Headlines News :
Home » » Diduga PT. Alam Sari Kangkangi Undang Undang

Diduga PT. Alam Sari Kangkangi Undang Undang

Written By HARIANBERANTAS on Friday, November 15, 2019 | 10:20:00 PM

HARIANBRANTAS, INHU- Hasil Mediasi Disnaker Inhu melaksanakan mediasi antara PT. Alam Sari dengan Karyawan di ruang mediator Disnakertrans Inhu.
Suasana saat mediasi
Puluhan hingga ratusan orang karyawan mengadu ke Disnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau, atas perbuatan pihak manajemen PT. Alam Sari yang melakukan Take over ke PT. Mentari yang terletak di Desa Paya Rumbai Kecamatan Seberida Inhu.

Dalam mediasi tersebut dihadiri 3 orang perwakilan Pt. Mentari, Kabid PHI dan 20 orang perwakilan karyawan, Kamis, (14/11/19).

Mediasi antara Perusahaan dengan Karyawan di Disnaker Inhu, tidak mendapat kesepakatan/kesimpulan, karena Perusahaan mengajukan hanya sesuai keinginannya (mencla-mencle) bukan mengacu pada Undang Undang ketenaga kerjaan.

Bukan itu saja, bila karyawan sepakat, perusahaan usulkan yang tidak masuk akal. Dimana, pesangon karyawan dibayar secara cicil sampai 6 kali bayar. Inilah akal bulus perusahaan.

Budi HRD perusahaan mengatakan" Perusahaan akan membayar pesangon buruh harian tetap dan lepas serta Karyawan.

Artinya, buruh lepas yang dikerjakan dibawah 20 hari kerja dan yang hanya 7 hari kerja dalam 1 bulan, buruh harian tetap yang bekerja diatas 20 hari kerja dalam sebulan.

Perusahaan akan membayar pesangon; yang bekerja 3 tahun kebawah akan dibayar 1 bulan gaji, karyawan 3 tahun sampai 10 tahun kerja akan dibayar pesangon 1,5 bulan gaji. Pembayaran pesangon dicicil sampai 6 kali bayar ujarnya.

Rusman perwakilan Karyawan mengatakan "Awal pertemuan sudah jelas usulan karyawan sesuai undang undang pasal 163  tentang tenaga kerja sudah jelas. Sebenarnya Stateman perusahaan yang membayar sesuai dengan keinginannya. Kita harapkan profesionalnya yang masuk akal.

Kalau hanya 1 bulan saja saya kira tidak manusiawi, dan pesangon dibayar 6 kali kami tidak terima.

Selain itu tambahny, Bpjs kesehatan dan bpjs tenaga kerja di slip gaji dipotong, kenapa sampai 3 bulan Bpjs kesehatan dan bpjs tenaga kerja 2 bulan dikali sebanyak kurang lebih 200 karyawan tidak disetor. Itu sudah penipuan dan hukumnya pidana, ujarnya.

Yaspan ST. Kabid Disnaker Inhu mengatakan "Ini mediasi ke dua, pihak perusahaan memenuhi hak karyawan sesuai yang tertuang didalam undang undang tenaga kerja. Saya tak mampu melihat orang susah tersakiti, jadi mohon bapak perwakilan dari Perusahaan, sampaikan ke manejemen Perusahaan hasil rapat hari ini. Apa tuntutan karyawan didalam mediasi kita ini.

Andai saya kuat di dalam undang undang dan hukum, akan saya masukkan perusahaan yang melanggar  aturan dan nakal itu ke penjara, ujarnya.

Rohida Br, Sinaga  salah satu wakil dari karyawan mengatakan" saya mohon kepada Pemerintah agar membantu kami. Sudah 10 tahun saya bekerja, dihitung 8 tahun pun saya mau asal selesai. Janganlah digantung terus, supaya kami dapat melanjutkan hidup dengan usaha lain.

Saya sudah capek kerja selama 10 tahun  sebagai Bhl. Mana ada aturan seperti itu, ini sudah menyalahi undang undang, Harapan kami sebagai karyawan, perusahaan secepatnya menyelesaikan hak hak kami tersebut, tuturnya. 15/11/19.

Aneh bin ajaib, pihak Disnakertrans meminta wartawan yang hadir dalam mediasi itu untuk keluar sesuai dengan permintaan perusahaan,. Kuat dugaan pihak Disnakertrans Inhu bermain mata dengan perusahaan. Pasalnya, tidak ada ketegasan dari Disnakertrans Inhu kepada perusahaan nakal tersebut. Pinter S.
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas