Headlines News :
Home » , » Diminta Aparat Hukum Tangkap Kepsek SMAN 2 Langgam Cs Terduga Pelaku Pungli Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Diminta Aparat Hukum Tangkap Kepsek SMAN 2 Langgam Cs Terduga Pelaku Pungli Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Written By HARIANBERANTAS on Monday, December 16, 2019 | 12:25:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Aparat hukum dituntut segera menangkap oknum Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Langgam bersama kroni-kroninya yang diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) secara tidak wajar sejak 2018 s/d 2019 akhir.
Salahsatu buku sebagai bukti pungutan pihak Sekolah dan Komite

Terungkapnya kasus dugaan pungli ini ketika sejumlah orang tua/wali bumrid mendatangi kantor berita www.harianberantas.co.id di Pekanbaru-Riau, Minggu (15/12/2019) sore.

Para orang tua/wali murid kepada pimpinan redaksi www.harianberantas.co.id mengucapkan nasib anak mereka yang dijadikan ladang cari uang demi memperkaya diri atau kelompok oknum Kepsek SMAN 2 Langgam berinisial RH bekerjasama dengan Komite selama ini secara paksa.

Biaya yang harus kami bayar yakni untuk  SPP kelas 10 SMA sampai dengan kelas 12  Rp. 48.000,00.- per bulan, bukan hanya itu, khusus kelas tiga bayar uang Les / Terobosan Rp. 30.000,00.- per siswa setiap bulannya.

"Pungutan itu dibawah kendali Kepsek berisial RH dan Komite telah membuat buku tagihan dan wajib di bayar. Jika tidak di bayar anak kami akan terancam yang pastinya anak kami dipersulit sehingga tidak naik kelas bahkan tidak lulus ujian akhir nasional" ungkap salah satu wali murid yang tidak menyebutkan namanya dengan mengeluarkan air mata.

Ketika pimpinan redaksi mempertanyakan, kenapa tidak melakukan upaya keberatan atau melaporkan ke pihak berwajib? 

Para wali murid serentak menjawab jika mereka takut jika anak mereka di permasahkan oleh pihak sekolah. Meskipun ada Komite disekolah itu, namun sepertinya mereka juga kerjasama untuk mencari keuntungan.

"Iya takutlah kami keberatan, apalagi mereka itu kerjasama" Tambahnya sambil menunjukkan buku tagihan pungli.

Secara terpisah, Kepsek SMA Negeri 2 Langgam, Kabupaten Pelalawan, berisial RH, ketika dikonfirmasi pimpinan redaksi www.harianberantas.co.id, membenarkan dugaan pungli tersebut.

 "Iya, benar ada kami lakukan pungutan kepada anak sekolah sejak tahun 2018 s/d 2019 akhir ini. Dan saya sudah berhentikan pungutan (Pungli, red) itu dan saya akan berhentikan saja guru honorer Komite itu dari pada ribut terus" Katanya, 

RH menjelaskan, kegunaan uang itu untuk gaji guru honorer Komite sebanyak 4 orang dan biaya kegiatan Pramuka dan hari besar lainnya. Pungkasnya.

"Karena rubut dan banyak wartawan dan lsm yang mempertanyakan, makanya saya hentikan pungutan tersebut. Saya berhentikan juga guru honorer Komite itu" Tambahnya dengan bahasa agak kesal.

Informasi lain, oknum Kepsek SMAN 2 Langgam itu, diduga tidak hanya bekerjasama dengan komite, akan tetapi juga ada bekerja sama dengan pihak lain baik okmum penegak hukum, oknum LSM dan oknum Wartawan sebagai benteng perlindungannya. Sehingga tak heran jika dirinya (RH, red) tidak tersentuh hukum selama menjabat sebagai Kepsek.

Pasalnya, mustahil jika dana BOS tak pernah cukup dari pemerintah untuk biaya yang dibutuhkan pihak sekolah. Akantetapi masih saja oknum Kepsek, Cs melakukan pungli kepada seluruh anak Disdik sebesar Rp. 10 Juta lebih untuk keseluruhannya. Kata Bowonaso Laia yang akrab disapa B. Annas itu.

Oleh sebab itu aparat hukum segera turun untuk melakukan penyelidikan dan penyidikkan dan segera menangkap oknum Kepsek dan kawan kawannya yang sangat jelasa jelas melakukan dugaan pungli tersebut. Pinta Annas. 

B. Annas menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan menurunkan timnya dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi dan anggota LBH untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Kata pemimpin LSM KPK yang merangkap Sekjend LBH H.M.FAOZANOLO LAIA tersebut.

Perlu diketahui, B. Annas Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas yang kerap membongkar kasus korupsi luar biasa di Riau selama ini, secara tegas menyatakan akan mengutuk oknum yang berenang senang diatas penderitaan masyarakat Pelalawan selama ini.

"Iya 

(Red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas