Headlines News :
Home » » Dugaan Korupsi ADD Rp.25 Juta, Kades Tanjung Alai Sebut Dibawah Pembinaan Inspektorat Kampar, Begini Kronologisnya

Dugaan Korupsi ADD Rp.25 Juta, Kades Tanjung Alai Sebut Dibawah Pembinaan Inspektorat Kampar, Begini Kronologisnya

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, July 9, 2019 | 12:37:00 PM

HARIANBERANTAS, KAMPAR- Proyek pembangunan parkir di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau yang bersumber dari anggaran dana desa (ADD) senilai Rp. 25.000.000, 00, juta rupiah tahun anggaran 2018 diduga ajang korupsi.

Kepala desa Tanjung Alai, berisial ZA (Zulfan Alwi) ketika dihubungi awak media mengatakan, seluruh kegiatan desa dibawah pembinaan Inspektorat Kabupaten Kampar, Propinsi Riau, termasuk kegiatan pembangunan parkir tersebut.

"Iya, seluruh kegiatan kami di desa ini dibawah pengawasan Inspektorat. Jadi lebih baik bapak konfirmasi ke Inspektorat saja" Kata ZA, Selasa, (9/7/2019) pagi melalui telpon selulernya.

Ketika awak media menyinggung jumlah anggaran pembangunan parkir tahun anggaran 2018 lalu, ZA, tidak menampiknya. Kades ini mengakui biaya pembangunan parkir tersebut memang hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp.5.500.000,00.

"Biaya pembangunan parkir tersebut menelan anggaran tahun 2018 lalu itu hanya sebesar Rp. 5,5 juta rupiah. Untuk kejelasannya ada di dokumen, nanti kita lihat bersama"

"Apabila ada korupsi di desa kami, saya (ZA,red) siap bertanggungjawab sebagai warga negara. Tapi kegiatan kami itu berada di bawah pembinaan Inspektorat" Bebernya.

Sebelumnya, warga setempat merasa kecewa terhadap pembangunan parkir tersebut. Pasalnya, pihak pengelola mengelembungkan anggaran biaya pembangunan tersebut. Padahal biayanya hanya Rp.5.500.000 00 rupiah.

"Iya pak, aneh memang kok bisa pihak desa membuat biaya pembangunan parkir itu sebesar Rp.25.000.000, padahal biaya pembangunan parkir itu hanya sebesar Rp.5.500.000,rupiah" kata warga kepada awak media, Minggu (7/8/2019)

Sementara mantan kepala dusun (Kasus) II, Desa Tanjung Alai berisial HW (HASYAMA WINUR) menuturkan, "ketika saya tidak mau menuruti kemauan kedes, saya di 
Pecatnya sebagai Kadus.

"Saya (HW,Red) di pecat oleh Kades karena saya tidak mau mengikuti perintahnya  yang menekankan untuk harus saya mengakui biaya pembuatan parkir tersebut sebesar Rp. 25.000.000,"tuturnya dengan sedih.

Diharapkan kepada pihak penegak hukum segera sidik Kasus dugaan penyalahgunaan dana desa Tanjung Alai tersebut.

Hingga berita ini diturunkan pihak Inspektorat Kabupaten Kampar, belum berhasil di konfirmasi terkait pernyataan Kades Tanjung Alai tersebut. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas