal tahun 2018 pernah polisi datang mengantar panggilan mereka, tapi apa tindaklanjutnya gak tau, sebenarnya banyak masalah di dinas itu, ungkapnya.

Bukan itu saja hal yang sama diduga terjadi terhadap pelaksanaan Pembanguan Revitalisasi Datuk Laksamana Kecamatan Bukit Batu Bersumber Dana APBD Bengkalis Nilai Kontrak Rp. 883.688.000.00,-Tahun anggaran 2017, diduga dikerjakan tidak sesuai standarisasi/spesifikasi teknis pekerjaan yang telah disepakati bersama dari awal,  

Pelaksanaan Pembangunan Revitalisasi Datuk Laksamana Kecamatan Bukit Batu Kab. Bengkalis. Seharusnya mengacu pada
a. Standar pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan pada seluruh pekerjaan RKS seharusnya berpedoman pada persyaratan nasional yang berlaku atas jenis- jenis pekerjaan.

b. Syarat Teknis Pekerjaan maupun penjelasannya sudah disepakati pada Gambar-Gambar Rencana dan Perubahan yang telah disetujui dan disahkan serta rincian lainnya yang tercantum dalam RAB yang telah disetujui waktu pekerjaan ( Aan Widjzing) yaitu:

Ternyata yang terealisasi dilapangan, Semua Jenis pekerjaan kayu yang digunakan, diduga tidak mengacu pada Spesifikasi Teknis Pekerjaan yang direncanakan.

Jenis-jenis pekerjaan kayu kelas I yang tercantum dalam  RAB Pekerjaan, dilapangan hanya memakai kayu kelas II yang kurang bagus dan tidak sesuai dalam Spesifikasi Teknis Pekerjaan, Untuk Pekerjaan Atap Dalam RAB.

Seharusnya pekerjaan atap adalah Genteng, lantai Keramik. Sedangkan yang terlaksana dilapangan memakai atap Multi Roof, Untuk Pekerjaan Cat Kayu dan dinding Beton tidak memakai Flamir terlebih dahulu. Sedangkan pengecatan akhir untuk pekerjaan kayu hanya memakai kwas saja dan tidak menggunakan Compresor seperti yang dibutuhkan pada pekerjaan tersebut.

Sayangnya surat klarifikasi/konfirmasi yang dilayangkan wartawan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan,  Kepemudaan dan  Olahraga Kabupaten Bengkalis pada tanggal 17 Juli 219, tidak ditanggapi, begitu juga pada bulan oktober 2019,  wartawan ini melayangkan surat klarifikasi kepada pihak dinas pariwisata namun sampai saat ini tidak ada balasan.

Selain itu, ketika dikonfirmasi kepala dinas pariwisata kebudayaan, kepemudaan dan olahraga kabupaten bengkalis H.ANHARRIZAL, diruang kerjanya beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa surat klarifikasi/konfirmasi tersebut sudah disposiskan sama sekertaris, tutupnya.

Sedangkan sekertaris pariwisata Andris wasono, melalui pesan singkat, selasa 03/12/2019, mengatakan,  saya dah sampaikan ke KPA-Nya pak, karena saya tidak tahu masalah itu, jadi yang bisa menjelaskan KPA-Nya.

KPya  sendiri belum ada mengkonfirmasi masalah ini sama saya pak, 

Demikian juga yang dijelaskan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Iyon Setiawan, S.Sos. Ketika dikonfirmasi media ini diruang kerjanya (15/12/2019) seharusnya yang menjawab itu, adalah dinas,” kegiatan itu saya tidak tau persis, saya hanya menerima laporan dari PPTK, karena saya hanya membantu, seharusnya KPA nya  sebelum seharusnya di bidang budaya, karena mereka tidak mau jadi Kpa, maka saya tiperintahkan oleh atasan Plt. Kepala dinas (Tengku Ilyas), untuk lebih jelasnya Tanya sama PPTK nya. (NIZAM) yang tau persis bagaima-bagaimana nya itu, PPTK, karena dilapangan itu dia, jelas Iyon Setiawan.

Begitu juga dijelaskan PPTK (NIZAM) Viat sambungan selulernya, saya sudah ikut aturan pak, saya tidak ada bermain apa-apa disitu, yang jelas sudah saya sudah ikuti aturan, karena tidak ada pemeliharaan aja nya itu. Waktu itu sudah saya sampaikan agar proyek itu dipeliharaan, tapi tak ada pemeliharaan. Ungkapnya. (Tehe)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas