Headlines News :
Home » » Oknum Guru SMKN 1 Lahewa Timur Diduga Aniaya Siswa Saat Proses Belajar Berlangsung, LSM KPK Desak Polisi Segera Menangkap Pelaku

Oknum Guru SMKN 1 Lahewa Timur Diduga Aniaya Siswa Saat Proses Belajar Berlangsung, LSM KPK Desak Polisi Segera Menangkap Pelaku

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, August 28, 2019 | 8:38:00 PM

HARIANBERANTAS, NIAS- Aksi brutal oknum oleh SMK Negeri 1 Lahewa Timur Kabupaten Nias Utara, berisial FZ dkk,  sangat keterlaluan. Akibat perbuatanya, oknum guru tersebut terpaksa harus berurusan dengan hukum.

Pasalnya, orang tua korban tidak terima anaknya dianiaya oleh pelaku sehingga melaporkan penganiayaan anaknya itu kepihak kepolisian untuk dimintai pertanggungjawaban secara hukum sesuai dengan laporan polisi nomor: STPL/19/VIII/2019/NS- Lahewa pada tanggal 08 Agustus 2019 yang diterbitkan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lahewa, Kabupaten Nias Utara, provinsi Sumatra Utara, Indonesia.

Orang tua siswa ATZ ketika ditemui awak media www.harianberantas.co.id menuturkan, pihaknya sangat menyesalkan perlakuan oknum guru SMK N 1  Lahewa  Timur berinisial FZ dkk, kepada anaknya.

Peristiwa itu bermula ketika anaknya terlambat masuk karena ada hambatan di jalan. "Masa hanya karena terlambatmpai ke sekolah saja langsung dipukul"

ATZ menambahkan, akibat penganiayaan tersebut anaknya mengalami trauma yang sangat mengganggu piskologi anak saya, Tambahnya.

Pada saat pihaknya melapor ke Polsek Lahewa, anaknya telah dilakukan Visum. “Visumnya sudah diambil, saat ini sudah kami serahkan di Polsek Lahewa” Sambungnya.

ATZ menambahkan lagi, saya paham bahwa kewajiban sekolah dan guru untuk mendidik, menegakkan disiplin dan taat aturan serta menerapkan sanksi bagi siapa saja yang melanggarnya termasuk anak saya. Akan tetapi sanksi itu bukan kekerasan fisik dan phiskis. Sementara sanksi yang diterima anak saya adalah kekerasan fisik.

"Pelaku memukul bagian ulu hati anak saya" Katanya dengan nada kesal.

Ketua DPW II LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) Pulau Nias, Trisman Gea, mengecam perilaku oknum guru SMK N 1 Lahewa Timur yang melaku kekerasan pada siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung atau dilingkungan sekolah, sebagaimana video yang sempat direkam pada saat kejadian.

Menurutnya, tindakan oknum guru tersebut merupakan tindakan yang kurang terpuji. Perbuatan tenaga pendidik itu sudah mencoreng citra pendidikan kita di Kabupaten Nias Utara.

Kita minta pihak kepolisian khususnya Polsek Lahewa yang menangani perkara tersebut segera menangkap pelakunya agar menjadi pelajaran bagi guru guru yang lainnya, hingga hal yang sama tidak terulang kembali dikemudian hari, Pinta Tisman.

Ketika awak media mendatangi sekolah untuk konfirmasi dan mengklarifikasi, awak media diterima langsung oleh kepala sekolah SMK Negeri 1  Lahewa Timur, Yuberi Gea.

Yuberi Gea selaku Kepala Sekolah seakan lepas tangan dan lempar tanggung jawab. Pihak sekolah yang dipimpinnya memang menerapkan kedisplinan yang berlaku di sekolah, namun terkait masalah penganiayaan atau kekerasan yang dilakukan oknum guru kepada siswa (Korban,red) itu masalah pribadi oknum guru itu sendiri. Katanya

"Prinsipnya, sekolah, memang memiliki aturan dan tata tertib yang harus dipatuhi oleh semua peserta didik. Kita menerapkan kedisiplinan yang berlaku di sekolah. Tapi, persoalan dugaan penganiayaan atau kekerasan terhadap siswa yang dilakukan oleh oknum guru bukan tanggungjawab sekolah, itu sepenuhnya merupakan masalah pribadi oknum itu sendiri”, Elaknya lagi

Ditempat terpisah, awak media berusaha melakukan konfirmasi Kapolsek Lahewa dan Kanit, namun tidak membuahkan hasil. Akan tetapi informasi yang didapat media ini dari pihak kepolisian melalui Toni P. Zega selaku piket, membenarkan pihak Polsek Lahewa telah menerima laporan dari orangtua siswa SMK N.1 Lahewa tersebut, dan kasusnya masih dalam penyelidikan. Penyidik masih memangil saksi saksi beserta pihak terkait termasuk pihak sekolah, Kata Toni.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih berkeliaran.

Keluarga korban berharap pelaku segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya dihadapan hukum. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas