Headlines News :
Home » » Bangunan Lapangan Volly Desa Lembah Dusun Gading 'Menguap'

Bangunan Lapangan Volly Desa Lembah Dusun Gading 'Menguap'

Written By HARIANBERANTAS on Saturday, September 14, 2019 | 2:05:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Korupsi Kolusi dan Nepotisme (DPC LSM PKKN) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Berlin M angkat bicara terkait pembangunan lapangan bola volly di Desa Lembah Dusun Gading Kecamatan Pasir Penyu Kab. Inhu tahun 2018 dan 2019.


Lapangan bola volly dengan volume 25 x 15 x 0.15 Meter tersebut menggunakan Dana Desa (DD) APBN dua tahun anggaran. Yakni, DD APBN 2018 sebesar Rp 90.620.000 dan DD APBN 2019 sebesar Rp 74.739.400. Totalnya, Rp 165.359.400. "Banyak betul biayanya, "kata Berlin kepada Harianberantas, Sabtu (7/9) siang di Pasir Penyu.

Berlin mengatakan kalau dilihat dari besarnya biaya untuk pembangunan lapangan bola volly tersebut patut diduga terindikasi mark up. Saya minta dalam hal Inspektorat lakukan audit secepatnya biar terang benderang.

Bapak-bapak Inspektorat, jangan menunggu bola dong. Apa harus ada laporan dari masyarakat. Alangkah baiknya Inspektorat cepat tanggap terhadap hal-hal yang seperti ini, "ucapnya sembari memperlihatkan dokumentasi lapangan bola volly tersebut.

Terpisah, Kepala Inspektorat Kab. Inhu, Boike Sitinjak merespon cepat polemik terkait pembangunan lapangan bola volly tersebut. Dirinya mengatakan ada 3 (tiga) tahap sebagai langkah Inspektorat menyikapi hal itu. 

Pertama, Inspektorat menunggu informasi dalam bentuk berita yang sudah terbit agar dikirimkan ke saya (Boike-red). Kedua, setelah itu saya diskusikan dengan tim. Iya kan, kita buatkan sebagai pengaduan dari masyarakat. Dan yang ketiga, apabila nantinya signifikan, tim akan turun ke lapangan untuk mengakibatkan kajian dan selanjutnya juga kita buatkan sebagai pengaduan resmi dari masyarakat, "kata Boike kepada Harianberantas, Rabu (11/9).

Menurutnya, dalam hal ini sebagaimana yang sudah diatur dalam pasal 385 UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemda dan pasal 20 UU nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemda.

Nah, jika nantinya tim menemukan kerugian keuangan negara maka tim memerintahkan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini Kades mengembalikan kerugian keuangan negara tersebut, "pungkasnya

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Lembah Dusun Gading menjelaskan bahwa pembangunan lapangan bola volly tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan jumlah biaya meski dibuat 2 (dua) tahun anggaran DD APBN 2018 dan 2019 tidak ada masalah, "ucapnya

Tahun 2018 lalu bangunan lapangan volly dengan dana sebesar Rp 90.620.000 hanya selesai bentuk huruf L. Artinya kan belum rampung. Jadi, tahun 2019 ini sudah kita anggarkan DD APBN tahap II sebesar Rp 74.739.400 guna melanjutkan pekerjaan tersebut. 

Tambahannya memang ada pemasangan lampu dan pemasangan meteran listrik, "sebutnya. (Lamhot Manurung)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas