Headlines News :
Home » » Anotona Nazara Koreksi Berita Terkait Laporan Ketua IMO Indonesia ke Polda Riau, Berikut isi Perihal Suratnya

Anotona Nazara Koreksi Berita Terkait Laporan Ketua IMO Indonesia ke Polda Riau, Berikut isi Perihal Suratnya

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, July 24, 2019 | 7:30:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU
Keterangan Foto : Salah satu Bukti pernyataan Anotona Nazara kepada media yang mengaku sebagai Ketua IMO


Perihal : Koreksi Berita di Harian Berantas.com

Yang terhormat,
Redaksi Harian Berantas.com                              Di
Tempat

Sehubungan dengan pemberitaan di media Harian Berantas.com sebagaimana tertulis dalam link berita berikut: http://www.Harian Berantas.com, berjudul  Mengaku Sebagai Ketua IMO Indonesia di Riau, Saudara Hondro Tempuh Jalur Hukum, yang ditayangkan pada Kamis tanggal 18 Juli 2019, pukul 06:05:00 dapat kami klarifikasi bahwa terdapat kekeliruan pada konten berita tersebut.
1. Saya (Anotona Nazara) tidak benar melakukan Pencemaran nama baik sebagaimana yang yang ditulis dalam berita tersebut.

2. Terkait keikut sertaan saya mengikuti Munas IMOI, yang dilaksanakan pada hari/tanggal : Kamis 27 – Jumat 28 September 2018 tempat di Hotel Cempaka Jakarta, berdasarkan undangan resmi dari Dewan Pendiri Ikatan Media Online Indonesia yang diketuai Rudi S. Meliala yang saya terima undangannya pada tanggal 20 September 2018 dengan Nomor surat : 030/DP/IMOI/ IX/2018.

3. Diacara Munas IMOI  I ,  Para Pendiri dan utusan dari 27 Propinsi se Indonesia menyepakati untuk membubarkan diri dari wadah Ikatan Media Online Indonesia (IMOI) dan mendeklarasikan wadah baru yang diberi nama Media Online Indonesia (MOI) dan pada waktu yang bersamaan Dewan Pimpinan Pusat MOI yang baru dideklarasikan, mengeluarkan mandat pembentukan  kepengurusan ditingkat Propinsi  pada masing-masing utusan.

4. Terkait kerugian yang dialami oleh saudara Hondro, baik secara pribadi maupun sebagai pemilik media online yang menurut Hondro mengalami kerugian akibat pemutusan hubungan kerjasama disejumlah pemerintah daerah, tidak ada hubungannya dengan berdirinya MOI. Karena media online merupakan badan hukum usaha jika melakukan kerjasama  mengikuti ketentuan yang diberlakukan oleh masing-masing instansi.

5. Laporan yang sama pernah disampikan kepada pihak Polda Riau pada akhir tahun 2018, saya (Anotona Nazara) pernah diundang pihak Polda Riau,  untuk klarifikasi atas laporan yang pernah disampaikan saudara Hondro dan semua data-data yang berkaitan dengan hal tersebut sudah saya sampaikan. 


Untuk itu, kami meminta agar Redaksi Harian Berantas.com dapat menayangkan hak jawab yang kami sampaikan sesuai dengan informasi sebagaimana disebut di atas . Demikian disampaikan klarifikasi ini, dimana hal ini diatur dan dilindungi oleh Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih.

              Hormat saya,

        ANOTONA NAZARA

Tembusan disampaikan kepada Yth :
1. Ketua dewan Pers di Jakarta
2. Kapolda Riau di Pekanbaru
3. DPP MOI di Jakarta
4. DPW MOI Riau di Pekanbaru
5. PWI Cabang Riau di Pekabaru
6. ARSIP

Demikian isi perihal surat Anotona Nazara yang diterima Redaksi Harian Berantas ini dari petugas via TIKI, Rabu (24/07/2019) siang. Dimana berita yang dimuat harianberantas.co.id pada edisi 18 Juli 2019, berangkat dari keterangan Pers dan fakta pelaporan resmi Ketua DPW Riau Ikatan Media Online atau IMO-Indonesia, Saudara Hondro pada kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Riau tanggal 15 Juli 2019 dalam hal memperkuat surat Dumas yang telah disampaikan pengurus/anggota perusahaan Pers IMO-Indonesia sejak bulan Oktober 2018 pada Reskrimum Polda Riau.

Namun yang dapat menentukan benar atau tidaknya perbuatan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik sebagaimana di maksud dalam pasal 310 jo pasal 311 KUH Pidana yang diduga dilakukan Anotona Nazara yang mengaku sebagai ketua DPW IMO-Indonesia di Provinsi Riau tersebut, ketentuan ada palu hakim di pengadilan.

Berdasarkan perihal surat Anotona Nazara diatas, Redaksi Harian Berantas ini membetulkan kemasan berita sebagaimana koreksi Anotona Nazara (Terlapor) pada perihal surat.

Saudara Hondro selaku Ketua DPW Riau Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, resmi membuat laporan Polisi, karena Anotona Nazara (Terlapor-red) diduga mengaku sebagai ketua DPW Riau IMO-Indonesia, sehingga merugikan nama baik pengurus dan anggota DPW Riau Ikatan Media Online (IMO)-Indonesia yang sah.

Anotona Nazara yang mengaku sebagai ketua IMO-Indonesia wilayah Provinsi Riau itu sebelumnya, telah diadukan secara tertulis ke Polda Riau pada bulan Oktober 2018 yang akhirnya Saudara Hondro diminta Polisi untuk membuat laporan pada kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Riau tanggal 15 Juli 2019.

Nomor laporan yang terregister pada kantor SPKT Polda Riau, dengan bukti surat tanda penerimaan laporan, Nomor: STPL/300/VII/2019/SPKT/ RIAU tanggal 15 Juli 2019 tersebut, Anotona Nazara sebagai terlapor diduga telah melakukan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 310 jo pasal 311 KUH Pidana.

Sebelumnya, Rabu (17/07/2019), Saudara Hondro kepada Wartawan di kantornya menyatakan, kasus yang merugikan namanya baik secara material maupun inmaterial ini berawal ketika dia (Anotona Nazara-red), mengaku diri sebagai Ketua IMO Riau, sebagaimana bukti publish sejumlah media. Padahal ketua IMO Riau yang sah dan memiliki legalitas resmi adalah Saudara Hondro.

Saat itu, dia Anotona Nazara (Terlapor) mengaku akan mengikuti Munas IMO Indonesia di Jakarta. Tapi setelah kembali dari Jakarta, justru dia  dilantik sebagai ketua pada nama organisasi yang lain.

"Yang saya laporkan adalah terkait dengan pemberitaan, dimana dia Anotona Nazara (Terlapor), mengaku sebagai Ketua IMO Riau. Padahal Ketua IMO Riau yang sah dan telah memiliki legalitas yang syah adalah saya sendiri bersama para owner- owner media yang tergabung pada perusahaan Pers IMO-Indonesia wilayah Riau dan DPP di Jakarta," jelas Hondro.

"Mudah-mudahan laporan ini dapat memberi keadilan hukum bagi saya dan organisasi yang saya pimpin. Saya berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan ini agar menjadi pembelajaran bagi dia terlapor maupun pihak lain yang mencoba melakukan hal yang sama," harap S Hondro.*** (P-1)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas