Headlines News :
Home » » Keluarga Korban Minta Polisi Sidik Pemimpin Proyek Maut Milik Dinas PUPR Inhu

Keluarga Korban Minta Polisi Sidik Pemimpin Proyek Maut Milik Dinas PUPR Inhu

Written By HARIANBERANTAS on Sunday, December 8, 2019 | 9:28:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU- Suhadi (55) warga jalan Beringin Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menuding CV. Alif Sania ( CV.AS ) selaku pelaksana proyek pembuatan box culvert milik finas PUPR di jalan Seminai sebagai penyebab utama kematian adik iparnya almarhum Supriadi.

Sejak dilakukan penggalian tidak ada rambu-rambu lalu lintas yang dipasang oleh kontraktor, tapi hanya sebatas menggunakan ranting-ranting kayu kering yang dilintangkan di jalan seakan akan bekas tebangan kayu. Seharusnya pihak kontraktor memasang rambu-rambu lalu lintas bahaya yang sangat jelas karena malam hari tidak nampak, "kata Suhadi dengan nada kesal kepada awak media ini, Sabtu (7/12) di rumahnya.

Menurut Suhadi, laka lantas tunggal yang dimenimpa adik iparnya itu diperkirakan sekira pukul 23.45 wib Selasa (3/12/2019) malam Rabu setelah berpamitan pulang dari rumahnya.

Almarhum Supriadi mengendarai sepeda motor menuju simpang empat jalan Seminai ke arah Rumah Tahanan (Rutan).

Pasti almarhum Supriadi tidak menyadari atau tidak mengetahui ada lubang besar galian pihak kontraktor di tengah jalan  yang berisi air setelah diguyur hujan, membuat alm serta kendaraanya terperosok masuk ke dalam lubang maut galian tersebut. Almarhum itu kan bukan orang sini. Lagi pula warga setempat tidak ada yang tahu kalau ada orang masuk galian box culvert itu.

Semua itu mutlak kesalahan dari pihak kontraktor yang lalai tidak memasang rambu-rambu lalu lintas agar pengguna jalan tahu bahwa sedang ada perbaikan jalan.

"Tidak mungkinlah adik iparku masuk ke lobang galian itu kalau ada rambu-rambu lalu lintasnya, "sebut Suhadi.

Saya selaku abang ipar almarhum Supriadi meminta kepolisian Inhu agar mengusut tuntas kasus ini. Saya tidak terima adik iparku mati konyol begitu saja.

Sejak kejadian tidak ada pihak kontraktor dan dinas PUPR yang datang ke rumah untuk meminta maaf kepada keluarga besar korban. Enak saja itu kontraktor dan dinas PUPR, Nyawa orang melayang, tapi meminta maaf pun tidak mau, "ucapnya dengan kesal.


Hal senada juga sampaikan Sucuati (53) kakak kandung almarhum Supriadi, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya musibah yang dialami adiknya akibat proyek maut milik dinas PU Inhu. Menurutnya, mulai dari kejadian sampai pengebumian jenasah almarhum, pihak perwakilan kontraktor dan dinas PU inhu tidak pernah datang ke rumah keluarga korban sampai sekarang.

Mereka yang buat kelalaian terhadap aturan, namun pura-pura tidak tahu atau masa bodoh. Kami dari keluarga memang sudah mengihklaskan kepergian almarhum. Tapi setidaknya dia (kontraktor dan PU-red) datang menyampaikan kesadarannya" sebutnya sambil menangis.

Terpisah, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat, Aiptu Baharudin mengatakan sewaktu saya di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), sekitar 10 meter kiri kanan tidak ada saya lihat palang atau rambu-rambu. Memang, kalau ada proyek atau perbaikan jalan di jalan lintas yang setiap harinya dilalui orang, mestinya harus ada tanda-tanda atau palang.

Tujuanya, agar sipengguna jalan tersebut mengetahui sedang ada perbaikan jalan. Kalau di proyek box culvert jalan Seminai yang memakan korban itu memang tidak ada.

Selama saya jadi Bhabinkamtibmas di Pematang Reba ini, belum pernah ada kontraktor yang berkoordinasi sama saya kalau sikontraktor ada proyeknya di wilayah Pematang Reba, "sebutnya kepada awak media ini, Sabtu (7/12) di Pematang Reba.

Sementara, Lurah Pematang Reba, Sudarman, SE mengatakan proyek yang berada di jalan lalu lintas harus ada rambu-rambu jalan dan juga kayu pembatas. Setidaknya kayu pembatas itu dipasang sekitar 200 -300 meter dari tempat proyek. Selain itu, di kiri dan kanan jalan harus dipasang pembatas.

Kalau musim hujan kadang penglihatan pengemudi bisa terganggu dan galian tertutup, begitu juga kalau malam hari. Nah, itu bisa menjadi pemicu jatuh korban. Bisa juga menggunakan seng atau papan sebagai pembatas dengan warna yang mencolok lalu dipasang lampu agar terlihat bagi pengguna jalan, "sebutnya, Sabtu (7/12) siang di Pematang Reba.

Menurutnya, penerapan sistim keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek pembuatan box culvert yang dikerjakan oleh CV. Alif Sania itu belum memenuhi standart. Ketika ditanya apakah sikontraktor ada berkoordinasi dengan pihak kelurahan ? Ada, tapi hanya secara lisan. Saya sudah bilang, agar dibuat secara tertulis. Sampai terjadi peristiwa itu belum ada saya terima suratnya, "ucapnya.

Ia berharap kepada dinas terkait untuk mengevaluasi proyek tersebut agar tidak terjadi lagi korban jiwa. Masalahnya, sikontraktor itu memutus badan jalan itu. Pada hal, setiap harinya kendaraan lalu lalang melintas jalan Seminai.

Dalam dekat ini, saya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR selaku dinas terkait. Nantinya akan saya pertanyakan apakah sudah ada berkoordinasi dengan Dishub dan juga Satlantas Polres Inhu, "pungkasnya.

Sebelumnya, Rabu (4/12) sekira pukul 07.00 wib ditemukan jasad Supriadi (41) warga Desa Sidomulyo Kecamatan Lirik Kab. Inhu sudah mengapung di atas air dalam galian proyek box culvert di jalan Seminai Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat, Inhu.

Saat itu Supriadi mengendarai sepeda motor jenis Yamaha merek Spin BM 5861 BZ habis pulang dari rumah saudaranya di jalan Beringin Pematang Reba sekira pukul 23.45 wib melaju dari simpang jalan Seminai menuju tembus keluar ke arah Rumah Tahanan (Rutan) Pematang Reba.

Diketahui, proyek pembuatan box culvert jalan Seminai Pematang Reba itu dikerjakan oleh CV. Alif Sania beralamat di jalan Jend. Sudirman Air Molek II Kecamatan Pasir Penyu dengan konsultan pengawas PT Baliga Permata Indah.

Hinggabberita ini diturunkan, pihak kontraktor dan dinas PUPR Inhu serta pihak penyidik Polres Inhu belum terkonfirmasi.

Penulis : S. Barat

Editor : B. Annas


Pembaca setia silahkan beri komentar pada kolom di bawah ini. 
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas