Headlines News :
Home » » Viral..! Video Siswa SMKN 1 Lahewa Hina Wartawan, Diduga Suruhan Oknum Guru

Viral..! Video Siswa SMKN 1 Lahewa Hina Wartawan, Diduga Suruhan Oknum Guru

Written By HARIANBERANTAS on Sunday, September 15, 2019 | 11:24:00 PM

HARIANBERANTAS, NIAS- Video siswa SMKN 1 Lahewa penghinaan Wartawan yang dididuga suruhan oknum guru viral di group Facebook. Pasalnya, video berdurasi 1,38 menit yang dinilai mencemarkan nama baik wartawan media www.gementara.com itu, viral setelah  di unggah dimedia social (Medsos) melalui Facebook Grop Nias Utara.


Usut punya usut, video berdurasi 1,38 menit sempat viral didunia maya/medsos setelah diunggah  salah satu pengguna akun facebook milik Berkat M Lase di group Nias Utara. Video tersebut terlihat dua orang siswa jenis kelamin laki-laki yang duduk di kursi meja guru kelas.

Setelah di cermati, dalam isi keterangan video tersebut untuk klarifikasi berita yang di unggah di media gementara.com dengan judul ” Siswa Penerima PIP Di SMK N, 1 Lahewa, Bayar 200 Ribu ke Pihak Sekolah”. 

Video kedua orang siswa tersebut terlihat sedang membaca dengan lantang teks yang telah disiapkan terlebihdahulu. Namun, Setelah ditelaah isi dari keterangan siswa dalam video yang viral itu diduga bermuatan pencemaran nama baik seorang jurnalistik media www.gementaran.com bernama Febeanus Zalukhu, sehingga diduga kuat ada otak pelaku atau yang menyuruh untuk membuat video tersebut.

Video berdurasi 1,38 menit yang di unggah melalui medsos facebook di grup Nias Utara melalui akun Facebook atas nama Berkat M Lase untuk mengklarifikasi berita yang diunggah media www.gemantara.com,  terkait pungutan kepada siswa penerima dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dilakukan oknum guru SMKN.1 lahewa sebesar Rp. 200.000,00.- mendadak viral.

Menurut keterangan salahsatu siswa yang membuat video mengaku disuruh oleh oknum guru berinisial SW. “Iya, kami disuruh oleh SW untuk membuat video itu, Kata siswa kepada media, (Rabu 11/09/2019)

“SW memanggil kami berdua pada setelah terdengar lonceng tanda masuk kelas. Setelah kami menghampirinya, SW (oknum guru,red) menceritakan isi berita yang sedang beredar dan telah menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat dan pejabat tentang adanya dugaan pungli dana PIP kepada siswa. Kemudian, oknum guru (SW,red) menyuruh kami untuk membuat vidio klarifikasi atau bantahan berita pungutan liar (Pungli) tersebut dan video itu harus siap dalam waktu 1 (satu) jam. “Harus siap dalam waktu 1 jam, saya tunggu”Ucap SW dikutip ulang siswa.

“Sempat dua kali kami membuatnya dan memperlihatkan hasil vidio kepada oknum guru tersebut. setelah di kroscek SW mengatakan bahwa hasilnya tidak tepat, lalu oknum guru (SW,red) menulis teks di atas kertas dan memberikan kepada kami untuk membuat video untuk kami baca teks yang ditulisnya saat buat video. Jelas WL salahsatu siswa pembuat video kepada awak media

Lanjutn WL, setelah selesai kami membuat vidio sesuai yang di anjurkan SW, kami kembali datang memperlihatkan hasil videonya kepada oknum guru tersebut, setelah ditelitinya lalu disuruhnya kami untuk mengunggah di media social melalui group facebook.

Sementara kakak dari siswa berinisial WTL kepada media mengatakan dengan rasa kecewa, dan tidak terima atas kejadian tersebut.

“Kami merasa adik kami dimanfa'atkan oleh SW (Guru,red) sehingga adik kami terbawa-bawa dalam masalah ini hingga di laporkan ke pihak berwajib oleh korban". 

Kami minta kepada pihak sekolah untuk bertanggungjawab atas ulah oknum guru tersebut karna kejadiannya tepat pada saat jam belajar dikelas. Kami mohon siapa saja oknum guru yang terlibat di dalam masalah ini  segera di tindak sesuai prosedur hukum yang berlaku demi terciptanya dunia pendididikan yang baik dan bermoral. Sebab Hanya merekalah harapan keluarga kami kedepan, Katanya dengan kesal.

Secara terpisah, wartawan media www.gementaran com, Febeanus Zalukhu (Korban,red),  mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan kedua siswa tersebut kepihak kepolisian guna diusut dan diproses secara hukum.

”Iya, saya telah melaporkan video yang bermuatan penghinaan terhadap diri saya (Febeanus Zalukhu ) dan kasus ini tengah ditangani oleh pihak berwajib. Sebab video yang di unggah oleh pelaku melalui akun facebook bernama Berkat M Lase di forum Nias Utara itu sangat merugikan diri saya dan juga media www,gemantara.com”Katanya kepada awak media ini.

 Perlu diketahui tambahnya, sebelum berita berjudul “Siswa Penerima PIP Di SMK N, 1Lahewa, Bayar 200 Ribu ke Pihak Sekolah”telah di konfirmasi ke pihak sekolah dan beberapa nara sumber lainnya. Begitu juga konfirmasi kami kepada orang tua/wali siswa dan membenarkan mereka telah memberikan uang kepada pihak sekolah sesuai permintaan pihak sekolah sebesar Rp.200 Ribu Rupiah.

“Apa dasar mereka mengatakan beritakami itu Hoaks?”. 

Viralnya Video pencemaran itu, saya dan media saya tidak terima sehingga tim redaksi melalui saya (Febeanus Zalukhu) melaporkan kasus itu kepihak penegak hukum untuk di proses secara hukum. 

Menanggapi video pencemaran nama baik itu, Sekjen DPW II LSM KPK pulau Nias Serius jaya Nazara, sangat menyayangkan atas maraknya pungli yang terjadi didunia pendidikan saat ini, dimana oknum – oknum menghalalkan segala cara dengan modus partisipasi. Jika hal ini dibiarkan, maka dunia pendidikan sama halnya melahirkan generasi yang berperilaku korup kedepan, Imbuhnya dengan geramnya

Ketika di minta tanggapannya terkait vidio yang diunggah siswa SMK N 1 lahewa yang tengah viral di media social, Serius Jaya mengatakan bahwa hal itu tidak terlepas dari hasil pembelajaran yang di terima siswa dari guru sebagai tenaga pendidik dan di duga ada oknum guru yang berada di belakang siswa tersebut sebagai otak pelaku.

“Otak pelakunya segera ditangkap polisi dan diproses secara hukum tanpa tebangpilih”cetusnya, (Tim).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas