Headlines News :
Home » » Warga Kelesa 'Ancam' Segel Kantor Desa

Warga Kelesa 'Ancam' Segel Kantor Desa

Written By HARIANBERANTAS on Sunday, July 14, 2019 | 11:04:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU - Puluhan warga dan sejumlah tokoh masyarakat Desa Kelesa Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau 'berang' kepada Kepala Desa (Kades) Kelesa Joni Aris Wasito bahkan berencana akan menyegel kantor desa.

Kami selaku warga Desa Kelesa sangat kecewa dan jengkel kepada Kades Joni yang tidak bersedia hadir dalam acara rapat desa pada hari Jumat 12 Juli 2019 kemarin, "kata salah satu tokoh masyarakat, Yasipan, Sabtu (13/7) sore disaksikan puluhan warga lainya di rumah kediaman Manullang.

Yasipan mengatakan, kalaulah kemarin tuh Kades Joni bisa hadir, banyak hal yang akan warga pertanyakan. Diantaranya, ADD, Dana Desa APBN serta kebijakan lainya yang kami nilai tidak transparan.

Tapi karena beliau tidak bisa hadir, mau tak mau kami pun tetap menjadwalkan ulang kembali acara rapat evakuasi pada hari Senin 15 Juli 2019 nanti, "ucapnya dengan nada kesal.

Di tempat yang sama, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kelesa, Basri selaku penanggungjawab acara rapat tersebut mengatakan hal yang sama dengan Yasipan bahwa dirinya sangat menyayangkan sikap Kades Joni yang tidak bersedia hadir.

Saya tidak tau apa alasannya dia tidak hadir. Surat undangan sudah kami berikan. Harusnya beliau datang agar bisa menjelaskan kepada warga terkait pembangunan desa dan kebijakan lainya. Namun sayang, Kades Joni hanya diwakili oleh Sekdesnya, Pak Eka Setiawati, "kesal Basri.

Menurut Yasipan, jikalau pada rapat evaluasi terjadwal pada hari Jumat 15 Juli 2019 nanti masih tidak dihadiri oleh Kades Joni, semua warga yang sudah bertanda tangan sudah sepakat akan menyegel kantor Desa Kelesa.

Langkah untuk menyegel kantor desa itu tertuang dalam berita acara dan sudah ditanda tangani oleh Ketua BPD Basri, Sekdes Eka Setiawati dan Bhabinkamtibmas Dedi D, "sebut Yasipan dan Basri disaksikan warga lainya.

Terpisah, Kades Kelesa, Joni Aris Wasito mengakui tidak menghadiri undangan rapat dari Ketua BPD Basri di Balai Desa pada hari Jumat 12 Juli 2019 lalu dengan alasan bahwa rencana rapat evaluasi tersebut hanya kebijakan seorang Ketua BPD tanpa melibatkan anggota lainnya.

Saya melihat rapat tersebut berbau aroma politik terkait Pilkades yang akan datang. Namun demikian, untuk rapat pada hari Jumat 12 Juli 2019 kemarin tetap saya hormati dengan mewakilkan kepada Sekdesnya. "Saya usahakan untuk hadir pada acara rapat berikutnya," sebutnya melalui telepon selulernya. (Lamhot/Pinten)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas