Headlines News :
Home » , » Kepala Sekolah SMPN 02 Bengkalis Bersama Ketua Komite Diduga Lakukan Pungli, Diminta Aparat Hukum Usut Tuntas

Kepala Sekolah SMPN 02 Bengkalis Bersama Ketua Komite Diduga Lakukan Pungli, Diminta Aparat Hukum Usut Tuntas

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, November 28, 2019 | 9:07:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Kepala sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 02 Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau bekerja sama dengan ketua Komite diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada siswa/siswi seberar Rp.100.000,00.’ (Seratus Ribu Rupiah) dengan alasan untuk renovasi gedung sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 02 Bengkalis, Tukimin saat di wawancarai wartawan (Tehe/Tim)

Berdasarkan surat edaran yang senghebohkan masyarakat dari pihak sekolah SMN 02 Bengkalis melalui ketua Komite yang ditunjukan kepada orang tua/wali murid Kelas VII A SMPN 02 Bengkalis, meminta untuk segera menyetor uang Rp.100 Ribu Rupiah.

Berikut isi surat edaran kepala sekolah SMPN 02 Bengkalis tersebut, sebagai berikut:

Sesuai hasil kesepakatan bersama wali murid diminta mengumpulkan dana sebesar Rp. 100.000 per-orang dan paling lambat pembayaran pada tanggal 15 Oktoer 2019.

Adapun rencana renovasi untuk pertama kali ialah Cat dinding sekolah, pemberian Gorden Jendela, dan pemasangan kipas angin. Berhasil tidaknya program ini sangat bergantung dari peran kita sebagai orang tua. Semoga program ini terlaksana dengan baik dan anak-anak kita dapat nyaman berada dikelas dan dapat menerima pelajaran dengan baik. 

Sementara orang tua/wali murid yang tidak mau disebut namanya kepada media ini mengatakan, pungutan yang dibebani kepadamereka sangat memberatkan. Rapat yang dilakukan pihak sekolah hanya akal-akalan saja, bahkan pada saat rapat pihak sekolah bersama komite meminta uang sebesar Rp. 100 ibu dan tidak boleh ditawar lagi karena kami takut anak kami dipersulit kami tidak banyak komentar.

Ketika ditanya, kenapa tidak mengajukan keberatan?

“Kami telah mengajukan keberatan, namun tidak di gubris” Jawabnya

Kami orang tua/wali  murid, memang sangat memberatkan karena sudah dipatok Rp 100 ribu,- kami ini bukan orang berduit, pendapatan  untuk biaya hidup sehari-hari saja kadang tak cukup, belum lagi biaya anak sekolah dan lain-lainnya, Katanya dengan sedih.

“Kalau di patok itu namanya bukan sumbangan tapi pemaksaan (Pungli). Sumbangan itu kan suka rela dan nominalnya tidak ditentukan bahkan jika tidak ada yang mau menyumbangkan juga tidak dipaksakan tanpa sanksi apapun. sedangka  pihak sekolah mematok nilainya” Imbuhnya.

Sangat lucu memang, Kabupaten Bengkalis terkenal kaya raya, sanking kayanya, batupun dilapis emas dimata orang luar. Padahal kenyataannya warganya banyak yang miskin, bangunannya banyak swadaya seperti sekolah ini kami yang merenovasinya.

Sumber menambahkan, surat hasil kesepatan rapat komite yang di edarkan kepada orang tua/wali murid, itu  hanya melegalkan yang tidak legal, artinya supaya pihak sekolah tidak terlibat apa bila jika ada masalah, seakan-akan itu insiatif dari orang tua murid, sementara ide itu dari pihak sekolah itu sendiri, 

Lebih lanjut sumber ini mengatakan, secara logika, dalam kondisi ekonomi masyarakat yang sangat serba kekurangan saat ini, apa mungkin ada orang tua/wali murid yang mau menambah bebannya dengan mengutamakan untuk merenovasi pembangunan sekolah yang seharusnya itu tanggung jawab pemerintah Bengkalis, kesal sumber ini mengakhiri,

Secara terpisah Kepala SMPN 02 Bengkalis, Tukimin. SP, M.Pd, rabu 27-11-2019, saat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya,  mengatakan, itu sebelumnya saya tidak tahu, ada dua orang yang datang disini, saya panggil ketua komite, menurut keterangan ketua komite, itu kesepakatannya antara orang tua murid karena disetiap kelas disekolah ini ada paguyuban kelas. Elaknya

Jadi, tambah Tukimin, itu keinginan orang tua/wali murid, bisa aja itu kalau masyarakat ikut peran serta membangun sekolah hal seperti itu bukan hanya disekolah ini saja, kalau bapak mau semua sekolah melakukan hal yang sama. Katanya

Ketika awak media menanyakan apakah pemerintah kabupaten bengkalis tidak memperhatikan sekolah yang dipimpinnya. Tukimin, mengatakan, kurang pak seharusnya pemerintah itu mempersiapkan dan memenuhi kelengkapan sekolah ini, tapi itu kenyataannya, kami saja pening, kami disini mandiri semua kami yang persiapkan, waktu Ujian Nasional saja saya sewa genset untuk mengatisipasi lampu jika mati, pening pak, kalau bapak jalan kesana masih banyak sekolah yang tidak ada computernya, bebernya

Ditempat terpisah salah seorang aktivis bengkalis mengatakan, dalam undang-undang atau aturan apapun pasti tidak ada yang mengatur bahwa wali murid diwajibkan untuk merenovasi pembangunan pemerintah termasuk sekolah

Cara-cara pihak sekolah saat ini berbagai modus dilakukan dengan bertopeng dibelakang komite sekolah untuk melakukan pungutan liar kepada wali murid agar pihak sekolah bisa terlepas jika ada protes dari pihak lain seperti media, lsm dan terutama aparat hukum.

Larangan itu jelas-jelas sudah ada sesuai instruksi/larangan dari pemerintah kabupaten bengkalis melalui kepala dinas pendidikan menyatakan bahwa sekolah dilarang keras melakukan pungutan dan mebebani wali murid dalam bentuk apapun. Sementara larangan itu tidak pernah berlaku kepada pihak sekolah-sekolah didaerah ini.

Sebenarnya bantuan pemerintah untuk pendidikan melalui Dana Bos dan Bosda, untuk setiap sekolah cukup besar. Nah pertanyaanya, Dana Bos dan Bosda itu dikemanakan?

Kita minta kepada Bupati Bengkalis agar mengevaluasi kinerja para kepala sekolah yang tidak mampu menjalankan tugasnya dan doyan melakukan pungli, pintanya.

Diminta aparat hukum segera melakukan penyelidikan/penyidikkan dan segera memeriksa secara hukum oknum pihak sekolah dan komite sekolah yang diduga telah melakukan pungli kepada para orang tua/wali murid. Uang yang dipungut tersebut telah melanggar aturan hukum yang berlaku.

Sedangkan Komite Sekola Suparno belum berhasil di konfirmasi dikarenakan yang bersangkutan tidak bisa dihubungi, (Teh)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas