Headlines News :
Home » » Sidang Kasus Dugaan Pembunuhan Istri Sendiri Kembali Digelar, Agenda Mendengar Keterangan Saksi

Sidang Kasus Dugaan Pembunuhan Istri Sendiri Kembali Digelar, Agenda Mendengar Keterangan Saksi

Written By HARIANBERANTAS on Monday, October 7, 2019 | 8:00:00 PM

HARIANBRANTAS, INHU- Sidang perkara lanjutan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berkunjung maut kembali digelar di Pengadilan Negeri Rengat-Inhu. Sidang kali ini dengan agenda mendengar keterangan saksi, Senin (07/10/2019).
Kartina Ibu korban

Dalam kasus ini yang duduk dikursi pesakitan adalah seorang laki-laki berisial JH (26) sebagai terdakwa terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita cantik bernama Amelinda (23) yang tidak lain adalah istrinya sendiri.

JH seharusnya benteng terdepan melindungi keluarganya, malah sebaliknya menjadi pelaku satu satunya pembunuh istrinya dengan sangat keji. Pembunuhan itu dilakukan terdakwa pada Sabtu, (28/6/2019) sekitar pukul 01 dini hari.

Parahnya, JH menghabisi nyawa korban (Amelinda, red) dihadapan kedua putra-putri mereka pada saat korban tertidur pulas.

Sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi dipimpin Hakim Ketua  Immanuel Sirait SH, MH dan dihadiri oleh Ray Ronaldo, SH, sebagai JPU (Jaksa Penuntut Umum) serta JH (Terdakwa) didampingi penasehat hukumnya.

Diruang pengunjung sidang terlihat hadir ibu korban bernama Kartina untuk menyaksikan proses sidang pembunuhan putri kesayangannya.

Usai sidang Kartina menuturkan kepada awak media, seumur hidupnya tak akan memaafkan pelaku (JH, red) yang telah membunuh putri kandung kesayangannya.

"Seumur hidup saya tidak akan memaafkan terdakwa itu. Dia sudah membunuh anak kandung saya yang telah melahirkan anak anak terdakwa sendiri. Tega-teganya terdakwa ini membunuh putri saya tanpa belas kasihan"

Menurut Kartina, selama ini tidak pernah ada masalah keluarga putrinya selama menikah dengan terdakwa. Ntah setan apa yang merasuki terdakwa pada saat itu.

Kartina menambahkan, sebelum tepat pada hari Kamis (26/06/2019) terdakwa sempat mendangi kediaman Kartina (mertua terdakwa/ibu korban). Terdakwa datang untuk meminta dikusuk oleh Kartina (ibu korban). Pada saat itu Kartina sempat menitipkan pesan agar tidak terlalu terburu buru pergi kehutan dan terdakwa meng-iyakan pesan mertuanya itu. Namun, tanpa sebab putri saya dibunuh terdakwa.

"Perbuatan biadap terdakwa ini tidak bisa dimaafkan lagi. Pak Jaksa dan Pak Hakim, mohon berilah hukuman mati kepadatterdakwa itu" Pintanya dengan mengucurkan air mata.

Ditempat yang sama, Saprianto kakak korban pada kesaksian dihadapan majelis hakim mengataka, "Informasi yang kami terima dari kedua putra-putri terdakwa dan korban "Sebelum kejadian pembunuhan, terdakwa sempat keluar masuk rumah sekitar jam 23 atau jam 11 malam. Kemudian sekitar jam 1.00 Wib dini hari terdakwa menusuk korban pada saat tertidur pulas disamping putra-putri mereka, dan seketika korban menghembuskan nafas terakhirnya akibat kehabisan darah. Benernya.

Akibatkkejadian itu tambahnya, kedua anak-anaknya saat ini sangat ketakutan jika melihat orang yang memegang pisau dirumah. Perbuatan terdakwa ini sangat keji., mohon pak jaksa dan pak hakim, hukum terdakwa ini seumur hidup. Seluruh keluarga juga tidak akan memaafkan dia, karena adik kami dibunuh ya, ujarnya.   (Pinten Sitorus).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas