Headlines News :
Home » » Terkait Jual Beli Jabatan, Kepala Bappeda Pelalawan Diduga Terlibat

Terkait Jual Beli Jabatan, Kepala Bappeda Pelalawan Diduga Terlibat

Written By HARIANBERANTAS on Saturday, July 20, 2019 | 6:00:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pemerintahan yang bersih dan baik (clean and good government), salah satu kunci mewujudkan pembangunan yang adil dan merata di Indonesia.

Dengan pemerintahan seperti itu, pelayanan terhadap rakyat juga akan maksimal, tanpa pandang bulu.  Yang terpenting terbebas dari korupsi.

Sayangnya, isu jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan. 

Justru yang mengejutkan,  nama putra Bupati Pelalawan Adi Sukemi disebut-sebut terlibat dalam praktek transaksi jabatan mulai dari eselon IV hingga eselon II ini.

Selain Adi Sukemi, nama Kepala Bappeda Pelalawan Syahrul diduga ikut terlibat. Untuk menjadi Kepala Dinas (eselon II) dibanderol di kisaran Rp 100-250 juta. Eselon III Rp 30-75 juta. Sedangkan eselon IV Rp 15-25 juta.

Saat wartawan meminta keterangan Kepala Bappeda Pelalawan Syahrul melalui via WhatsApp mengatakan, "Saya tidak mengetahui sama sekali terkait isu jual beli jabatan sebagaimana berita yang beredar," elaknya.

Saat ditanya terkait informasi dan hasil investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) yang di media terkait mutasi dalam waktu dekat, "Saya tidak tahu itu" jawab Syahrul ".

Sangat disayangkan atas jawaban beliau selaku Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan itu.

Harusnya dapat merespon dan serius menanggapi pemberitaan ini, karena secara jelas praktek jual beli jabatan sebenarnya sudah diantisipasi dengan sejumlah aturan perundang-undangan, seperti:

Undang-Undang (UU) Nomor 15 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pada intinya, dua peraturan itu mengamanatkan bahwa sistem perekrutan PNS, termasuk pejabat, harus berdasarkan sistem merit yang profesional, terbuka, dan kompetitif.

Tujuannya agar aparatur negara benar-benar diisi oleh orang-orang yang profesional, berintegritas, dan melayani masyarakat.*** (Relis/Johan)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas