Headlines News :
Home » » Luar Biasa Kerugian Negara, Gabungan Aktivis Anti Korupsi Bersama Pakar Hukum Pidana dan Organisasi Pers di Riau Angkat Bicara

Luar Biasa Kerugian Negara, Gabungan Aktivis Anti Korupsi Bersama Pakar Hukum Pidana dan Organisasi Pers di Riau Angkat Bicara

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, October 30, 2019 | 8:50:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Lembaga/bandan pengasan internal dan eksternal  (AUDIT) yang didirikan dan dibentuk secara independen oleh pemerintah untuk “Melindungi Keuangan Negara/Daerah”.

Lembaga/Badan dimaksud disebut sebagai Lembaga Tinggi Negara. Berikut lembaga/badan Independen pemerintah yang kita kenal selama ini, sebagai berikut:
  1. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI)
  2. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI; dan
  3. Inspektorat sebagai audit Internal.
Ketiganya masing-masing mempunyai tujuan yang sama yaitu Sebagai Atmosfer yang Melindungi Keuangan Negara/Daerah. Maka hasil kinerjanya ketiga Lembaga/Badan tersebut merupakan produk hukum yang sah untuk dijadikan pintu awal masuknya penyelidikan penegak hukum dibidang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Selama ini ketiga lembaga tersebut diatas selalu melakukan audit keuangan Negara/Daerah demi terselenggaranya penerapan keuangan yang optimal dan terciptanya aparatur Negara yang bersih dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Fakta membuktikan bagaikan langit dan bumi dalam penegakan hukum yang dilakukan aparat hukum.

Pasalnya, akhir-akhir ini salah satu Lembaga/Badan tersebut diatas yaitu Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) setiap daerah diseluruh Indonesia khususnya Provisi Riau, merelease beberapa hal terkait kurang optimalnya penerapan keuangan yang pada intinga melanggar ketentua peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akan tetapi pihak penegak hukum masih belum terlihat bergerak semaksimal mungkin untuk melakukan penyelidikannya.

Berkaitan dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) khususnya BPK RI Perwakilan Riau, aktivis anti korupsi bersama pakar hukum dan organisasi pers mulai menyeroti pemerintah dan kinerja Inspektorat (audit internal pemerintah).

Menurut aktivis anti korupsi dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemberantas Korupsi (DPP LSM KPK), meminta aparat hukum untuk melakukan penyelidikan terhadap berbagai temuan dugaan kerugian Negara disetiap SKPD pemerintah sebagaimana yang telah di release oleh BPK RI Perwakilan Riau.

Bahkan secara khusus pihaknya juga meminta pihak Kejaksaan  dan Kepolisian  memeriksa penerapan keuangan di Inspektorat Kampar. Dimana beberapa hari terakhir ini dihebohkan adanya pemeriksaan terhada Kepala Inspektorat Kampar terkait dugaan penggelapan hak masyarakat.

"Kita minta aparat hukum untuk melakukan penyelidikan diseluruh SKPD, lembaga/badan yang menggunakan keuangan Negara/daerah selama ini khususnya di Inspektorat Kampar. Kata  B. Annas selaku sekretais umum DPP LSM KPK.

B. Annas menilai kinerja Inspektorat di Riau khususnya Kampar sangat di ragukan. Pasalnya, pos anggaran di Inspektorat selama ini tidak tersentuh hukum dan pejabatnya hampir rata-rata dari dinas-dinas yang selama ini dari SKPD pemerintah setempat  itu sendiri.

"Sangat diragukan hasil kinerja Inspektorat selama ini. Namun, Inspektorat ini selalu dipuja puja sebaga Penyelamat keuangan Negara/Daerah secara internal" Katanya

Anna mengukapkan, beberapa keterangan beberapa kepala SKPD selama ini, menjelaskan jika mereka diawasi oleh Inspektorat dan TP4D. Artnya, beberapa oknum tertentu belindung dibelakang Inspektorat dan TP4D itu sendiri. 

Aparat hukum ditugaskan Negara untuk menyelamatkan keuangan Negara /Daerah dan mencegah terjadinya kerugian Negara/Daerah itu sendiri. Maka, kita minta aparat hukum sesegera mungkin melakukan penyelidikan atas penyerapan keuangan di setiap OPD/SKPD di selama ini. Pinta B. Annas.

Kemudian, Pakar Hukum Dosen Dr. Nurul Muhammad Huda.SH.MH. dan sekaligus Direktur Lembaga Anti korupsi FORMASI RIAU, Pun geram dan angkat bicara, Formasi Riau minta agar inspektorat dan aparat penegak hukum bekerjasama untuk membongkar dugaan korupsi. Karena korupsi ini masih jadi musuh peradaban umat manusia."ucap Direktur Formasi Riau Dr.Nurul Muhammad Huda.SH.MH.

Selain itu, kritik juga berdatangan dari Kabid Humas dan ketua LSM Penjara Kabupaten kampar Rudi Lase, mempertanyakan sebenarnya apa fingsi dan kinerja inspektorat itu,,? Sebab kami menilai dari hasil temuan-temuan Audit LHP BKP RI, kami tidak pernah mendengar langkah tindakan tegas dari inspektorat, jika tidak sesuai poksinya dalam bekerja dan tidak mampu menjalankan tugasnya yaaa mundur aja dari jabatannya."pungkas tegas rudi lase.

Begitu juga disampaikan Rudy selaku Sekjend Lembaga GEMANTARA RAYA dan Pimpinan media group Puskominfo Indonesia juga turut  angkat bicara dan mempertanyakan Apa Fungsi Inspektorat Di Provinsi Riau ini terutamanya kab.kampar,,? Kami menduga tidak adanya tindak lanjut dari pihak inspektorat tentang dugaan adanya temuan hasil audit BPK RI, aneh dan ajaib "Pungkas Sekjend Gematara raya.

Hal serupa juga diungkapakan oleh Ketua DPD Gabungan Wartawan Indonesia GWI Riau, menurutnya, Jika pejabat itu tidak bekerja sesuai Tupoksinya, apa lagi melakukan penyelewengan anggaran serta menyalahgunakan jabatan, ya harusnya dicopot lah, maksimal dipecat,,!!"tutur bowo.

Selanjutnya, Panglima gerakan pemuda Melayu Riau dan ketum serikat pekaja Rumpun Melayu juga turut angkat bicara dan mengkritik kenerja Inspektorat di provinsi Riau, sebab fungsi inspektorat selama ini tak ada nampak kenerja mereka.. paparkan dong..! Keberhasilan nya biar masyarakat  tau kenerja inpektorat terutamanya di kampar, kami mendukung penuhnya agar temuan hasil Audit BPK RI di publikasikan media dan proses secara hukum.sebut panglima laskar melayu.. 

Gabungan Aktivis Anti Korupsi Bersama Pakar Hukum Pidana dan Organisasi Pers di Riau menguji nyali aparat hukum baik di pusat maupun yang ada di daerah.

Sementara pemerintah dalam hal ini Gubernur Riau dan para Bupati/Walikota dan jajarannya  serta aparat hukum sebagai dugaan objek pembahasan, hingga berita ini diturunkan belum terkonfirmasi (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas