Headlines News :
Home » » Diduga Oknum Polisi Polsek Sukajadi Aniaya Anak Dibawah Umur

Diduga Oknum Polisi Polsek Sukajadi Aniaya Anak Dibawah Umur

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, November 13, 2019 | 10:02:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Naas yang dialami FW (17) dan IE (15) diduga jadi sasaran brutal oknum polisi Polsek Sukajadi kesatuan Polda Riau, Jum’at (8/11/2019) lalu

Korban yang masih duduk dibangku sekolah salah satu SMK Negeri di kota bertuah itu menjadi sasaran amukan oknum aparat kepolisian dari Polsek Sukajadi lantaran sulit mengungkap pelaku raja jalanan alias begal.

Kuat dugaan, oknum polisi itu untuk mempermudah pengungkapan pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat kota Pekanbaru-Riau selama ini dengan menggunakan cara kekerasan, demi menemukan calon sasaran terduga kejahatan yang belum pasti pelaku sesungguhnya. Hal itu dialami oleh remaja anak baru gedek (ABG), berikut kronologisnya:

Menurut keterangan kedua korban yakni FW dan IE pada saat mendatangi Counter "Bintang Ponsel" pada hari Jum'at (8/11/2019) sekitar pukul 21:30 Wib, yang terletak di daerah Tampan untuk melakukan pengisian pulsa.

Setibanya di Counter Bintang Ponsel, secara tiba-tiba datang 2 (dua) orang tak dikenal (OTK) dan mengaku sebagai korban kejahatan "Begal" dijalan raya sebelumnya. 

Kedua OTK tersebut menuduh kedua korban (FW dan IE, red) dan langsung menelikung leher dengan tangan korban kebelakang, sehingga keduanya korban tidak berdaya.

Kemudian, kedua OTK itu menghubungi pihak Polsek Sukajadi dan mengatakan "pelaku begal sudah kami tangkap". Lalu beberapa menit kemudian datang 3 (tiga) orang oknum polisi dari Polsek Sukajadi menggunakan mobil minibus jenis Avanza warna hitam dan langsung memasukkan kedua korban kedalam mobil.

Setelah kedua korban berada dalam mobil dalam keadaan tangan diikat kebelakang, korban mendapatkan intimidasi dan penganiayaan dari oknum polisi sepanjang jalan menuju Kantor Polsek Sukajadi. Kata korban kepada sejumlah wartawan dirumahnya.

Tak hanya sampai disitu, tambah korban, Oknum polisi dari Polsek Sukajadi kembali menampar dan mengancam kedua korban didalam ruangan sebelum di BAP.

"Kami berdua di pukul dan diancam oleh polisi itu, agar kami mengakui bahwa kamilah pelaku begal tersebut.,

" Kata pak Polisi itu, "Ngaku aja kalian" Kata Korban menirukan perkataan oknum polisi tersebut.

Akibat perbuatan para oknum polisi itu, kepala korban mengalami bengkak dan pipi memar, serta rusuk sakit terkena pukulan oknum polisi tersebut.

Setelah polisi mempertemukan korban dengan OTK yang mengaku korban begal, ternyata kedua korban bukan pelaku begal sesungguhnya.

Kemudian lanjutnya, sekitar jam 12 00.WIB, kedua korban diperbolehkan pulang dibawah ancaman oknum polisi yakni kedua korban dalam 4 hari setelah hari itu harus menginformasikan kepada para oknum polisi tersebut siapa saja pelaku begal sesungguhnya, jika tidak ada yang dilaporkan dalam 4 hari tersebut maka, kepala korban menjadi gantinya. 

"Dalam 4 (empat) hari kedepan kalian harus beritahu siapa sesungguhnya pelaku begal tersebut. Jika tidak kepala kalian jaminannya" Kata Polisi kepada kedua korban sambil memberikan nomor handphone / WhatsAppnya dengan nomor 0812676xxxx untuk dihubungi oleh korban.

Keluarga korban tidak terima atas perlakuan para oknum polisi itu, sehingga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau atas kekerasan dan ancaman yang mereka alami tersebut, dengan harapan keadilan berpihak pada korban.

Laporan itu diterima oleh BRIPTU Ahmad Soim dengan nomor STPL/509/XI/2019/SPKT/RIAU, tanggal 12 November 2019.

Sementara Kanit Reskrim PolsekSSukajadi, Halim bersama anggotanya yang ada dalam mobil Avanza waktu itu, menjelaskan, bahwa tidak ada melakukan pemukulan dan pengancaman terhadap kedua korban (FW dan IE, red). Kami pada saat itu di telpon oleh pelapor yang jadi korban begal sebelumnya memberitahukan jika terduga pelaku begal sudah di tangkapnya.

"Tidak ada penganiayaan dari aparat kepolisian kepada kedua korban itu"

Kalau korban merasa di intimidasi dan di aniaya silahkan laporkan saja dan kami siap mengikutinya. Kata Halim kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/11/2019) sore.

Halim menambahkan, terkait laporan korban ke Polda Riau atas ancaman dan penganiayaan yang dialaminya, kami tidak bisa melarang karena itu hak korban. Kami siap mengikutinya.

"Silahkan saja laporkan, kami tidak takut itu karena sepanjang kami benar melayani seagai pembantu siap melayaninya. (Tim) 
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas