Headlines News :
Home » » Diduga CV. BB Tak Becus, Pj. GM PT PN V Sei Buatan / Lubuk Dalam Siak Tolak Bahan Material

Diduga CV. BB Tak Becus, Pj. GM PT PN V Sei Buatan / Lubuk Dalam Siak Tolak Bahan Material

Written By HARIANBERANTAS on Saturday, December 7, 2019 | 1:07:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Sejumlah kontraktor/Vendor konstruksi di lingkungan PTPN V Wilayah Riau dinilai tak becus.

Sejumlah proyek milik plat merah Indonesia diduga menjadi ajang manfaat para oknum pengusaha untuk meraup keuntungan yang lebih besar diluar ketentuan perjanjian dalam kontrak kerja.

Hal tersebut terungkap ketika Pj GM Manager PT PN V daerah Sei Buatan / Lubuk Dalam Siak, M Arief Rambe, ketika melakukan pengecekan dilapangan.

Usai tiba di lokasi Arief bagaikan dusambar petir disiang bolong. Arief sangat kaget melihat tumpukan sertu dipinggir jalan.

Arif tak senang lalu ke esok harinya kembali mengecek lokasi kegiatan tersebut.

Dilokasi itu Pj GM PTPN V Sei Buatan/Lubuk Dalam, M Arief Rambe, kembali memergoki oknum kontraktor/vendor nakal ( CV BB, red) yang membawa sertu sebanyak tiga truk dengan kapasitas masing masing kurang lebih 13 ton/Truk. Setelah di cek M. Arif, langsung memerintahkan untuk dibawa pulang kembali karena tidak sesuai kontrak.

M.Arief sangat marah besar pada CV BB itu. Pihaknya akan memanggil oknum pengusaha nakal tersebut.

"Kita segera panggil vendornya (Kontraktor,red) bila perlu di backlist. Saya usulkan di masukkan saja di daftar Hitam perusahaan nakal itu."  Imbuhnya melalui ketua LSM Perkara Freddy.

Freddy juga membenarkan pemulangan tiga truk dengan kapasitas 13 Ton per unit truk yang berisikan bahan material berupa sertu untuk keperluan pemadatan/pengerasan jalan lingkungan perkebunan milik PTPN V di Buatan kemaren.

"Benar, informasinya ada 3 (tiga) truk yang ditolak Pj GM dan di pulangkan kembali ke Vendor/kontraktor karena tidak sesuai"  Kata Freddy kepada awak media mewakili Pj. GM  PTPN V Sei Buatan.

Freddy mengacung jempol kepada Pj GM PTPN V Sei Buatan, M Arief Rambe, yang langsung melakukan penolakan secara tegas. Beliau pantas jadi contoh bagi pemimpin lainnya.

Freddy menambahkan, terkait proyek yang dikerjakan CV BB merupakan pekerjaan peningkatan mutu jalan berupa sirtu sebesar 2,161 M3 yang disediakan di kebun Sei Buatan PTPN V.

"Penjual ini dari awal jelas jelas menyetujui kontrak pada saat itu. Namun, saat ini kita melihat sirtu itu mengandung lumpur. Padahal dalam kontrak campuran sirtu itu harus mengandung 30 persen pasir dan 70 persen kerikil, itu yang sesuai kontrak," tambahnya.

Selain itu, cara kerja yang dilakukan vendor tersebut tidak menerapkan SOP yang sesungguhnya. Seharusnya sirtu tersebut dikerjakan dengan cara buang berserakan bukan ditumpuk.

"Kami melihat mereka menurunkan sirtu dengan cara ditumpuk di pinggir jalan, ini juga sudah menyalahi perjanjian dalam kontrak kerja sebagaimana perjanjian awal"

"Saat kita koordinasi dengan Pj GM PTPN  V Sei Buatan, ternyata beliau (Arief,red) sudah mengecek ke lapangan sebelumnya, beliau juga sudah tahu dengan turun langsung ke lokasi. Ucapnya

"Kita minta pihak PTPN V Pekanbaru agar tidak membayar kegiatan tersebut bila tidak sesuai ketentuan"

Kita berharap untuk mengbacklist sejumlah perusahaan nakal yang ada di PTPN V selama ini. Sebab kejadian ini bukan hanya kali ini saja bahkan sejumlah perusahaan lainnya. Jelasnya dengan kesal.

Sementara pihak pimpinan CV BB saat dihubungi awak media melalui telepon selulernya pada Rabu (4/12/2019) tak diangkat, begitu juga pesan WhatsApp hanya di baca, namun tak ada balasannya.

Hingga berita ini diturunkan pimpinan CV BB belum memberikan jawaban atas pertanyaan wartawan. (Redaksi)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas