Headlines News :
Home » » Dugaan Kasus Karhutla, Polda Riau Datangkan Tim Ahli Mabes Polri Dan Alat Drone

Dugaan Kasus Karhutla, Polda Riau Datangkan Tim Ahli Mabes Polri Dan Alat Drone

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, October 10, 2019 | 10:54:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU- Kasus kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) yang melanda Provinsi Riau beberapa bulan terakhir ini menjadi perhatian serius pihak Kepolisian. Keseriusan itu dilakukan Kapolda Riau dengan mendatangkan tim ahli dan drone khusus dari Mabes Polri guna memaksimalkan penindakan hukum terhadap kasus Karhutla di Riau.

Ada 4 tim yang terdiri dari personil Mabes Polri, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK dan Kejaksaan diturunkan ke sejumlah lokasi kebakaran hutan di Riau.

"Benar, mereka sudah dilokasi sejak kemarin dan dibagi 4 tim yaitu dari Mabes Polri dan Polda Riau," kata Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran, Kamis (10/10/19) pagi membenarkan kepada wartawan.

Keempat titik lokasi tersebut, kata Misran, yakni, 1 titik di wilayah Kabupaten Pelalawan, 1 titik di Kabupaten Indragiri Hulu dan 2 titik di Kabupaten Siak.

"Untuk tim Mabes Polri dipimpin langsung oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu ( Dirtipiter ) Bareskrim Mabes Polri. Tim gabungan ini akan bekerja selama beberapa hari kedepan,"jelasnya.

Sedangkan alat canggih, katanya, berupa drone khusus yang dipakai ke lokasi kebakaran. "Iya, drone khusus. Beda dengan drone biasa. Nanti kita jelaskan lebih lanjut, yang pasti semuanya turun termasuk tim ahli untuk kegiatan penyidikan Karhutla selama ini," ucapnya.

Diketahui, hingga kini Tim penyidik Kepolisian telah menetapkan sebanyak 2 koorporasi sebagai tersangka. Satu ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri yaitu PT Adei Plantation (PT. AP) dan satu lagi ditangani oleh Polda Riau yaitu PT Sawit Sumber Sejahtera (PT. SSS) bahkan Polda Riau telah menahan penanggungjawab perusahaan PT. SSS.

Sedangkan tersangka perorangan, kepolisian telah menetapkan sebanyak 67 tersangka yang ditangani oleh masing-masing Polres di jajaran Polda Riau. Penyidik terus mendalami kasus ini dan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru.

Masyarakat berharap penegak hukum harus tegas agar tidak terulang kembali hal-hal seperti tahun – tahun sebelumnya, dimana kasus Karhutla yang dilakukan oknum korporasi hingga kini tidak jelas status hukum dan masih mengambang di awan-awan, Kata Aktivis LSM Komunitas Pemberantas Korupsi. (Lamhot Manurung)


Laporkan Setiap Peristiwa Sekitar Anda, Kirim Pesan WhatsApp ke : 081371662235 - 082383995787 atau Melalui e-Mail : harianberantas@gmail.com dengan Persyaratan Lampirkan Identitas Diri Anda.
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas