Headlines News :
Home » » Dugaan Pengeroyokan Terhadap Wartawan, Badria Rikasari: Hanya Tuhan Yang Tahu Siapa Benar, Siapa Salah

Dugaan Pengeroyokan Terhadap Wartawan, Badria Rikasari: Hanya Tuhan Yang Tahu Siapa Benar, Siapa Salah

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, September 3, 2019 | 4:07:00 PM

HARIANBERANTA,  PEKANBARU- Dugaan Pengeroyokan terhadap oknum Wartawan atau pimpinan media online/siber berisial AP diwilayah Sekretariat DPRD Pekanbaru, Senin (28/08/2019) lalu, menjadi sorotan berbagai kalangan media di kota Pekanbaru.
Saat Badria Rikasari melakukan Konferensi Pers, Senin (02/09/2019). 

Peristiwa yang menimpa wartawan tersebut (AP, red), bukan merupakan perbuatan pengeroyokan yang dilakukan secara sengaja, Kata Badria Rikasari selaku Kasubag Humas DPRD Kota Pekanbaru Jalan Jendral Sudirman kota Pekanbaru Propinsi Riau, saat mengadakan konferensi Pers, Senin (02/09/2019) pagi.

Badria Rikasari menceritakan kronologis ejadian, “sebelumnya oknum Wartawan berinisial Ap menjumpai saya Senin (28/09/2019) kemarin. Ap pernah mengirimkan Konfirmasi via Mesengger WhatsApp pribadinya ke saya, namun konfirmasi yang telah ditujukan kepada saya belum sempat saya balas dikarenakan kesibukkan kegiatan di DPRD. Namu saya meminta Yola, Staff saya untuk dapat menghubungi Ap untuk bertemu pada hari Rabu (sebelum peristiwa).

Badria Rikasari menjelaskan, Ap datang keuangan dan saya (Badria Rikasari, Red) bertanya  "Apa yang dikonfirmasi?" seperti Konfirmasi yang AP melalui pesan via WhatsApp sebelumnya. Ternyata bahan konfirmasinya sama dengan pesan sebelumnya.

Selanjutnya, terkait pertanyaan nomor 1,2,3 dan 5 bisa saya jawab, namun untuk pertanyaan no 4 tidak dapat saya jawab karena tidak disertai bukti.” tutur Rika sembari mengulang pertanyaan dan jawaban pada AP.

Kita akui pada saat menyampaikan jawaban kepada Ap, sontak dengan nada yang agak keras karena tersinggung dengan pertanyaannya yang nomor 4. Kenapa tidak, saya minta Ap untuk dapat memberikan bukti atas Konfirmasinya yang  nomor 4 terkait dugaan perselingkuhan yang dituduhkan kepada saya dengan ketua DPRD tanpa bukti.

"Apa buktinya? Tanya Badria kepada Ap, namun itu terdiam"

Mendengar nada suara saya yang agak keras, salah seorang Security yang akan pulang karena selesai bertugas sontak masuk ruangan saya dan mempertanyakan ada apa yang terjadi? Sambil gerak. 

Lalu security itu menanyakkan kepada Ap dari mana dan meminta agar diperlihatkan Identitas dirinya sebagai Wartawan sembari mengajak Ap untuk keluar ruangan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

”Kau siapa? Tanya Security.

Saya ini Wartawan, kau tidak punya hak menyuruh saya keluar, tau kau, jawab Ap kepada Security yang memang pada saat kejadian baru lepas dinas (kerja).

Security tidak senang dengan kata-kata  dari mulut Ap, disitulah terjadi keributan dan saya pun berteriak agar keributan yang terjadi dihentikan. Ternyata teriakan saya (Badria Rikasari, red) tidak di indahkan keduanya yang bertikai, namun untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan saya menghalang security dan lainnya dengan posisi postur tubuh depan saya tegak tepat di hadapan Ap dan meminta untuk semuanya keluar dari ruangan saya. Kata Badria Rikasari lagi

Saya sangat kecewa dengan AP, karena dibilang tidak ada yang melarikan dan saya diam saja.

”Jika saya diam, sebagaimana yang disampaikan Ap pada media. Ya.. Semua saya serahkan ke Ap, karena jelas badan saya tepatnya dada saya ini melindungi wajah Ap agar tidak terkena pukulan,.” jelas Badria Kartika sambil memperagakan caranya melindungi wajah AP yang mana dadanya mengenai wajah AP itu sendiri

"Saya sangat kecewa ya dengan pernyataan AP tersebut kepada media"


Ketika awak media mempertanyakan kebenaran laporan AP ke pihak kepolisian, Badria Rikasari membenarkan.

"Iya,memang menurut informasi AP telah melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib. Seharusnya laporan itu tidak perlu kalau ada niatnya untuk menyelesaikan, tapi biarkan pihak berwajib yang menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita percaya polisi memiliki Standar dalam melakukan proses setiap laporan masyarakat" Imbunya

Menurut Badria lagi, peristiwa yang telah terjadi antara oknum Wartawan "AP" dengan oknum Security  DPRD Kota Pekanbaru tersebut, saya selaku Kabag Humas meminta kepada semua pihak agar  menjadikannya sebagai pelajaran berharga dengan mengedepankan kinerja yang Profesional dan menjaga Emosional. 

Kejadian itu tidak mempengaruhi kerja sama antara media dengan DPRD. Kita tetap adakan kerja sama seperti dulu. Jelasnya. 

Dipenghujung Rikasari Kasubag Humas DPRD kota Pekanbaru menyampaikan harapannya, untuk saling menghargai,saling menghormati dengan Profesional dalam bekerja, kedepannya, kita akan lakukan sharing dan atau tukar pendapat dengan melaksanakan Coffe Morning minimal sekali sebulan antara Pemilik media/Wartawanddengan DPRD Kota Pekanbaru. 

"Saya pikir kejadian kemaren itu karena kesalahan dalam komukasi saja. Kawan kawan Medan jangan segan segan memberikan masukan dan kritik kepada kami di DPRD Kota Pekanbaru ini, karena kami ini manusia biasa, Harahap Badria Rikasari.

Sementara korban AP (Amponiman, red) sebagai pelapor yang menjadi korban dugaan Pengeroyokan saat dihubungi media ini melalui telpon genggamnya mengatakan, peristiwa itu bermula pada saat dirinya menghadiri undangan saudari Badria Rikasari melalui Staf ya bernama YN (Yona) melalui telpon dan pesan singkat via WhatsApp.

Undangan itu berdasarkan konfirmasi  saya melalui telpon dan pesan WhatsApp guna menjawab konfirmasi yang telah saya ajukan ke Badria Rikasari sebelum kejadian. Namun pada saat konfirmasi berlangsung secara tiba-tiba datang sekelompok orang yang tidak dikenal (OTK) berpakaian dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap dirinya saya. Katanya, Senin (02/09/2019) Sekira pukul 21.25 wib.

AP menjelaskan, pada saat sebelum kejadian jauh hari telah mengirimkan  konfirmasi melalui pesan singkat (SMS/WhatsApp) ke nomor pribadi Badria Rikasari, yang isinya ada 4 diantaranya terkait dugaan penyalahgunaan anggaran kerjasama disejumlah media dan mempertanyakan hubungan Badria Rikasari dengan Ketua DPRD Pekanbaru. Namun, Badria Rikasari bukannya menjawab tapi malah mengundang saya untuk ketemuan di ruang kerjanya. 

Dalam pertemuan itu saya minta Badria Rikasari menjawab konfirmasi yang telah saya kirim melalui pesan singkat, namun belum sempat menjawab tanpa sebab datanglah sekelompok orang berbadan tegap langsung mengeroyok saya sambil berkata wartawan mana kau.,dan saya ditarik paksa menuju parkir sepeda motor di belakang gedung DPRD Kota Pekanbaru. Sesampainya kami di parkir saya di pukul lagi secara membabibuta dan merampas kartu pers saya. Setelah oknum terduga preman itu puas memukul dan merampas Kartu Pers saya, lalu di giring seraca paksa masuk ruang Badria Rikasari dan meminta untuk saya minta maaf kepada Badria Rikasari.

Dibawah tekanan dan menghindari brutalnya lagi para oknum preman itu, akhirnya saya minta maaf ke Badria Rikasari, lalu saya di suruh pulang. Kata AP menceritakan kronologis kejadian.

Ditambahkannya, akibat kejadian tersebut  AP mengalami luka lembab dan sakit-sakitan di sekujur tubuhnya. Kasus tersebut telah di laporkan ke Polresta Pekanbaru untuk dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Berdasarkan kronologis tersebut, timbul pertanyaan saya. Kok secara tiba-tiba tanpa undangan sekelompok orang tidak dikenal langsung mengeroyok saya dan juga OTK itu mengetahui inti dari konfirmasi saya. Biarlah publik yang menilai.

Apapun keliknya Badria Rikasari, itu haknya.  Saya tetap kedepankan praduga tidak bersalah.

Selanjutnya, kasus ini saya serahkan proses hukumnya di tangan Polresta Pekanbaru. Saya yakin polisi bekerja sesuai ketentuan yang berlaku. Imbuh AP, (Red/Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas