Headlines News :
Home » » Putusan Hakim Hal Perdata Bonar Sitinjak Jadi Korban

Putusan Hakim Hal Perdata Bonar Sitinjak Jadi Korban

Written By HARIANBERANTAS on Saturday, July 20, 2019 | 6:07:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU- Putusan perkara Perdata kasasi Mahkamah Agung atas nama Bonar Sitinjak terlapor di desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat Inhu, hakim tidak jeli melihat berkas perkara yang diputuskan. Sehingga Bonar Sitinjak warga  Kelurahan Pematang Reba Inhu menjadi korban putusan Hakim.


Bonar Sitinjak mengatakan " putusan pengadilan seharusnya dilihat dulu dengan jelas perkara putusan oleh pihak pengadilan. Surat tanah yang dimenangkan oleh pantas Pakpahan tidak sesuai dengan objek perkara. Didalam surat tanah pantas Pakpahan disebutkan adanya dusun lingkungan.sedangkan dusun lingkungan tidak ada di objek perkara sesuai pernyataan perangkat desa dan juga kepala desa. Bukan itu saja, surat tanah yang asli sebenarnya ada 1 ( satu ) dibuat menjadi 3 ( tiga ) dan disana dinyatakan ada ( Sama dengan asli ), yang seakan surat asli tanah tersebut ada 3 surat. Bagaimana hakim memutus 5 hektar sementara suratnya ada 1, saya adalah korban dalam putusan ini ",sebutnya.

Harapan Bonar "untuk hakim yang ada di seluruh Indonesia, mohonlah memutuskan perkara seadil adilnya. Karena Hakimlah wakil perpanjangan tangan Tuhan di dunia ini. Pada siapa lagi aku mengadu kalau bukan kepada hakim terkait perkara yang saya hadapi dan menyangkut hak dari kehidupanku dan keluargaku," ujarnya.

Ali Sobirin SH, MH wakil Ketua Pengadilan mengatakan ke awak media "hal putusan perkara, saya tidak bisa berkomentar karena itu bukan kewenangan saya sebagai wakil ketua.

Itu kewenangan majelis Hakim pemutus perkara, baik ketua pengadilanpun tidak bisa. Karena itu pertanggung jawaban dari hakim perkara. Tetapi  akan diberikan kesempatan upaya upaya hukum apa bila tidak terima atau berkeberatan terhadap putusan pengadilan.

Sesuai perkataan bapak dipengadilan negri pertama menang, kemudian banding karena keberatan pihak yang kalah, maka ditingkat pengadilan tinggi kalah dan di kasai juga kalah.

Terhadap putusan banding atau kasasi ada upaya hukum  luarbiasa. Itu adalah peninjauan kembali atas putusan pengadilan.

Terkait eksekusi, para hakim akan mempelajari  objek dan tinjau kembali. bila tidak sesuai maka tim akan rapat kembali apakah di eksekusi atau tidak," ujarnya. 18/7/19.(Pinten S)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas