Headlines News :
Home » » Tinjau Penanganan Sampah Bambu Di Kali Cikeas , DPRD Jabar Minta 3 Daerah Atasi Bersama.

Tinjau Penanganan Sampah Bambu Di Kali Cikeas , DPRD Jabar Minta 3 Daerah Atasi Bersama.

Written By HARIANBERANTAS on Sunday, October 20, 2019 | 11:12:00 AM

Bandung , Harian Berantas - diperkirakan sebanyak ribuan kubik sampah bambu menggunung di Bendung Koja, Jatiasih, yang berasal dari aliran Sungai Cikeas menjadi perhatian berbagai pihak. Diduga sampah bambu di Sungai Cikeas dikarenakan ada kebun bambu dibantaran sungai. Sumber  masalahnya ada di Kabupaten Bogor, Kota Depok dan Kota Bekasi.
Sementara itu sebelumnya sebanyak 150 petugas berbagai instansi di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor melakukan aksi bersih-bersih di Bendung Koja, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Kegiatan ini ditujukan untuk mengatasi timbunan sampah bambu yang menggunung di tempat itu.
Menurut Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam keterangan resminya, Rabu (16/10), pembersihan sampah ini akan memakan waktu selama satu bulan lantaran sejumlah kendala dan keterbatasan akses alat berat.
Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, volume sampah mencapai 1.280 meter kubik dan hampir menutup seluruh badan sungai. Sampah-sampah tersebut juga telah menyumbat aliran Sungai Cikeas yang membentang dari Kabupaten Bekasi hingga Kota Bekasi.
Menanggapi hal itu DPRD Provinsi Jawa Barat ikut  meninjau penanganan sampah bambu di Kali Cikeas. Penanganan harus dilakukan bersama antartiga daerah yang terlintas.
“Penanganan harus tuntas agar tidak terulang lagi,” kata Mochamad Ichsan, satu anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS belum lama ini.
Dia meminta meminta Bupati Bogor, Walikota Bekasi dan Walikota Depok untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan tumpukan  sampah  bambu itu.
“Tidak bisa hanya dibebankan ke Kota Bekasi saja. Tapi aliran Sungai itu kan hulunya ada di wilayah Kabupaten  Bogor, dan Kota Depok,” katanya.
Seperti diketahui , sampah bambu menggunung di Bendung Koja, Jatiasih, yang berasal dari aliran Sungai Cikeas. Sampah yang didominasi bambu dan kayu itu menumpuk menghambat aliran sungai.
Jika saat ini tengah diatasi dengan mengangkat bambu, yang berarti hanya membereskan hilirnya saja. Kejadian serupa bisa saja akan terulang.
Menurut Ichsan, penanganan harus serius dan bersinergi. Karena jika tidak, maka  sedikitnya lima perumahan di sekitar jalur sungai terancam banjir.  Tercatat setidaknya ada dua perumahan berada di Kabupaten Bogor dan tiga di Kota Bekasi.(nh)***
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas