Headlines News :
Home » » Terpidana Pencurian Besi 2,8 Ton Belum di Ekskusi, Ada Apa Dengan Kejati Riau & Kejari Siak ?

Terpidana Pencurian Besi 2,8 Ton Belum di Ekskusi, Ada Apa Dengan Kejati Riau & Kejari Siak ?

Written By HARIANBERANTAS on Saturday, June 29, 2019 | 1:01:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Kasus dugaan tindak pidana pencurian besi sebanyak 2,8 ton di wilayah hukum Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak kesatuan Kejati Riau yang putusannya telah bertahun-tahun  Inkrah sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) Repyblik Indonesia. Namun hingga saat ini kepastian hukum dari  Kejari Siak maupun Kejati Riau tak jelas, ada apa? heran salah satu fungsional elemen anti korupsi dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi tingkat DPP kepada Wartawan, Jum’at (28/06/2019) di Pekanbaru.

Sebelumnya, Kasi Penkum dan Humas Kajati Riau, Muspidauan SH saat ditemui LBH Bernas dan Wartawan diruang kerjanya, Kamis (27/6/2019) menyatakan, “tolong berikan waktu satu, dua  atau tiga hari ini untuk kami kordinasi dengan Kejari Siak”, katanya 

Kasi Penkum dan Humas Kajati Riau mengatakan, “Jangan bermain-main dengan hukum, putusan MA yang sudah inkrah harus dikesekusi oleh Jaksa sesuai dengan ketentuan hukum. Dan putusan MA merupakan putusan akhir, kalaupun ada Peninjauan kembali (PK)  hal itu tidak menghalangi proses eksekusi terhadap terpidana yang sudah mendapat keputusan tetap dari MA. 

Terkait masalah Morlan Simanjuntak CS jelas Muspidauan, terpidana sesuai dengan keputusan MA tahun 2015, sudah ramai dibicarakan oleh media massa, kita terkejut dan heran kenapa proses eksekusi tidak dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Siak, hal ini mencoreng Lembaga Hukum khususnya di Kejaksaan .

Merespon hal itu, kita dari pihak Kejaksaan Tinggi Riau segera berkordinasi kepada Kejaksaan Negeri Siak terkait kendala apa yang dihadapi dalam melakukan eksekusi, karena selama bertahun-tahun terpidana tidak tersekusi.  Tolong berikan kami waktu dalam satu, dua atau tiga hari kedepan untuk menjawab persolalan ini, kata Kasi Penkum dan Humas Kajati Riau, Muspidauan SH   

Mencuatnya kasus Morlan dan kawan-kawannya ini, berawal dari Putusan Mahkamah Agung RI yang diabaikan KeJaksaan Negeri Siak selama bertahun-tahun terhadap 3 terpidana kasus pencurian besi milik eks PT. Pertiwi Prima Plywood. 

Ketika terdakwa yang berseteru dengan PT. Tropical Asiater jadi  pada tahun 2012 silam itu, masing-masing Alfian, Ramot Manalu, Morlan Simanjuntak dalam perkara dugaan kasus pencurian besi sebanyak 2,8 ton di lokasi eks PT. Pertiwi Prima Plywood tepatnya di Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabuopaten Siak. 

Amar Putusan Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura tertanggal 10 Juni 2014 Nomor: 40/PID.B/2014/PN SIAK menyatakan Terdakwa I ALFIAN, Terdakwa II RAMOT MANALU dan Terdakwa III MORLAN SIMANJUNTAK telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dan menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa  masing-masing selama 3 (tga ) bulan.

Menimbang bahwa  putusan Pengadilan Negeri Siak kurang memberi efek jera dan tidak memenuhi rasa keadailan terhadap para terdakwa, Penuntut Umum atau JPU mengajukan permintaan banding pada Pengadilan Negri Siak tanggal 12 Juni 2014 dengan Akta Permintaan Banding Nomor 09/Akta Pid/2014/PN/SIAK. 

Sehingga Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru No: 186/PID.B/2014/PT.PBR, memutuskan  ke tiga terdakwa yakni, Terdakwa I ALFIAN, Terdakwa II RAMOT MANALU dan Terdakwa III MORLAN SIMANJUNTAK masing-masing dijatuhi pidana penjara  8 (delapan bulan) dan menetapkan masa penangkapan dan masa penahanan yang telah dijalani oleh para terdakwa.  

Menyikapi ketidakpastian hukum di wilayah hukum Kejati Riau melalui Kejari Siak terhadap perkara dugaan tindak pidana pencurian besi 2,8 ton tersebut, Ketua LBH Bernas, Sefianus Zai SH kepada media menyatakan, pada saat menemui Kepala kejaksaan Negeri Siak, Herri Hermanus Horro,SH didampingi Kasi Pidum Zikrulah,SH diruang kerjanya Senin (25/6/2019) mengatakan, semua berkas yang dibutuhkan untuk melakukan eksekusi Morlan CS sudah lengkap. 

"Semua berkas sudah lengkap dan surat perintah eksekusi sudah saya tanda tangani, mengingat besok saya harus ke Jakarta mengikuti Rakornis," ucap Kajari Siak.

Ironisnya kata Ketua LBH BERNAS Sefianus Zai,SH, mengaku heran kenapa jajaran Kejaksaan Negeri Siak dalam hal ini Kasi Pidum Kejari Siak tidak  melakukan eksekusi. Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Siak, Herri Hermanus Horro,SH menyebutkan jika semua berkas perkara sudah lengkap dan surat perintah eksekusi sudah ditanda tangani Kejari, ada apa ini ujar Sefianus bertanya. 

"Beginilah fakta penegakan hukum di lingkungan Kejaksaan Tinggi Riau, nampaknya fungsi pengawasan, tidak berjalan sebagaimana mestinya," ujar Ketua LBH Bernas sembari menyatakan bila sampai akhir bulan ini Jaksa tidak melaksanakan perintah undang-undang atau KUHAP, maka masalah ini terpaksa dibawa ke Kejagung,". ***(Mn)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas