Headlines News :
Home » , » Oknum Kepsek SMA 3 Tapung-Kampar Keluarkan Siswa Tanpa Sebab, Membuat Aktivis DPC LSM Penjara Kampar Geram

Oknum Kepsek SMA 3 Tapung-Kampar Keluarkan Siswa Tanpa Sebab, Membuat Aktivis DPC LSM Penjara Kampar Geram

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, July 9, 2019 | 6:51:00 PM

HARIANBERANTAS, KAMPAR- Oknum kepala sekolah menengah atas (SMA) Negeri 3 Petapahan Jaya, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau, diduga keluarkan sejumlah siswa/i tanpa alasan.

Sejumlah pihak menduga di keluarkannya siswa/i tersebut karena pihak oknum Kepsek tidak terima di kritik/diprotes oleh siswa/i terkait dugaan pungutan liar (Pungli) yang kerap dilakukan oleh oknum Kepsek cs selama ini. Pemencatan siswa/siswi itu berdasarkan surat yang di keluarkan oleh pihak sekolah tanpa menggunakan kop surat.

Sementara kasus pungli yang diungkap siswa/siswi pada saat melakukan aksi demo beberapa bulan yang lalu, hingga kini belum tuntas.

Menyikapi pemencatan/dikeluarkan siswa/siswi oleh oknum Kepsek SMA 3 Tapung-Kampar tersebut membuat aktivis dari DPC lsm Penjara Kabupaten Kampar melaporkan ke pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Senin, (8/7/2019).

Kedatangan aktivis anti korupsi ini untuk meminta Gubernur Riau melalui Disdik Riau di Pekanbaru agar sesegera mungkin melakukan pemencatan terhadap oknum Kepsek SMA 3 Tapung-Kampar yang sewenang-wenang mengeluarkan siswa/siswi tanpa sebab.

Menurut Rudi Lase sebagai ketua DPC LSM Penjara Kabupaten Kampar usai keluar dari Kantor Disdik Riau kepada awak media mengungkapkan selain pihaknya melaporkan ke Disdik Riau, pihaknya juga segera melaporkan tindakan oknum Kepsek siswa/siswi ke pihak penegak hukum dalam waktu dekat.

"Kita akan melaporkan oknum Kepsek itu ke pihak Penegak hukum dalam waktu dekat ini. Besar harapan kita oknum Kepsek itu harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Karena akibat perbuatan para oknum Kepsek tersebut, siswa gagal mengikuti ujian nasional dan sampai saat ini mengalami trauma" Kata Rudi. 

Anehnya, surat pemencatan siswa berinisial "AA" itu di tanda tangani oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan tanpa kop.

Rudi Lase menilai surat pemencatan siswa itu cacat hukum. Tambahnya.

"Saat ini siswi berinisial (Aa), yang duduk di Kelas 11 IPS mengalami ketinggalan mata pelajaran hingga tidak dapat mengikuti ujian smester II sampai saat penerimaan rapor, Tentunya kami dari LSM Penjara kab.Kampar meminta kepada Dinas Pendidikan Prov. Riau untuk serius menindak lanjuti laporan kami agar, (Aa), mendapatkan status yang jelas. Tegas Rudi Lase.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang di konfirmasi awak media melalui sekretaris Ahyu Suhendra, belum berhasil dimintai keterangan pers karena nomor selulernya tidak aktif. Begitu juga pada saat di datangi di ruang kerjanya juga tidak berhasil. Menurut stafnya, Ahyu sedang sibuk dan belum bisa melayani tamu.

"Maaf pak, Pak Sekretaris sedang sibuk belum bisa melayani tamu" Kata stafnya yang tidak mau menyebutkan namanya. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas