Headlines News :
Home » » Mediasi Deadlock, Nasib Karyawan Lama PT SRK Terancam Ke Sidang PHI

Mediasi Deadlock, Nasib Karyawan Lama PT SRK Terancam Ke Sidang PHI

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, July 30, 2019 | 3:03:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Rapat mediasi pertama (I) sengketa terkait hak dan status antara karyawan level staff/pimpinan PT Sinar Reksa Kencana (PT. SRK) STE Rakit Kulim dengan Management PT Mentari Group (PT. MG) selaku pemegang saham PT. SRK, Senin (29/7) di kantor Disnaker Kabupaten Indragiri Hulu, Riau berakhir tanpa hasil alias deadlock.

Rapat mediasi tersebut dipimpin langsung Kepala Bidang (Kabid) Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Disnaker Inhu, Arpan ST didampingi Sekretaris Disnaker Inhu, Hj Dewi Damayanti, SH.MH dan dihadiri General Manager (GM) regional Riau PT. MG, Willy Sirait serta puluhan karyawan level staff/pimpinan PT. SRK.

GM regional Riau PT. MG, Willy Sirait yang mewakili Top Management PT. SRK mengatakan bahwa rapat mediasi tersebut tidak tercapai kata sepakat alias deadlock. Karena karyawan level staff/pimpinan menginginkan atau menuntut tanggungjawab pemilik saham lama PT. SRK, Haryono cs, "sebutnya. 

Willy Sirait kepada Harianberantas mengatakan aksi mogok kerja oleh karyawan level staff/pimpinan PT. SRK tetap berlanjut sambil menunggu kedatangan Haryono cs yang sebelumnya sudah berkomunikasi dengan Baharudin Gurning dengan janji akan datang dan bertemu dengan perwakilan dari pendemo.

Meskipun rapat mediasi mengalami kebuntuan, pihak dari Management PT. MG tetap menekankan kepada karyawan baik yang karyawan biasa maupun karyawan level staff/pimpinan agar tetap bekerja seperti biasa. Dan meminta agar menentukan sikap dengan cara mengisi peryataan apakah bergabung atau tidak bergabung dengan PT. SRK, "ucap Willy via telepon selulernya.

Dijelaskannya, karena deadlocknya mediasi tersebut, Kabid PHI Disnaker Inhu Yaspan ST akan segera membawa masalah ini ke mediator Disnaker Pekanbaru sebagai opsi terakhir. Dan jika nantinya salah satu pihak melaksanakan anjuran dari mediator, maka maka salah pihak berhak melanjutkan ke persidangan PHI sesuai prosedur yang diatur dalam UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Sebenarnya rapat mediasi ini diadakan antara karyawan level staff/pimpinan dengan pemilik saham PT. SRK yang lama bukan dengan Management PT. MG, "pungkasnya.

Sementara Kabid PHI Disnaker Inhu, Yaspan ST mengatakan hal yang sama bahwa rapat mediasi I antara karyawan level staff/pimpinan mengalami kebuntuan karena tidak ada kata sepakat. Tuntutan mereka itu hanya menginginkan seperti apa statusnya pasca peralihan saham PT. SRK ke PT. MG.

Kalau sekiranya tenaga kerja lama tidak dipakai lagi oleh pemegang saham baru, ya tolong dijelaskan seperti apa. Dan jika mereka itu dilanjutkan sebagai tenaga kerja, seperti apa prosesnya.

Pada intinya, kata Yaspan, Disnaker Inhu hanya menjalankan amanah yang diatur dalam UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Mudah-mudahan seperti yang disampaikan oleh salah satu perwakilan buruh, Baharudin Gurning bahwa minggu ini Direktur PT. SRK yang lama datang untuk menyelesaikan masalah tersebut, "ucapnya.

Kalau sekiranya gak datang, Disnaker Inhu akan menyurati kembali Direktur PT. SRK yang lama. Sekaligus masalah ini kita serahkan ke mediator Disnaker Pekanbaru. Mediator berhak membuat anjuran kepada salah satu pihak. Dan kalau salah satu pihak tidak menjalankan anjuran daripada mediator, maka salah satu pihak berhak mengajukan sengketa tersebut ke sidang PHI, "jelasnya.

Turut hadir dalam rapat mediasi antara lain : Kasi Penta Disnaker Inhu, Kasi Syarat Penerimaan Kerja Disnaker Inhu serta puluhan karyawan PT. SRK berlangsung aman dan tertib. (Lamhot Manurung).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas