Headlines News :
Home » , » LSM PKKN Ancam Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Lapangan Volly Desa Lembah

LSM PKKN Ancam Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Lapangan Volly Desa Lembah

Written By HARIANBERANTAS on Friday, September 20, 2019 | 12:50:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Tidak main-main, LSM Pemantau Korupsi Kolusi dan Nepotisme (PKKN) Kabupaten Indragiri Hulu tunjukkan keseriusannya turun langsung ke lapangan guna mengecek sekaligus pulbaket terhadap bangunan lapangan bola volly yang dibangun pemerintah Desa Lembah yang terletak di Dusun Gading Kecamatan Pasir Penyu tahun anggaran 2018 dan 2019.

"Benar, kita sudah cek langsung kebenaran bangunan lapangan Volly yang  menelan uang rakyat sebesar Rp. 165 juta lebih. Pemerintah desa membangun lapangan volly itu diperuntukkan kegiatan Oleh raga bagi masyarakat setempat. Namun, setelah kita ukur voleme kegiatan tersebut timbul kecurigaan adanya Mark Up anggaran. Dmana" 

Berlin menjelaskan, setelah pihaknyammelakukan pengukuran, ternyata ada yang tidak sesuai dengan volume yang tercamtum pada papan proyek maupun pada tulisan nisan seperti yang diungkapkan Kepala Desa kepada awak media beberapa waktu lalu. Padahal kenyataan volume bangunan lapangan bola volly tersebut hanya berukuran 22.5 x 12.5 x 0.15 Meter. Sementara, volume yang tercamtum pada papan informasi seluas 25 x 15 x 0.15 Meter dengan menghabiskan anggaran Dana Desa (DD) APBN 2018 sebesar Rp 90.620.000 dan DD APBN 2019 sebesar Rp 74.739.400. Artinya, bangunan tersebut menelan anggaran hingga Rp 165 Juta lebih. Dari situ saja sudah kelihatan mark up-Nya. Jelasnya.


Berlin menambahkan, pihaknya telah mengetahui harga barang yang sesungguhnya ditempat pembelian material di Toko Sumber Riau Air Molek berupa diantaranya harga pipa calvanis, kawat harmonika, besi dan lampu sorot.

Pihak pelaksana pembangunan lapangan volly bukan hanya bermain di volume dan juga bermain pada harga barang,.

"Kita telah hitung berdasarkan fakta dan sejumlah keterangan lainnya, ternyata berbanding terbalik dengan jumlah anggaran yang terpakai.


Hitungan sementara biaya untuk bangunan tersebut cukup hanya Rp 83.126.000. Dalam hal ini, ada selisih anggaran yang dianggarkan pihak desa berkisar Rp 82.233.400. Berarti bangunan lapangan bola volly diduga ada unsur kesengajaan dari Kades itu sendiri untuk mencari keuntungan. Secepatnya LSM PKKN Kab. Inhu membuat laporan dugaan korupsi ke penegak hukum, bebernya.

Terpisah, Mulyadi selaku Ketua BPD Desa Lembah Dusun Gading saat dikonfirmasi, Kamis (18/9) via selulernya mengatakan dirinya hanya sebatas mengetahui pembangunan lapangan bola volly tersebut termasuk besaran biayanya.

Benar, anggarannya dua tahun anggaran yaitu DD APBN 2018 dan DD APBN 2019. Saya tidak mengetahui kalau bangunan tersebut jadi masalah. Biar lebih jelas, langsung sajalah jumpai pak Kades itu pak, "ucapnya singkat.

Sementara petugas Pendamping Desa Tehnik Infrastruktur (PDTI) Kecamatan Pasir Penyu, Rengga membenarkan bahwa bangunan lapangan bola volly tersebut dua tahun anggaran. Volumenya 25 x 15 x 0.15 Meter.

Tahun 2018 lalu bangunan lapangan volly tersebut hanya siap separuh tanpa lampu sorot. Tahun 2019 ini dilanjutkan pekerjaaanya dengan tambahan pekerjaan memasang lampu sorot sebanyak 16 pcs ditambah pasang meteran listrik, "jawabnya via WhatsApp miliknya, Senin (16/9) sekira pukul 09.28 Wib.

Berita sebelumnya, Kades Lembah Dusun Gading Kecamatan Pasir Penyu, Amirullah menjelaskan bahwa pembangunan lapangan bola volly tersebut sudah sesuai dengan aturan dan biayanya bersumber dari DD APBN 2018 dan DD APBN 2019.

Pekerjaan tahun 2018 dengan anggaran DD APBN sebesar Rp 90.620.000 hanya siap separuh atau huruf L. Karena belum siap, maka dilanjutkan tahun 2019 dengan jumlah anggaran DD APBN sebesar Rp 74.739.400 sudah termasuk pasang lampu sorot dan meteran listrik, "ucapnya.(Lamhot Manurung).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas