Headlines News :
Home » » Berbau SARA Saat Mengajar di Kelas, Oknum Dosen UIN Suska Riau Dinilai Tak Tahu Diri & Dituntut Minta Maaf

Berbau SARA Saat Mengajar di Kelas, Oknum Dosen UIN Suska Riau Dinilai Tak Tahu Diri & Dituntut Minta Maaf

Written By HARIANBERANTAS on Sunday, November 24, 2019 | 9:40:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Heboh rekaman suara yang beredar diduga Dosen sekaligus Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ucapan tersebut keluar mulut salah satu dosen laki-laki saat berdialog dengan salah satu mahasiswa.

Dalam rekaman itu, sang dosen juga membahas soal pemakaian cadar para mahasiswi hingga merembet ke unsur SARA, dan dugaan menghina dunia jurnalistik. Ketika itu, dosen dan mahasiswa yang mewakili teman-temannya sedang berdialog.

Berawal dari Cadar, Mahasiswa laki-laki protes karena adanya dugaan pemakaian cadar yang diduga dilarang digunakan saat ujian di kampus itu.

Berikut dialog antara mahasiswa dengan dosen dalam rekaman itu.

"Kalau mau ujian buka (cadar)," ujar dosen.

"Tapi kan itu pemaksaan namanya, Pak," jawab mahasiswa pria itu.

Dialog berlanjut, dosen tersebut menyebut dalam mendidik harus ada unsur paksaan.

"Mendidik itu harus memaksa," kata dosen.

Namun tiba-tiba si dosen menyinggung salah satu suku.

Ternyata dialog itu direkam. Akhirnya rekaman tersebut viral di sejumah group WhatsApp wartawan dan bikin heboh.

Menyikapi hal itu, Rektor UIN Suska, Prof Dr Akhmad Mujahiddin menyesalkan ucapan anak buahnya itu. Dia juga diminta Gubernur Riau Syamsuar agar menyelesaikan persoalan itu supaya tidak membuat gaduh.

"Iya, saya juga mendapat rekaman itu. TAdi Pak Gubernur, Pak Kapolda, juga klarifikasi tentang itu," ujar Akhmad Sabtu (23/11).

Dia meminta agar si dosen yang ada dalam rekaman itu meminta maaf ke masyarakat. Dia ingin permasalahan itu tidak diperlebar apalagi menyinggung soal SARA.

Dikatakannya, Gubernur Riau meminta agar Akhmad segera meredam isu berbau SARA di kampus itu. Apalagi beredar informasi mahasiswa akan melaporkan hal itu ke polisi.

Akhmad berencana memanggil dosen dan mahasiswa dalam rekaman itu, untuk mengetahui permasalahan apa yang sebenarnya terjadi. ***(tim/red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas