Headlines News :
Home » » Mengaku Sebagai Ketua IMO-Indonesia di Riau, Saudara Hondro Tempuh Jalur Hukum

Mengaku Sebagai Ketua IMO-Indonesia di Riau, Saudara Hondro Tempuh Jalur Hukum

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, July 18, 2019 | 6:05:00 AM

HARIANBERANTAS,PEKANBARU- Ketua perusahaan pers nasional, Ikatan Media Online (IMO) Indonesia wilayah Riau, Saudara Hondro, melaporkan salah satu oknum Wartawan ke Polda Riau, karena diduga merampas hak para pengurus dan anggota perusahaan Pers Ikatan Media Online (IMO) Indonesia yang sah.

Oknum Wartawan yang mengaku sebagai ketua IMO-Indonesia wilayah Provinsi Riau itu, secara resmi dilaporkan Saudara Hondro pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Riau dengan bukti penerimaan laporan Nomor: STPL/300/VII/2019/SPKT/RIAU, tanggal 15 Juli 2019.

Pelaporan resmi dengan register laporan, Nomor: STPL/300/VII/2019/SPKT/RIAU Tanggal 15 Juli 2019 tersebut, guna menindaklanjuti surat Dumas yang sebelumnya disampaikan tim pengurus dan anggota IMO-Indonesia ke Polda Riau pada tahun 2018.

Dalam laporan tertanggal 15 Juli 2019 ini, terlapor diduga telah melakukan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik sebagaimana di maksud dalam pasal 310 jo pasal 311 KUH Pidana.

Saudara Hondro dalam keterangan Pers-nya, Rabu (17/07/2019) menerangkan, kasus yang telah merugikan namanya baik secara material maupun inmaterial ini berawal ketika Terlapor mengaku dirinya sebagai Ketua IMO Riau yang dipublikasikan di media. Padahal saat itu ketua IMO Riau yang sah adalah Saudara Hondro.

Ketika itu, oknum Wartawan (Terlapor) mengaku ingin mengikuti Munas IMO Indonesia di Jakarta. Tapi setelah kembali dari Jakarta, justru oknum Wartawan yang mengaku ketua IMO-Indonesia wilayah Riau itu dilantik sebagai Ketua MOI Riau. 

"Yang saya laporkan adalah terkait dengan pemberitaan, dimana dia (Terlapor) mengaku sebagai Ketua IMO Riau. Padahal Ketua IMO Riau yang sah dan telah memiliki legalitas yang syah adalah saya sendiri," tandas Hondro.

Akibat pemberitaan itu terang Hondro, baik secara pribadi maupun sebagai pemilik media online, dia telah dirugikan karena beberapa kerjasama dengan sejumlah pemerintah daerah kabupaten dan kota menjadi terganggu bahkan ada yang diputus.

"Mudah-mudahan laporan ini dapat memberi keadilan hukum bagi saya dan organisasi yang saya pimpin. Saya berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan ini agar menjadi pelajaran bagi terlapor maupun pihak lain yang mencoba melakukan hal yang sama," pungkasnya.***(IMO)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas