Headlines News :
Home » , , » Mulai Terungkap, KPK: Uang Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis AMU Diduga Mengalir ke Anggota DPRD Bengkalis

Mulai Terungkap, KPK: Uang Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis AMU Diduga Mengalir ke Anggota DPRD Bengkalis

Written By HARIANBERANTAS on Friday, October 11, 2019 | 6:55:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Juru bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Febri Diansyah menyebutkan, uang bagian dari suap proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Bengkalis, diduga mengalir ke anggota DPRD Bengkalis. Sebagaimana proyek ini menggunakan skema multi years atau tahun jamak.

"Penyidik mendalami keterangan saksi (anggota DPRD Bengkalis) terkait penerimaan uang untuk pengesahan anggaran proyek jalan di Bengkalis," ujarnya dalam pesan singkatnya, Jumat (11/10/2019) kepada wartawan.

Atas itulah sejak beberapa hari yang lalu, KPK menjadwalkan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis. Bahkan, pada hari ini KPK menjadwalkan lima orang mantan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis periode 2009-2014 untuk dimintai keterangan sebagai saksi AMU (Amril Mukminin, red). 

Diantaranya dua mantan anggota DPRD Bengkalis dari Fraksi Demokrat Nanang Haryanto dan Rismayeni. Tiga orang mantan anggota DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yakni Azmi R Fatwa, Fidel Fuadi, dan Khusaini.

Menurut Febri, kelimanya diperiksa sebagai saksi untuk Bupati Bengkalis AMU), "Kelimanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AMU," tuturnya.

Dalam kasus ini AMU diduga menerima uang dengan nilai total sekitar Rp5,6 miliar terkait kepengurusan proyek tersebut.

Pemberian uang itu diduga berasal dari pihak PT CGA selaku pihak yang akan menggarap proyek tersebut.

Penetapan AMU sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan  kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015.

Pada kasus tersebut, KPK sudah menetapkan Sekretaris Daerah Dumai Muhammad Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar sebagai tersangka dan saat ini telah menjadi terpidana setelah Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.*** (red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas