Headlines News :
Home » » Ombudsman RI Nyatakan Ijazah Oknum Ketua DPRD Gunung Sitoli Diduga Palsu

Ombudsman RI Nyatakan Ijazah Oknum Ketua DPRD Gunung Sitoli Diduga Palsu

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, September 17, 2019 | 4:09:00 PM

HARIANBERANTAS, NIAS- Walau dengan perjalanan  panjang yang dilalui oleh ketua DPC GWI Kepulauan Nias,Lo'ozaro Zebua untuk membuktikan dugaan Ijazah palsu yang dipergunakan oleh oknum ketua DPRD Kota Gunung Sitoli berisial HJH untuk menjadi anggota legislatif secara perlahan mulai membuahkan hasil.

Berdasarkan surat dari OMBUDSMAN  Republik Indonesia dengan nomor B/777/LM.21-K7/0173.2019/VIII/2019, tertanggal, 27 Agustus 2019  yang ditunjukan kepada pelapor Lo'ozaro Zebua tentang pemberitahuan perkembangan hasil pemeriksaan terkait dugaan Ijazah palsu oknum ketua DPRD Kota Gunung Sitoli, Propinsi Sumatera Utara.

Ombudsman RI menerangkan bahwa Itjen Kementrian Agama RI telah melakukan audit investigasi terhadap STT Abdi Filadelfia Internasional dan STT Sunsugos.


Ombudsman menegaskan bahwa STT Sunsugos tidak pernah melakukan transfer atau penyesuaian nilai sdr. Herman Jaya Harefa (oknum ketua DPRD Kota Gunung Sitoli), antara transkrip nilai yang diperoleh dari STT Abdi Filadelfia Internasional dengan kurikilum yang berlaku di STT Sunsugos. Hal itu bertentangan dgn pasal 28 ayat, (1),(2),(3) dan pasal 42 ayat (1),(2) Undang-Undang no.12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi.

Kemudian pada bagian b surat Ombudsman lebih menegaskan bahwa Ijazah sdr. Herman Jaya Harefa no. 027/Ijazah/S.Pd.k/STTS/III/2013 tanggal 1maret 2013 yang diperoleh dari STT Sunsugos dan telah disahkan  oleh Dirjen Bimas Kristen adalah tidak sah alias tidak berlaku (Palsu). Sdr. Herman Jaya Harefa terdaftar pada tahun  2009, namun, sejak tahun 2009 Sdr. Herman Jaya Harefa tdk pernah kuliah di STT Sunsugos.

Selanjutnya, ombudsman menegaskan lagi pada poin C bahwa gelar Sdr. Herman Jaya Harefa secara akademik batal demi hukum atau tidak sah karena transkrip nilai dari STT Sunsugos diperoleh tanpa melalui proses perkuliahan dengan mengikuti ujian dan penyesuain dengan kurikulum yang berlaku di STT Sunsugos. Jelas Ombudsman kepada Pelapor.

Pelapor yang juga menjabat sebagai ktua DPC GWI Kep. Nias, Lo'ozaro Zebua kepada wartawan www.harianberantas.co.id dikantornya di jln. Diponegoro Tohia Gunungsitoli senin,16/9 mengatakan, untuk membuktikan kebenaran ini memang sangat melelahkan karna harus mencari bukti-bukti yang lebih aktual dan saat ini dua Laporan Polisi kita sedang berjalan di Polda Sumut, Mari kita tunggu akhir dari sinetron ini. Katanya.

Menanggapi persoalan yang melilit Lo'ozaro Zebua, Wakil ketua DPW II LSM KomunitasPemberantas Korupsi (LSM KPK) Pulauan Nias, Ya'aro Giawa di Sekretariatnya jln.Diponegoro no. 439.b Gunungsitoli, pihaknya sangat mengecam penerbit Ijazah yang diduga palsu itu, demikian juga penggunanya karena telah mencoreng dunia pendidikan, terlebih lagi rerlapor telah digunakan sebagai alat untuk menjadi Anggota DPRD dikota Gunungsitoli.

Sangat disayangkan bahwa selama ini Lembaga yang terhormat telah dipimpin oleh oknum yang minim pendidikan dan menghalalkan segala cara untuk mencari kedudukan atau kehormatan.

Lebih lanjut Ya'aro giawa, pihaknya mendesak aparat penegak hukum untuk serius menangani kasus ini, bila terbukti maka terlapor segera di seret ke jalur hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya karena selama ini telah menipu masyarakat Nias dan masyarakat Indonesia pada umumnya, mengakhiri.

Hingga berita ini  diturunkan terlapor Herman Jaya Harefa Ex oknum Ketua DPRD Kota Gunung Sitoli, belum berhasil dikonfirmasi. (YG)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas