Headlines News :
Home » , » Bupati Inhu H.Yopi Arianto,SE., Resmikan RSUD Indrasari

Bupati Inhu H.Yopi Arianto,SE., Resmikan RSUD Indrasari

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, December 19, 2019 | 11:20:00 AM


HARIANBERANTAS, INHU- Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto, SE., resmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari  berada di Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragi Hulu, Provinsi Riau.
Bupati Inhu H.Yopi Arianto,SE., saat memotong Pita tanda RSUD Indrasari secara resmi beroperasi

Peresmian ini dilakukan setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang hingga akhirnya dapa diresmikan oleh orang nomor satu di Inhu.

Perlu di ketahui, bahwa RSUD Indrasari sebelumnya berada di Kota Rengat Kecamatan Rengat (sekarang Puskesmas Rawat Inap Sipayung Rengat) yang berdiri pada tahun 1965 bertepatan dengan ditetapkannya Kota Rengat Sebagai Ibukota Kabupaten Indragiri Hulu sesuai dengan Undang–undang Nomor : 6 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah tingkat II Indragiri Hulu.

Bangunan RSUD Indrasari saat ini sangat megah layaknya rumah sakit pemerintah lainnya. Rumah Sakit Umum Indrasari Rengat juga diharapkan oleh Bupati Indragiri Hulu, H Yopi Arianto SE mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh pasien khususnya masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu dan sekitarnya, mencakup upaya peningkatan kesehatan (promotif), upaya pencegahan penyakit (preventif). Upaya pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dengan terpadu, merata itu agar berkesinambungan terkhusus pasien yang memakai asuransi kesehatan maupun pasien tidak mampu (pasien miskin).
 
Acara Penyambutan kedatangan Bupati Inhu H.Yopi Arianto,SE.,
Keberadaan RSUD Indrasari yang menjadi sentral rujukan kesehatan itu, saat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Berbaikan dan pembenahan, baik dalam bentuk fisik maupun tenaga medis, terus dilakukan guna mewujudkan pelayanan prima terhadap masyarakat.

Penggunaan alat kesehatan yang canggih menjadi nilai tambah bagi RSUD tersebut. Salah satunya ketersediaan alat kesehatan berupa CT Scan dan USG 4 Dimensi di ruang radiologi.
Tak tanggung-tanggung, peningkatan pelayanan RSUD tersebut juga telah diakui oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang menetapkan RSUD Indrasari  sebagai rumah sakit terakreditasi Perdana.
 
Bupati Inhu H.Yopi Arianto,SE., turun dari tangga usai keliling melihat kondisi RSUD Indrasari yang baru saja di Resmikan
Direktur RSUD Indrasari, drg. Sri Dharmayanti mengatakan, bahwa saat ini RSUD Indrasari telah memperoleh Akreditasi RS Perdana dari KARS Jakarta. 

"Atas hal itu, kedepan kita akan terus berbenah dan meningkatkan pengelolaan pelayanan, dan target kita selanjutnya yakni Akreditasi Paripurna," ujarnya.

Lebih jauh Sri Dharmayanti menelaskan, dalam melayani pasien yang masuk ke RSUD, pihaknya dibantu oleh 36 dokter. Dari jumlah tersebut, 19 diantaranya merupakan dokter spesialis dari 11 bidang spesialis yang tersedia. Bahkan pada tahun 2019 ini RSUD Indrasari juga menambah 1 dokter spesialis bedah mulut.
 
Buapti Inhu H.Yopi Arianto,SE., saat menyalami masyarakat Inhu dan para undangan di halaman RSUD Indrasari
Selain didukung tenaga dokter, medis dan administrasi yang handal, pelayanan RSUD Indrasari juga didukung oleh peralatan medis yang mumpuni dan modern, seperti alat cuci darah atau Hemodialisa sebanyak 4 unit serta sarana pendukung lainnya seperti tersedianya 7 ruang perawatan yang terdiri dari, ruang ICU, ruang bedah, penyakit dalam, anak, kebidanan dan VIP serta Perinatologi. Pada tahun 2018 yang lalu, RSUD Indrasari juga membangun Main Hall yang didalamnya digunakan untuk gedung administrasi, UGD, Radiologi, dan laboratorium.

Wanita yang akrab disapa Bu Yanti ini juga mengungkapkan, atas semua prestasi dan kemajuan yang telah dicapai pihak RSUD, tidak serta merta membuat managemen berpuas diri, dan akan terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien atau masyarakat.

Terhadap pelayanan pasien kurang mampu, pihaknya tidak ada batasan atau perbedaan antara pasien umum dengan pasien kurang mampu. Dan saat ini, pelayanan terhadap pasien kurang mampu tersebut, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Melalui kerjasama itu, RSUD Indrasari setiap bulanya harus menggelontorkan dana kurang lebih Rp2,2 miliar untuk mengatasi pembayaran klaim BPJS Kesehatan tersebut.

Tidak hanya terhadap pasien rawat inap, inovasi peningkatan pelayanan juga dilakukan RSUD Indrasari terhadap pasien rawat jalan. Dan untuk mempermudah dan mempercepat pendaftaran bagi pasien rawat jalan, pihaknya mengaku telah menyediakan sarana pendaftaran melalui SMS dan WhatsApp melalui nomor 081378985003.

Bukan itu saja lanjut Bu Yanti, bagi pengunjung atau keluarga pasien, pihaknya juga berupaya menciptakan rasa nyaman, dimana bagi keluarga pasien yang jauh disiapkan tempat inap dengan biaya yang sangat terjangkau, yakni Rp30 ribu per malam.

Kemudian untuk menciptakan rasa aman, terutama terhadap kendaraan yang dibawa oleh pasien maupun keluarga pasien. Pihak RSUD Indrasari melakukan pengelolaan parkir berbasis modern dengan sistem elektrik. Dengan pengawasan petugas yang terlatih ditambah sarana pengamanan kamera pengintai, tentunya akan mampu meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

Tidak sampai disitu, pada tahun 2018 yang lalu, managemen RSUD Indrasari juga telah melakukan pemurnian air yang siap konsumsi dengan mengoperasikan peralatan Revers Opmosis (RO).

"Sistim pemurnian air dengan peralatan RO ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air mineral bagi RSUD Indrasari, dan bahkan bila memungkinkan kedepanya pihak RSUD akan memproduksi air mineral kemasan untuk dipasarkan," jelas Bu Yanti.

Selain RSUD Indrasari, pembenahan dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di setiap Puskesmas yang ada juga terus ditingkatkan Pemkab Inhu. Salah satu upaya tersebut adalah akreditasi Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Elis Julinarti, DCN, M.Kes mengatakan dari 20 Puskesmas yang tersebar di 14 kecamatan di Inhu, sedikitnya
sudah delapan Puskesmas yang dinyatakan terakreditasi.

Diantaranya, Puskesmas Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida, Puskesmas Sungai Lala, Puskesmas Kuala Cenaku, Puskesmas Sipayung Kecamatan Rengat, Puskesmas Seberida Kecamatan Batang Gansal, Puskesmas Pekanheran Kecamatan Rengat Barat, Puskesmas Peranap, dan Puskesmas Air Molek Kecamatan Pasir Penyu.

Disebutkan Elis, kesehatan merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat. Dan pemerintah memiliki kewajiban utama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Dengan demikian, hal itu lah yang membuat Bupati Inhu, H. Yopi Arianto, lebih memprioritaskan kesejahteraan dan masyarakatnya. Sesuai visi-misi "Menuju Indonesia Sehat 2020 dan Inhu Sejahtera 2021" tutur Elis. (Adv Diskominfo Inhu)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas