Headlines News :
Home » , » Pungli..! Kepsek SMP Negeri 2 Langgam Diduga Komite Jadi Topeng

Pungli..! Kepsek SMP Negeri 2 Langgam Diduga Komite Jadi Topeng

Written By HARIANBERANTAS on Saturday, October 26, 2019 | 11:02:00 PM

HARIANBERANTAS, PELALAWAN- Kepala Sekolah Menengah Pertama (Kepsek SMP) Negeri 2 Langgam Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, berinisial Su (Suhaelis, red), diduga akan mengambil kesempatan dalam rencana pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Semester/Sekolah (UAS) yang diselenggaran pada tahun pelajaran 2020/2021 mendatang.

Dugaan pemanfaatan itu berdasarkan surat bernomor:241/SMPN.02/X/2019/095 tanggal 19 Oktober 2019, perihal undangan Wali Murid yang di tandatangani oleh Kepala Sekolah berinisial Suh dan diketahui oleh Sdr. Sg selaku ketua Komite dengan tujuan untuk pungut biaya uang dalam pelaksanaan UN/UAS dengan alasan biaya WiFi senilai Rp.59 juta.

Rencana biaya pengadaan WiFi yang diminta oleh Suh, sebesar Rp.59 juta  itu akan dibebankan kepada masing-masing  siswa sebesar Rp. 150.000 kurang lebih per-Siswa.

Orang tua/wali murid yang merasa terbeban langsung mengajukan keberatan. Namun keberatan itu tidak dihiraukan oleh Kepsek SMP Negeri 2 Langgam bersama Komite dan tetap akan mewajibkan wali murid tetap membayar biaya WiFi kepada Sekolah, padahal orang tua/wali murid merasa keberatan dengan beban biaya tersebut.

Menurut keterangan sejumlah orang tua /wali murid mengatakan, sekolah ini (SMPN 2 Langgam, red), telah dikuncurkan dana Bos. Kenapa pengadaan WiFi disekolah ini di pungut,? WiFi adalah tanggung jawab pemerintah.

Katanya ujian Berbasis Komputer, WiFi dibebankan ke kita (Orang Tua/Wali Murid, red).

"Jangan laksanakan US/UAS kalau belum siap. Jangan anak kami dimanfaatkan untuk meraup keuntungan" Pinta orang tua wali murid yang tidak mau sebut namanya usai rapat.

Biaya hidup kami saja dengan kondisi saat ini sangat kesulitan. Wahai pemerintah tolong jangan bebani kami dengan hal-hal yang tidak masuk akal tersebut. Kalau pemerintah tidak sanggup, tutup sajalah sekolah ini. Teriak ibu ibu dari belakang di halaman sekolah.

Diharapkan kepada Pemkab Pelalawan, Dinas Pendidikan Pelalawan dan penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap kepala sekolah yang ambisi tetap akan melakukan pungutan (pungli) terhadap orang tua wali murid dengan memanfaatkan UN dan UAS yang sebentar lagi dilaksanakan secara serentak diseluruh NKRI.

Perlu diketahui pemerintah pusat dan daerah telah menghapuskan tindakan pungutan terhadap siswa diseluruh penjuru tanah air. Namun, hal itu tidak di Indahkan oleh Suhaelis, malah sebaliknya demi meraup keuntungan pribadi/kelompoknya yang lebih besar.

Mari kita tunggu tindakan pemerintah dan pihak terkait kedepan ... Bersambung. (Red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas