Headlines News :
Home » » PN Rengat Kembali Gelar Sidang Gugatan Perdata Legal Standing Antara YFA VS PT.TP

PN Rengat Kembali Gelar Sidang Gugatan Perdata Legal Standing Antara YFA VS PT.TP

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, October 8, 2019 | 8:18:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Sidang lanjutan gugatan perdata legal standing nomor : 8/Pdt.G/LH/2019/PN.Rgt antara Yayasan Firmar Abadi selaku penggugat dengan PT Tasma Puja (PT. TP) selaku tergugat satu kembali digelar, Selasa (8/10) di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Rengat.
Suasana sidang lanjutan, Selasa (8/10/2019) 

Ketua majelis sidang gugatan perdata legal standing tersebut dipimpin oleh Petra J Siahaan, S.H, M.H dibantu oleh hakim anggota Omori. R. Sitorus, S.H, M.H dan Immanuel. M. O. Sirait, S.H serta dihadiri oleh para pihak yaitu Yayasan Firmar Abadi selaku penggugat dan PT. TP selaku tergugat satu yang diwakili oleh kuasa hukumnya serta Pemkab. Inhu selaku tergugat tiga.

Agenda sidang keempat adalah penyampaian jawaban tergugat satu atau replik terhadap duplik dari penggugat mulai sekira pukul 10.30 wib berlangsung tanpa dihadiri pengunjung dan berakhir pukul 11.00 wib.

Petra J Siahaan mengatakan sidang berikutnya hari Selasa tanggal 15 Oktober 2019 dengan agenda pembuktian surat. Dan, hari Jumat tanggal 18 Oktober 2019 agenda sidang Pemeriksaan Setempat (PS). Saya meminta pihak penggugat dan tergugat satu serta tergugat tiga bisa hadir pada sidang berikutnya, "ucapnya.

Setelah sidang selesai, Ketua Yayasan Firmar Abadi, Firdaus, S.H, M.H yang juga selaku kuasa hukum penggugat mengatakan, point gugatan kami cukup jelas yaitu meminta kepada majelis hakim PN Rengat agar mengabulkan gugatan kami dan memerintahkan tergugat satu melakukan reboisasi atau menghutankan kembali Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 2550 hektar kepada pungsi semula.

Kemudia, yang kedua adalah memerintahkan tergugat satu membayar 10 juta setiap harinya ke negara selama reboisasi berlangsung, "sebutnya kepada www.harianberantas.co.id di kantin PN Rengat.

Terpisah, Budi Harman, S.H, M.H kuasa hukum tergugat satu menyatakan bahwa tidak benar klien (PT.TP-red) saya melakukan alih fungsi HPT seluas 2550 hektar menjadi kebun kelapa sawit. Malah sebaliknya, PT. TP berinvestasi berkebun kelapa sawit seluas 2550 sudah sesuai izin yang dimilikinya.

Saat ini saya belum bisa berkomentar banyak. Nanti di sidang berikutnya agenda pembuktian surat saja kita buktikan. Maaf ya pak, "ucapnya singkat. 

Sementara Pemkab. Inhu selaku tergugat tiga yang diwakili oleh Kasubag Bantuan Hukum (Bankum), Yuni Rahim, S.H, M.H mengatakan, sidang keempat tadi itu masih jawab menjawab antara penggugat dengan tergugat satu. Saya mewakili Pemkab. Inhu selaku tergugat tiga hanya sebatas hadir mengikuti jalannya persidangan.

Diketahui, HPT seluas 2550 hektar yang diduga dikuasi oleh PT. TP serta mengalih fungsikan menjadi kebun sawit terletak di Desa Anak Talang dan Desa Kepayang Sari Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. (Lamhot Manurung) 


Pembaca setia apa komentar anda terhadap berita diatas? Silahkan isi pada kolom dibawah ini 👇
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas