Headlines News :
Home » » Sangat biadab anak kandung sendiri digarap

Sangat biadab anak kandung sendiri digarap

Written By HARIANBERANTAS on Friday, September 13, 2019 | 9:04:00 PM

HARIANBERANTAS, RENGAT- Sidang kasus dugaan Pemerkosaan terhadap Abg (Anak Baru Gede) berinisial LS berlangsung di Pengadilan Negeri Rengat-Inhu yang di pimpin langsung oleh  Ketua Pengadilan Negri Rengat, Darma Indo Damanik SH, Mkn, Selasa (10/09/2019)

Mirisnya, terdakwa yang di hadirkan JPU dalam kasus pemerkosaan tersebut diduga tidak lain adalah ayah kandung korban berinisial SS.

Sidang kasus dugaan pemerkosaan ABG itu dengan agenda pemeriksaan saksi korban yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ray Ronaldo, SH., MH dari Kejaksaan Negeri Rengat-Inhu.

JPU menghadirkan saksi (korban) berinisial LS menerangkan dengan gamblang. 

"Hakim menanyakan kronologis kejadian dan berapa kali dilakukan oleh terdakwa, Kata LS kepada awak media" 

Korban mengaku 3 kali diperkosa dan sewaktu pemerkosaan selalu diikat tangan dan kaki dengan menggunakan tali nilon juga diancam korban akan di bunuh oleh terdakwa jika memberitahukan kepada siapapun, termasuk ke ibu korban.

Jika diberitahukan, saya akan dibunuh dengan mengacungkan obeng oleh pelaku ( ayah kandung ) inisial SS kepada korban yang tidak berdaya.

R (ibu) korban ketika di konfirmasi mengatakan "saya yang melapor setelah korban ditanya kebenaran dan kejadian. Sebagai ibu kandung, tidak menerima perlakuan sekeji itu. Makanya langsung lapor ke yang berwajib agar di tangkap.

Harapan dan pemohona kepada Hakim, agar terdakwa dihukum seberat beratnya sesuai perbuatan biadapnya. Dimana, terdakwa ini sebagai bapak seharusnya melindungi dan menjaga anaknya bukan menghancurkan masa depannya.

"Masa depan korban ini sudah dihancurkan oleh terdakwa yang tidak lain bapaknya sendiri" 

Permintaan terakhir saya kepada Hakim dan Jaksa' mohon dihukum berat. Hal ini memang terjadi pada saya, sambil meneteskan airmata, Andai ini terjadi kepada Jaksa dan Hakim, apa yang akan dilalukan, katanya sambil bertanya


Immanuel MP Sirait Humas Pengadilan Negri Rengat ketika dikonfirmasi awak media mengatakan "kejadian, siapa saksi yang dihadirkan itu wewenang dari jaksa. Kalau agenda berikutnya, menghadirkan Ahli Pidana.

Selain itu, saya mohon kepada JPU dan Hakim agar menangkap pelaku lainnya berisial HS yang juga anak abang kandung terdakwa sendiri, ujarnya. (Pinten Sitorus). 
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas