Headlines News :
Home » » DPRD Jabar : Nilai Matematika Rendah, Lulusan SMK Jabar Kurang Diminati.

DPRD Jabar : Nilai Matematika Rendah, Lulusan SMK Jabar Kurang Diminati.

Written By HARIANBERANTAS on Friday, July 19, 2019 | 8:12:00 AM

Bandung , Harian Berantas - Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menyatakan nilai mata pelajaran matematika lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Jawa Barat dibandingkan dengan lulusan SMK Jawa Tengah dan Jawa Timur cukup rendah.
"Di Jabar itu pelaku industri untuk mencari lulusan SMK dengan nilai (matematika) di atas 3,5 sangat sulit. Di Jateng atau Jatim rata-rata nilainya 6 sampai 7," kata Sekretaris Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya pada awak media di Bandung, Kamis (18/7/2019).
Menurutnya , akhir-akhir ini SMK menjadi prioritas dibandingkan SMA negeri dan swasta di Jawa Barat dengan harapan bisa langsung bekerja seusai lulus sekolah. "Namun khusus Jabar ada permasalahan ternyata siswa SMK lebih banyak dibandingkan SMA dan secara statistik ketika tidak terserap di dunia kerja maka kontribusinya besar dalam pengangguran," Ujar dia.
Selain itu Hadi Wijaya mengatakan , fakta tentang rendahnya nilai matematika SMK di Jabar didapatkan pihaknya setelah menelusuri fenomena tersebut ke sejumlah perusahaan di Jawa Barat. Menurut dia, setiap bagian sumber daya manusia perusahaan di Jawa Barat ini menyatakan tidak menerima lulusan SMK bernilai matematika rendah tersebut.
Hadi Wijaya menyebut , alasan Pihak industri cenderung membuka pintu kepada lulusan SMK di luar Jabar contohnya sebuah industri otomotif di Jabar yang bahkan punya kelas jauh di sebuah SMK di Jawa Tengah.
Hal itu dikatakannya  berdasarkan hasil audiensi dengan pihakHRD perusahaan ini, nilai matematika menentukan tingkat kemampuan seseorang dalam menanggapi risiko kerja dan pegawai dengan nilai matematika rendah, katanya, memiliki risiko yang tinggi mengalami kecelakaan kerja.
"Jadi pegawai yang nilai matematikanya rendah, potensi mengalami kecelakaan kerja yang tinggi. Kemampuan memprediksi bahaya mereka terbilang lemah," katanya.
Padahal di sisi lain, katanya, siswa SMK ini diharapkan bisa diterima kerja dengan cepat setelah lulus dan ternyata, prestasi masing-masing sebagai penentu untuk peluang mereka. Sementara itu, di sisi lain, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah industri terbesar di Indonesia.
"Faktor lainnya, ada semacam hambatan mental. Orang Jabar ketika kerja di daerah sendiri, mereka punya mentalitas tinggi hati, suka protes, disiplin rendah, enggan mendapat pekerjaan berat. Itu masukan dari para HRD di Jabar," terang nya. (rp)***
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas